Warta
Permanent URI for this community
Browse
Browsing Warta by Title
Now showing 1 - 20 of 1294
Results Per Page
Sort Options
- ItemAGROWIDYAWISATA PENELITIAN PERTANIAN CIMANGGU, BOGOR SEBAGAI WADАН РЕМBELAJARAN SISWA/MAHASISWA DAN MASYARAKAT UMUM : Warta balittro No. 55 Tahun 2010(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2010-06-01) Wahyono, Tri EkoPengembangan Kawasan Agrowidyawisata Penelitian Pertanian Cimanggu bertujuan untuk pelaksanaan fungsi diseminasi hasil karya Badan Litbang Pertanian, dan untuk menyediakan alternatif tempat wisata pertanian bagi masyarakat umum lainnya dengan menyajikan sarana dan prasarana penelitian sebagai objek wisata. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati (biodiversity) nomor tiga terbesar di dunia. Kekayaan alam yang melimpah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber plasma nutfah/genetik dan atau sebagai areal wisata. Demikian pula dengan kondisi tanah dan iklim yang beragam, peluang untuk mengembangkan berbagai komoditas pertanian pun semakin besar melalui penerapan sistem pengelolaan lahan yang sesuai. Hal ini tercemin pada berbagai teknologi pertanian lokal yang berkembang di masyarakat dengan cara menyesuaikannya dengan tipologi lahan. Keunikan-keunikan tersebut merupakan aset yang dapat menarik bangsa lain untuk berkunjung/ berwisata ke Indonesia.
- ItemAKAR TUBA (Derris elliptica) SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI : Warta balittro Vol. 35 No. 70 Tahun 2018(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2018-12-01) Maris, ParamitaTanaman tuba (Derris elliptica) merupakan salah satu tanaman yang sudah lama dikenal dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tanaman seperti tuba yang memiliki beberapa kandungan senyawa metabolit sekunder yang dapat berfungsi sebagai racun. Salah satu di antara senyawa tersebut adalah rotenon. Rotenon biasanya banyak terdapat di bagian akar tuba meskipun juga terdapat di bagian-bagian lain tanaman. Rotenon yang tergolong sebagai senyawa isoflavonoid ini merupakan bahan racun yang berspektrum luas sehingga dapat mengendalikan berbagai macam serangga hama, moluska, dan bahkan ikan. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa rotenon efektif dalam mengendalikan serangga hama. Ini menunjukkan bahwa akar tuba sebagai insektisida nabati
- ItemAKTIVITAS ANTIBAKTERI ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPА SAWIT DAN POTENSINYA SEBAGAI PESTISIDA ORGANIK UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU PADA JAHE DAN NILAM : Warta balittro Vol. 34 No. 68 Tahun 2017(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2017-12-01) Hartati, Sri Yuni; Karyani, NuriLayubakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman jahe dan nilam. Penelitian dalam rangka mengembangkan pestisida organik untuk mengendalikan penyakit tersebut telah dilaksanakan di Laboratorium Proteksi, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Bogor. Tujuan penelitian adalah menguji secara invitro aktivitas antibakteri asap cair tempurung kelapa sawit terhadap R. solanacearum dan dua jenis bakteri tanah yang bermanfaat bagi tanaman (Bacillus sp. dan Pseudomonas Auorescens). Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap cair tempurung kelapa sawit mempunyai aktivitas antibakteri yang bervariasi terhadap R. solanacearum, Bacillus sp., dan P. fuorescens. Konsentrasi terendah yang dapat membunuh R. solanacearum adalah 0.1%, sedang yang dapat membunuh Bacillus sp. dan P. fuorescens adalah 0.25%. Aktivitas antibakteri asap cair tempurung kelapa sawit lebih tinggi terhadap R. solanacearum dibandingkan terhadap Bacillus sp. dan P. fuorescens. Asap cair tempurung kelapa sawit berpotensi dikembangkan sebagai pestisida organik untuk mengendalikan penyakit layu pada tanaman jahe dan nilam
- ItemALAT PENGUJIAN FUMIGASI SKALA LABORATORIUM TERHADAP HAMA GUDANG : Warta balittro Vol. 36 No. 72 tahun 2019(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2019-12-01) Perkasa, Galih; Kardinan, Agus; Maris, Paramita; Tarigan, NurbettiProduk pertanian yang disimpan di gudang rawan terhadap serangan hama. Hama gudang mengakibatkan turunnya kualitas dan kuantitas. Teknik pengendalian hama gudang seperti fumigasi menjadi salah satu jalan keluar. Penelitian tentang penggunaan fumigan yang ramah lingkungan dan tidak berbahaya saat ini masih terus diteliti. Salah satu kendalanya adalah terbatasnya alat penguji efek fumigan terhadap hama gudang, dengan prinsip hama yang diuji hanya terdampak oleh efek fumigan (inhalasi), namun tidak kontak langsung dengan bahan fumigan yang diuji. Alat penguji efek fumigasi yang dirancang membuktikan hama tidak dapat menyentuh atau kontak langsung dengan bahan fumigan sehingga sesuai dengan prinsip fumigasi.
