Warta
Permanent URI for this community
Browse
Browsing Warta by Issue Date
Now showing 1 - 20 of 1357
Results Per Page
Sort Options
- ItemWarta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri Vol. 2 No 2(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1995) Puslitbang PerkebunanTanaman aren merupakan salah satu tanaman industri yang mempunyai banyak kegunaan dan mampu memberikan pendapatan untuk mendukung kesejahteraan keluarga petani secara layak. Untuk mencapai tujuan tersebut, pengembangan budidaya tanaman aren harus dimulai dari penggunaan bahan tanaman (benih) bermutu yang berasal dari pohon-pohon induk unggul terpilih. Secara morfologis, pohon induk aren mampu menghasilkan mayang 6 tandan per pohon. Dalam satu tandan dirangkai oleh sekitar 50 spikelet dan setiap spikelet mempunyai rata-rata 400 buah, dimana dalam satu buah terdiri atas 3 biji aren. Dengan demikian satu po- hon induk aren unggul memiliki kemampuan produksi benih sebanyak 6 tandan X 50 spikelet X 400 buah X 3 butir 360 000 butir. Balai Penelitian Kelapa dan Palma Lain telah memperoleh teknologi benih dimana dapat mengecambahkan sedikitnya 60 % dan 75% kondisi bibit siap salur. Dengan demikian bibit yang dapat disediakan 1 pohon induk aren adalah 60% X 360 000 = 216 000 bibit dan bibit terseleksi sebanyak 75% X 216 000 162 000 bibit.
- ItemWarta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri Vol.1 No.1(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1995) Puslitbang PerkebunanMasuknya kapas ke lahan sawah sudah mendapat izin dari Menteri Per- tanian dengan syarat tidak meng- ganggu kelestarian produksi tanaman kedelai. Untuk mengantisipasi kebi- jaksanaan ini telah disusun suatu paket teknologi usahatani kapas + kedelai pada lahan sawah mulai dari pemilihan varietas, penyiapan lahan, pengaturan pola tanam, penyiangan, pemupukan, pengairan, pengendalian hama dan penyakit serta pengolahan pasca panen. Dengan sudah tersedia- nya teknologi tersebut, maka usaha- tani kapas + kedelai dapat dikem- bangkan pada lahan sawah (vertisol) berpengairan semi teknis. Pola tanam yang umum dilakukan pada lahan sawah semi teknis tersebut adalah: Padi-kedelai 1-palawija lain atau Padi - Palawija bera, yang dapat dirubah menjadi Padi -(kedelai 1 + kapas) palawija2/hortikultura. Berdasarkan analisa usahatani dengan penerapan pola tanam tersebut keuntungan yang diperoleh sebanyak Rp. 1 458 750 per hektar.
- ItemWarta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri Vol. 2 No 1(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1995) Puslitbang PerkebunanPengolahan biji jarak yang dilakukan petani sampai saat ini masih menganut sistem tradisional, sehingga kualitas produk yang dihasilkan belum memenuhi standar anjuran. Pengolahan secara tradisional, menghasilkan persentase biji pecah dan biji tidak sempurna sangat tinggi, masing-masing sebesar 16 dan 56%. Untuk mengatasi masalah ini Balai Penelitian Tembakau dan Tanaman Serat telah merekayasa alat pengupas buah jarak yang dapat digerakkan dengan pedal. Dari uji coba diketahui kapasitas alat pengupas 160 kg/jam biji jarak. Persentase biji pecah 0.8% dan biji tidak terkupas sempurna 9.4%.
- ItemWarta Penelitian dan Perkembangan Tanaman Industri Vol.1 No.2(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1995) Puslitbang PerkebunanSagu (Metroxylon, sp) di Indonesia umumnya masih dianggap tanaman hutan karena sekitar 90% tumbuh dan berkembang secara alami membentuk hamparan hutan sagu. Sekitar 90% dari 1,2 juta hektar hutan sagu di Indonesia berada di Irian Jaya. Dari 92 pabrik pengolahan sagu yang yang ada saat ini di Irian Jaya, diperkirakan eksploitasi hutan sagu setiap hari setara dengan produksi tepung sagu 460 ton. Untuk mengantisipasi masalah ini, Balai Penelitian Kelapa dan Palma Lainnya telah melakukan studi identifikasi dan teknik rehabili- tasi tanaman sagu di Irian Jaya.
