Validasi Kalender Tanam Terpadu di Lahan Sawah Irigasi Tergenang Permanen
No Thumbnail Available
Date
2017-12-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
Abstract
Abstract
The problem in increasing rice production in general is the use of rice varieties and fertilizers is not in accordance with the site-specific, pest and diseases and anomalies (change) climate (drought or flooded). Katam validation activities is to confirm through the provision of objective evidence (element technologies in katam) that the requirements for the use or application have been fulfilled in the land katam technology users (farmers). Validation activities carried out in farmers’ irrigated land about 1 ha in the village of the District Podosari Cepiring Kendal 2013/2014 growing season (August to November 2014). The treatments were introduced are: a) varieties of rice (Bagendit and Inpari 30), b) the dose of fertilizer. Dose of fertilizer consisting of a dose recommendation katam integrated (Phonska 230 kg / ha of urea and 230 kg / ha), the habits of farmers (Phonska 230 kg / ha and ZA 50kg / ha) and recommendation PUTS (N lower then the urea 250 kg / ha, P high then the SP 36 as much as 50 kg / ha, the lower K KCl as much as 100 kg / ha and fertilizer ZnSO4). ZnSO4 fertilizer tailored to the levels of Zn in these chemicals. In this activity, ZnSO4 dose is 10 g ZnSO4 / 20 liters of water to an area of 1000 m2 wetland. These chemicals are applied during crop vegetative. Hasil phase katam recommendation integrated in the village Podosari and based PUTS + ZnSO4 (an average of 6.3 tons of grain / ha) was higher when compared with yields wearing habits fertilizer farmers (6.0 ton grain / ha).
Abstrak
Masalah di dalam peningkatan produksi padi umumnya adalah pemakaian varietas padi dan dosis pupuk yang tidak sesuai dengan spesifik lokasi, gangguan hama dan penyakit serta adanya anomali (perubahan) iklim (kekeringan atau tergenang). Kegiatan validasi KATAM adalah untuk mengkonfirmasi melalui penyediaan bukti objektif (unsur teknologi dalam KATAM) bahwa persyaratan untuk pemakaian atau aplikasi KATAM telah dipenuhi di lahan pengguna teknologi (petani). Kegiatan validasi dilaksanakan di lahan sawah irigasi petani sekitar 1 ha di Desa Podosari Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal pada musim tanam III 2013/2014 (Agustus–November 2014). Perlakuan yang diintroduksikan adalah: a) varietas padi (Situ Bagendit dan Inpari 30), b) dosis pupuk. Dosis pupuk yang terdiri dari dosis rekomendasi KATAM terpadu (phonska 230 kg/ha dan urea 230 kg/ha), kebiasaan petani (phonska 230 kg/ha dan ZA 50kg/ha) dan rekomendasi PUTS (N rendah maka urea sebanyak 250 kg/ha, P tinggi maka SP 36 sebanyak 50 kg/ha, K rendah maka KCl sebanyak 100 kg/ha dan pupuk ZnSO4). Pemupukan ZnSO4 disesuaikan dengan kadar Zn di dalam bahan kimia tersebut. Di dalam kegiatan ini, dosis ZnSO4 adalah 10 gr ZnSO4/20 liter air untuk luasan 1000 m2 lahan sawah. Bahan kimia ini diaplikasikan selama fase vegetative.Hasil panen rekomendasi KATAM terpadu di Desa Podosari dan berdasarkan PUTS + ZnSO4 (rata-rata 6.3 ton GKG/ha) lebih tinggi jika dibandingkan dengan hasil panen yang memakai pupuk kebiasan petani (6.0 ton GKG/ha)
Description
6 p.; ills.; tab.