- ItemAnalisis Berita dan Pendapat Masyarakat Agustus 2021.(Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik, 2021-08) Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi PublikPangan sebagai kebutuhan mendasar manusia merupakan isu yang sangat sensitif diberitakan baik oleh masyarakat maupun di berbagai media. Kementerian Pertanian dalam melaksanakan pembangunan pertanian, seringkali dipojokkan oleh pemberitaan di media massa. Sehubungan dengan keadaan tersebut, perlu adanya pengawalan terhadap informasi yang berkembang di media serta melakukan analisis terhadap isu yang beredar berlarut-larut di media massa. Hal ini diperlukan terutama dalam upaya untukmengetahui sejauh mana suatu isu telah beredar luas di masyarakat.
- ItemAnalisis Berita dan Pendapat Masyarakat April 2021.(Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik, 2021-04) Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi PublikTopik yang hangat berkembang bulan ini yaitu Badan Ketahanan Pangan harus berperan sebagai "lead institution" dalam mengoordinasikan perumusan kebijakan ketahanan pangan yang meliputi aspek ketersediaan pangan, keterjangkauan pangan, dan pemanfaatan pangan. Dalam rangka memainkan peran tersebut agar dapat mencapai visi yang telah ditetapkan, maka Badan Ketahanan Pangan mengemban misi sebagai berikut memantapkan ketersediaan dan penanganan kerawanan pangan, meningkatkan keterjangkauan masyarakat terhadap pangan, mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan masyarakat berbasis sumber daya, kelembagaan dan budaya lokal dan mewujudkan pangan segar yang aman dan bermutu.
- ItemAnalisis Berita dan Pendapat Masyarakat Februari 2021(Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik, 2021-02) Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi PublikAnalisis Berita dan Pendapat Masyarakat Februari 2021 mencakup trens isu tersorot: lahan pertanian terdampak banjir.
- ItemAnalisis Berita dan Pendapat Masyarakat Juli 2021(Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik, 2021-07) Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi PublikAnalisis Berita dan Pendapat Masyarakat Juli 2021 mencakup tentang: 1. Ketahanan Pangan Nasional 2. 5 Program Pembangunan Pertanian untuk Jaga Ketersediaan Pangan Rakyat 3. Jaminan Ketersediaan Pangan Pokok Jelang Idul Adha 2021 4. Peningkatan SDM Pertanian melalui Pelatihan 5. Jaminan Ketersediaan Stok Pangan Ditengah Pandemi dan PPKM Darurat
- ItemAnalisis Berita dan Pendapat Masyarakat Juni 2021(Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik, 2021-06) Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi PublikAnalisis Berita dan Pendapat Masyarakat Juni 2021 mencakup tentang: pengembangan komoditas porang
- ItemAnalisis Berita dan Pendapat Masyarakat Maret 2023(Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik, 2023-03-01) Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik
- ItemAnalisis Berita dan Pendapat Masyarakat Mei 2021(Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik, 2021-05) Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi PublikAnalisis Berita dan Pendapat Masyarakat Mei 2021 mencakup tentang: Ketahanan Pangan Nasional
- ItemAnalisis Berita dan Pendapat Masyarakat September 2021(Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik, 2021-09) Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi PublikAnalisis Berita dan Pendapat Masyarakat September 2021 mencakup tentang: Anjloknya Harga Jagung untuk Pakan Ternak
- ItemAnalisis Berita dan Pendapat Masyarakat September 2021(2021-09) Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi PublikAnalisis Berita dan Pendapat Masyarakat disusun sebagai upaya untuk memonitor dan menganalisis isu-isu yang terkait dengan sektor pertanian secara umum, maupun pada Kementerian Pertanian secara khusus. Monitoring dan analisis media cetak dilakukan secara swakelola, sedangkan analisis media elektronik/televisi dilakukan bekerjasama dengan pihak ke tiga. Tujuan penyusunan laporan adalah untuk mengevaluasi dan menyiapkan informasi serta bahan masukan dalam upaya antisipasi dan strategi kehumasan agar isu tidak berkembang menjadi krisis. Topik yang hangat berkembang bulan ini yaitu Presiden Republik indonesia Joko Widodo (Jokowi) instruksikan penetapan harga pakan jagung untuk peternak dengan harga Rp 4.500 per kg. Pinsar Petelur Nasional (PPN) mengungkapkan Jokowi memberikan instruksi langsung kepada Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Perdagangan M Lutfi untuk memberikan harga pakan jagung Rp 4.500 per kg kepada peternak. Jokowi menginstruksikan Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan secepatnya karena kondisi pakan saat ini mahal. Jokowi mennginstruksikan bahwa peternak harus diberikan pakan jagung Rp 4.500