- ItemWarta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri Vol.1 No.1(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1995) Puslitbang PerkebunanTanaman lidah buaya relatif mudah dibudidayakan. Daunnya dapat digu- nakan sebagai bahan baku farmasi un- tuk obat luar dan dapat di minum untuk kesehatan tubuh. Sebagai bahan baku kosmetika lidah buaya berguna untuk menjaga kesehatan kulit dan rambut.
- ItemWARTA BALITTRO NO. 32 DAN 33 TAHUN 1995(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1995-01-01) BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
- ItemWARTA BALITTRO NO.34 DAN 35 TAHUN 1996(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1996-01-01) BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBATw
- ItemWARTA BALITTRO NO. 36 DAN 37 TAHUN 1996(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1996-01-01) BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN ОВАТ
- ItemBAYAM SEBAGAI TANAMAN OВАТ : Warta Balittro No. 36 dan 37 Tahun 1996(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1996-01-01) W. CamdenAnda tentulah sudah mengenal bayam sebagai tanaman sayuran. Dari kecil kita semua sudah menyantap sayur bening bayam, pecel, atau tumis bayam. Tetapi tak banyak yang tahu, bahwa bayam bukanlah sekadar sayur sebagai unsur pemenuh gizi empat sehat lima sempurna. Beberapa penelitian menunjukkan, bayam ternyata juga berfungsi sebagai obat. Dengan fungsinya yang meluas sementara pembudidayaannya amat sederhana, membuat bayam amat cocok sebagai tanaman rakyat. Tanaman yang satu ini, memang cocok ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi sekitar 2.000 m di atas permukaan laut. Waktu tanamnya pun relatif singkat, sekitar satu bulan, sementara pengelolaannya tidaklah rumit. Ibaratnya hanya bermodal pot dan benih (terutama untuk yang berlahan sempit), seluruh keluarga bisa ikut menikmati hasilnya. Bayam di Indonesia ada bermacam-macam. Di antaranya yang banyak dimanfaatkan adalah Amaranthus craentus, A hypochondricus, A caudatus, dan A spinosis. Bayam-bayam tu kandungan gizinya cukup tinggi dan menjadi sumber protein nabati yang sangat diperlukan tubuh. Menurut Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI, dalam setiap 100 (seratus) gram bahan didapatkan vitamin A 6,09 SI (satuan standar internasional), vitamin B1 0,10 mg dan vitamin C 80 mg. Selain itu juga tercatat kalori 86,9 gram, mineral kalsium 267,0 mg, fosfor 66,8 mg, lemak 0,5 gram, zat besi 3,9 mg, karbohidrat 6,5 gram, dan protein 3,5 gram. Tentang bayam sebagai tanaman obat itu sendiri, merupakan hasil penelitian yang dilaku-kan oleh Guzman Ladion dari Sanitarium & Hosfital di Manila bekerjasama dengan Physical Therapy Departement Filipina. Penelitian ini berhasil membuktikan manfaat bayam sebagai tanaman obat.
