Prosiding Seminar Nasional Pertumbuhan Obat Indonesia XXl

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 72
  • Item
    EFEKTIFITAS PADA PEMATAHAN DORMANSt RIMPANG MANGGA Val. etzyp.)
    (Dalai Penelitian Tanaman Obat, Puslitbang rarmasi Oadan Litbangkes, Oopartemen Kosohatan RI Lawu, Tawangmangu, Surakarta 57792, 2002-03-27) Yuni Kusumodewi, Sutargnin, Yun Widiyastu
    impang temu mangga Val. et yang bortujuan untuk mempervepat pertunasan rimpang temu mangga sebagai bahan perbanyakan. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca Oalal Penelltlan Tanaman Obat Tawangmangu pada butan Januari adapun parameter pongamatan møllputi jumlah tunas, waktu tunas dan panjang tunas. Dad penolitian yang hasn jumlah tunas dan panjang tunas tortinggi dlpøroleh pada perlakuan dosis ppm, dan waktu yang torcepat pada dengan dosis 800 ppm.
  • Item
    KUNIR PUTIH (CURCUMA MANGGA val. et zyp.): AKTIVITAS ANTIJAMUR (CANDIDA ALBICANS) DAN TOKSISITAS AKUTNYA PADA TIKUS PUTIH 'ANTAN
    (aFakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta bPT Konimex Pharmaceutical Laboratories, Sanggrahan, Sukohardjo CFakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 2002-03-28) Subagus Wahvuonoa, Noer Khasanah0, Anthony S. Purnomob, Elisabeth KurniawatiC, Reny KusumastutiC
    Kunir putih (Curcuma mangga Val. et Zyp., fam. Zingiberaceae) telah dimanfaatkan secara luas Oleh masyarakat sebagai obat alternatif antikanker. Laporan ilmiah yang menunjang terhadap penggunaan sebagai obat belum banyak dilaporkan. Oleh karena itu perlu segera dilakukan penelitian aktivitas C mangga dan dilakukan uji toksisitas akutnya untuk melihat tingkat keamanannya. Minyak atsiri C mangga menghambat pertumbuhan Candida albicans (KHM, 10 gl/ml; KBM, 20 ul/ml), dan 4 komponen utama minyak atsiri teridentifikasi sebagai geranil alkohol ß-mirsena (19,740/0), bisiklo 3.1.1-heptan-3-01 dan a- pinena (1.71%). Uji toksisitas akut perasan C. mangga pada tikus putih jantan menunjukkan harga LDso g/kg BB (LDso min.= 14,37; LDso maks.= 22,48 g/kg BB) sehingga potensi ketoksikan akutnya praktis tidak tQksik (5-15 g/kg BB) sampai relatif kuranq berbahava 15 g/kg BB). pemeriksaan histopatholcgi menunjukkan terjadinya kelainan pada semua organ (paru-paru, usus, hati, ginjal) kecuali limpa.
  • Item
    KAJIAN PUSTAKA KANDUNGAN KIMIA KEMUNING (MURRAYA PANICULATA (L.) Jack.)
    ((Laboratorium Fitokimia Fakultas Farmasi Ubaya), 2002-03-27) Tri Windono
    Kemuning (Murraya panicula Jack.) banyak digunakan sebagai Obat tradisional maupun kosmetika di Indonesia. Suatu tumbuhan digunakan sebagai obat, disebabkan tumbuhan tersebut mengandung senyawa-senyawa kimia. Berdasarkan hal tersebut telah dilakukan Kajian pustaka kandungan kimia dari kemuning, Hasil kajian menunjukkan bahwa kemuning mengandung: 23 senyawa flavonoid (flavon, flavonol, flavanon, flavononol, khalkon) yang termetoksilasi; 33 Senyawa kumarin sederhana (7-oksigenasi, 5,7-dioksigenasi, 6,7-dioksigenasi dan 7,8-dioksigenasi); beberapa senyawa alkaloid indol dan karbazol, senyawa sinamat dan sterol.
  • Item
    UJI TERATOGENIK INFUS RIMPANG KUNYIT PUTIH (Curcuma alba Val.) ASAL SULAWESI SELATAN
    (Jurusan Farmasi FMIPA Universitas Hasanuddin Makasar, 2002-03-27) Fachrudin Tobo., Burhanuddin T., Moh Hasbi
    Uji efek teratogenik infus rimpang kunyit putih (Curcuma alba Val.) asal Sulawesi Selatan telah dilakukan pada mencit betina bunting sebanyak 20 ekor yang dibagi dalam 4 kelompok, satu kelompok kontrol dengan air suling dan 3 kelompok perlakuan yang diberi infus rimpang kunyit putih secara oral dengan konsentrasi 10%, 20% dan 30%. Efek teratogenik dilakukan dengan memeriksa fetus dan antomi luar yang dilakukan dengan pembedahan mencit bunting pada hari ke 18 untuk pengambilan fetus. pengamatan fetus memperlihatkan efek teratogenik organ mata, jari kaki, ekor dan penurunan berat fetus. Hasil analisis data menunjukkan perbedaan sangat nyata (p s 0,01) dengan parameter selisih berat induk awal dan akhir, jumlah fetus yang mati dan cacat anatomi luar sejalan dengan pertambahan konsentrasi perlakuan kecuali parameter total fetus. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa infus rimpang kunyit putih konsentrasi 10%, dan bersifat teratogenik pada fetus mencit jika diberikan pada masa kebuntingan. Kata kunci : Kunyit putih (Curcuma alba Val.), teratogenik
  • Item
    RESEARCH AND DEVELOPMENT ON INDONESIAN TRADITIONAL MEDICINES A COMPARISON TO MALAYSIA
    (Research Center for Chemistry, Indonesian Institute of Sciences, Kawasan PUSPIPTEK, Serpong 15314, 2002-03-27) L. Broto Sugeng Kardono
    Research and development on Indonesian traditional medicines has been performed by researchers from universities, research institutes and traditional medicines industries. All aspects Of research on traditional medicines have been conducted starting from cultivation, ethnopharmacology, utilization, isolation and identification of active constituents, efficacy evaluation, pharmacology, safety, standardization, formulation, and clinical evaluation. Policy on Indonesian tradi- tional medicines has also been set up. Many factors give influences on the develop- ment of traditional medicines, such as, research quality in a holistic approach, research integration one to the other, the attitude of individual researcher, scientific community etc. Indonesian traditional medicines are not. only belong to the Indonesians. Many of Indonesian traditional plant medicines are part of Flora Malesiana species, which grow in Malay peninsula, or imported plants from India, China and Brasilia. Indonesian traditional medicines are pssibly to be developed by Malaysian researchers, a country that has set up her mission to be a world center in conservation, research and utilization of tropical biodiversity by the year 2020. Indonesian Traditional Medicines National Working Group (pokjanas TOI) need to do a reposition and make a new strategy to be able to compete with their colleagues in Malaysia. Some policies and activities on development of traditional medicines in Malaysia will be discussed as an input for Indonesian research purposes.