- ItemAnalisis Berita Januari 2023(Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik, 2023-01-01) Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik
- ItemAplikasi KRISNA Wujudkan Akuntabilitas Perencanaan Kinerja Pemerintah(Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, ) Suryono; Sulaiman, Agus; Lutfiyanti
- ItemAPRESIASI BIMBINGAN TEKNIS UNIT AKUTANSI KUASA PENGGUNA ANGGARAN DAN SISTIM AKUTANSI BARANG MILIK NEGARA : Warta balittro No. 53 Tahun 2006(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2006-12-01) Tajudin, M; Sutisna, EndangBimbingan Teknis Unit Aku- tansi Kuasa Pengguna Anggaran dan Sistem Akutansi Barang Milik Negara di buka oleh Sekretariat Jenderal Departemen Pertanian yang diikuti oleh 48 peserta dari 34 instansi pemerintah. Dari tanggal 20 - 23 September 2006. di Hotel Safari Garden. Tujuan pelaksanaan bimbingan ini sesuai sambutan sekjen Deptan adalah dalam rangka upaya lebih memahami dan meningkatkan ketrampilan sistem aplikasi akuntansi instansi baik ketrampilan pengelola keuangan dan perleng- kapan dalam operasional aplikasi SAKPA dan SAKPB, maupun pengetahuan dalam hal akuntansi keuangan dan barang. (SAI) pada tingkat UAKРА (Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran), UAPPAW (Unit Akuntansi Pem- bantu Pengguna Anggaran ayah), UAPPA-E1 Akuntansi (Unit Pembantu Penguasa Anggaran Eselon I) dan UAPA (Unit Akuntansi Pengguna Anggaran). Dalam rangka untuk me- mahami aplikasi Sistim Akutansi Instansi (SAI) pada tingkat satuan kerja yang dimulai dari Unit Akutansi Kuasa Pengguna Anggaran.
- ItemBABADOTAN (Ageratum conyzoides L.) SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI : Warta balittro Vol. 38 No. 76 Tahun 2021(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2021-12-01) Rohimatun; Aisyah, Mahindra Dewi Nur; Ahyar; Wahyudin, SlametA geratum conyzoides L. merupakan salah satu tumbuhan yang dikenal masyarakat luas sebagai gulma. Walaupun dikenal sebagai gulma, tumbuhan ini sejak dulu dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Kandungan metabolit sekundernya memiliki potensi sebagai insektisida nabati. A. conyzoides mengandung metabolit sekunder, seperti flavonoid, koumarin, dan minyak atsiri. Flavonoid dan koumarin bersifat sebagai antifeedant hingga mengakibatkan mortalitas beberapa serangga hama. Prekosen I dan II yang terkandung dalam minyak atsiri diketahui dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan serangga.
- ItemBalittra Gelar Sekolah Lapang Petani di Lahan Pasang Surut Desa Belanti Siam Ke. Pandih Batu Kalimantan Tengah(Balittra, 2021) Balittra; Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa
- ItemBalittra- Pemko S. Penuh akan Optimalkan Pemanfaatan Rawa Lebak Dataran Tinggi(Balittra, 2020) Balittra; Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa
- ItemBERKEBUN LADA KONSERVASI : Warta balittro No 50 tahun 2005(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2005-06-01) Warman, NanangKerusakan lahan atau degradasi lahan banyak terjadi pada lahan kering, terutama di bagian yang ditanami tanaman pangan dan perkebunan rakyat. Degradasi lahan terjadi karena lahan sering terbuka oleh pekerjaan pengolahan tanah dan penyiangan bersih (Clean weeding), sehingga mudah tererosi. Sampai saat ini usaha untuk memulihkan produktifitas lahan yang telah terdegradast belum banyak dilakukan, padahal luas arealnya terus meningkat. Sementara ini petani di Lampung umumnya berkebun lada dengan jarak tanam menurut barisan tegak lurus (siku-siku) tanpa memperhatikan kemiringan lahan yang bervariasi. Hal ini cukup sulit dalam mengendalikan dan mencegah erosi dan penularan penyakit yang terbawa aliran air.