- ItemDAUN KATUK DAPAT MEMPERLANCAR ALIRAN ASI : Warta Balittro NO. 38 Dan39 Tahun 1997(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1997-01-01) (Ny. Nasah)Tanaman katuk (Sauropus albicus) selama ini dikenal sebagai pohon perdudan tumbuhan pagar. Orang Jawa Timur mengenalnya dengan sebutan babing atau katukan dan warga Madura lebih mengenalnya dengan kerahur atau gerager. Dipasar sayur-mayur, katuk duduk sama rendah berdiri sama tinggi dengan bayam dan kacang panjang. Artinya warga tiga sekawan ini tidak jauh berbeda seikatnya. Dimasak (sayur) pun tidak ada perbedaan cara dan bumbu mengolahnya. Apa yang bisa dimasak bagi bayam, bisa pula menggunakan bahan katuk dan kacang panjang, demikian sebaliknya. Yang membedakan ketiganya adalah fungsi dan khasiat obat di dalam kandungannya. Bayam kita kenal sebagai sayuran penyimpan zat besi yang padat. Sementara kacang panjang menyimpan zat penyembuh diabetes yang handal dari jalur sayur-mayur.
- ItemPEMERATAAN PENDAPATAN : Warta Balittro No.38 Dan 39 Tahun 1997(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1997-01-01) H. Ahmad HusnanAjaran Islam, disamping berisikan Apraktek, peribadatan yang bersifat fisik seperti shalat, puasa, haji dan lain-lain, juga berisi ajaran untuk membangun jiwa, membersihkan sikap batin, dari nafsu jahat. juga membentuk pribadi yang luhur dan terarah, jauh dari perbuatan yang merusak, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap masyarakat. Membangun pribadi, dalam arti membangun jiwa supaya bersih dari segala nafsu jahat, sehingga tumbuh kemanusiaan yang tinggi, adalah faktor yang menen tukan dalam menuju suatu masyarakat yang sejahtera. Sebab jika hidup manusia dikuasai oleh nafsu, niscaya akan selalu menimbulkan ketegangan. Baik ketegangan sesama anggota masyarakat, dimana masing-masing hanya mengutamakan ke pentingan diri sendiri, tanpa memperhatikan kepentingan lainnya.
- ItemWARTA BALITTRO NO. 38 DAN 39 TAHUN 1997(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1997-01-01) ВALAI PENENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OВАТ
- ItemBiarkan sang angsa bertelur : Warta Balittro No.45 Tahun 2002(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2002-01-01) Dr. Molide Rizal- Kepala BalittroPara pembaca Warta yang budiman, tidak dinyana dan tidak diduga pada saat detik-detik terakhir Warta akan dicetak Bapak Kepala Balai kita mengirimkan tulisan untuk dimuat di Warta. Oleh Redaksi tulisan tersebut dimasukan ke Rubrik Renungan karena isinya sarat dengan ajakan dan himbauan yang perlu kita renungkan bersama. Beliau mengibaratkan Balittro sebagai seekor angsa yang sedang bersiap untuk meletakkan telur emasnya, kita sebagai pemiliknya tentu saja harus menjaga dan memberi dukungan moril sebaik-baiknya agar jangan sampai angsanya tidak jadi bertelur. Untuk selengkapnya mari kita simak saja penuturan beliau....
- ItemMEMBANGUN KERJASAMA DENGAN MITRA DALAM KOMERSIALISASI TEKNOLOGI : Warta Balittro No. 45 Tahun 2002(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2002-01-01) Taryonoadigma pembangunan pertanian saat ini adalah pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing dan berkelanjutan, berkerakyatan dan terdesentralisasi. Untuk menuju ke arah agribisnis yang berdayasaing tidak cukup apabila kita hanya mengandalkan sumberdaya saja atau modal saja, tetapi harus didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Hal ini terlihat dari realita saat ini di mana kita mempunyai sumberdaya yang melimpah seperti lahan, air dan plasma nutfah, tetapi pertanian kita tidak mampu memenuhi kebutuhan kita sendiri seperti beras, jagung, kedelai, kacang tanah, gula, dan lain-lain, termasuk benihnya masih harus diimpor. Ketidakmampuan