Bukti Nyata Peningkatan Indeks Pertanaman: Fondasi Lumbung Pangan Masa Depan
Loading...
Date
2020
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
IAARD Press
Abstract
Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045 merupakan cita-cita yang sudah dirintis sejak Kabinet Kerja (2014-2019) dan tentu saja terus digaungkan dengan dukungan berbagai program serta kebijakan sampai saat ini. Program yang dicanangkan juga diimplementasikan dengan berbagai langkah operasional, salah satunya yaitu peningkatan indeks pertanaman dari IP 100 menjadi IP 200 dan/atau IP 300.
Dengan adanya variabilitas iklim yang terjadi saat ini, pertanian merupakan salah satu sektor yang terkena dampaknya. Produksi tanaman pangan terutama padi, jagung dan kedelai yang merupakan komoditas strategis nasional dirasakan belum mencapai titik maksimal sesuai potensi, baik pada musim hujan dan terlebih saat musim kemarau. Hal ini menjadi tantangan untuk peningkatan produktivitas dalam rangka mencapai Lumbung Pangan Dunia. Di sisi lain, potensi ketersediaan sumber daya air yang merupakan faktor penentu dalam peningkatan indeks pertanaman. Tidak semua wilayah memiliki keberlimpahan baik dalam skala ruang maupun waktu. Berbagai teknologi telah dihasilkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian untuk mendukung terlaksananya implementasi peningkatan indeks pertanaman ini, diantaranya Varietas Unggul Baru padi, jagung dan kedelai yang toleran kekeringan serta berumur genjah dan adaptif di berbagai agroekosistem baik lahan kering maupun lahan basah, Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu dengan rancangan waktu tanam yang tepat untuk antisipasi perubahan iklim serta teknologi panen dan hemat air sebagai solusi permanen kelangkaan/kelebihan air.
Terobosan inovasi teknologi yang sangat produktif ini tidaklah bermanfaat jika tidak dilakukan transfer teknologi serta diseminasi secara masif sehingga teknologi dapat terdifusi dan diadopsi oleh para petani. Selain itu, untuk mencapai optimalisasi produksi pertanian, maka kita juga harus memiliki sistem penelitian dan penyuluhan yang kuat. Masalisasi dan hilirasi teknologi membutuhkan dukungan para penyuluh pertanian di lapangan serta model research-extension farmers linkage yang terfokus dan terintegrasi. Berbagai metode dan media diseminasi (Sistem Diseminasi Multi Channel) harus digunakan untuk mencapai adopsi teknologi di tingkat petani. Diperlukan sinergisme dengan direktorat teknis serta unsur kelembagaan lain sebagai pengembang teknologi dalam rangka memfasilitasi produk dan menerapkan inovasi teknologi yang telah dihasilkan. Buku ini berupaya memberikan bukti nyata penerapan inovasi teknologi pertanian, upaya diseminasi dan penguatan kelembagaan pertanian dalam rangka peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman untuk mewujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045. Bukti nyata implementasi inovasi dan diseminasi teknologi yang tertuang dalam buku ini memberi keyakinan bahwa IP 200 maupun IP 300 tidak lagi jauh dari angan. Dengan demikian, revitalisasi peningkatan IP merupakan suatu langkah strategis operasional yang perlu diangkat menjadi kebijakan pembangunan pertanian.
Description
Keywords
F Plant production/Produksi Tanaman