kita dalam memenuhi kebutuhan sendiri akan produk-produk pertanian disebabkan antara lain oleh rendahnya produktivitas dan efisiensi. Hal ini terjadi antara lain karena IPTEK yang kita hasilkan belum terdifusi dan terdiseminasi secara baik kepada petani. Oleh karena itu Badan Litbang Pertanian, sejak lima tahun terakhir mengembangkan paradigma baru yaitu Komunikasi, Promosi, Diseminasi dan Komersialisasi. Dalam rangka komersialisasi tersebut dibentuklah Kantor Pengelola Kekayaan Intelektual dan Alih Teknologi (KP-KIAT) sebagai jembatan penghubung antara Badan Litbang Pertanian dengan dunia usaha terutama dalafn perlindungan HKI dan pelayanan alih teknologi secara komersial. Namun demikian dukungan infrastruktur kelembagaan untuk alih teknologi tersebut belum kuat, di samping alih teknologi non lisensi belum terakomodasi. Oleh karena itu timbul gagasan untuk membentuk Unit Komersialisasi Teknologi guna mempercepat proses alih teknologi dan komersialisasi, sehingga teknologi baru yandihasilkan Badan Litbang Pertanian cepat diadopsi oleh dunia usaha. Hal ini sesuai dengan Pasal 9 ayat (2) UU No. 18, 2002 bahwa sebagai unsur kelembagaan yang mengaplikasikan IPTEK ke dalam produk barang dan jasa yang memiliki nilai ekonomis, badan usaha litbang memiliki tanggung jawab untuk mendayagunakan investasi pembentukan kemampuan IPTEK agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan negara, antara lain melalui proses alih teknologi kepada dunia usaha. Proses alih teknologi kepada dunia usaha tidaklah mudah, karena tuntutan dunia usaha akan berbagai hal yang meliputi eksklusifitas, keunggulan teknologi, dan nilai ekonominya. Oleh karena itu perlu dilakukan kerjasama kemitraan sejak pengujian pada skala pilot hingga pengujian pada skala industri untuk membuktikan keunggulan teknologi tersebut, mengetahui nilai jualnya dan risiko yang harus ditanggungnya, sehingga dunia usaha yakni bahwa teknologi tersebut layak untuk dikembangkan.
- ItemTEKNIK PESEMAIAN BENIH YLANG-YLANG : Warta Balittro No. 32 dan 33 Tahun 1995(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2002-01-01) Wawan Lukman dan Epon Suhertinirhasilan suatu tanaman sangat tergantung kepada kualitas bibit yang ditanam. Oleh karena itu penyediaan bibit yang baik perlu mendapat perhatian. Saat ini tanaman ylang-ylang diperbanyak secara generatif. Teknik perbanyakan secara vege- tatif masih sulit dilakukan. Karena ylang-ylang mengalami masa dormansi cukup lama (60 hari) maka untuk mempercepat tumbuhnya, biji ylang-ylang digosok dengan abu gosok agar terdapat goresan-goresan pada permukaan biji, sehingga persentase tumbuhnya bisa mencapai 80-90%. Adapun persyaratan tumbuh benih yang baik meliputi : a) benih yang cukup matang, b) media perbenihan yang sesuai dan c) cara penyemaian benih yang baik. Media tanaman menggunakan pupuk kandang, tanah dan pasir, dengan perbandingan 1: 1: 2. setelah bibit berumur 30 hari dengan memiliki daun 4 - 6 helai dengan panjang akar 5 - 10 cm, bibit dipindahkan ke kantong plastik (polybag) dengan media tanah dicampur pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1. Berhubung ylang-ylang ter- masuk tanaman yang perlu peme- liharaan yang intensif, maka selama pembibitan harus dipelihara dengan baik, seperti penyi- raman, pemberantasan hama/ penyakit serta penyiangan ter- hadap gulma yang tumbuh. Setelah bibit berumur 6 - 12 bulan dan sudah kelihatan tumbuh baik baru bibit dipindahkan ke pertanaman.
- ItemSERANGAN HAMA Udaspes folus Cr. PADA TANAMAN JAHE : Warta Balittro No.45 Tahun 2002(BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT, 2002-01-01) Abdul Rojakaspes folus Cr. adalah hama pemakan daun pada tanaman jahe, stadia yang aktif menyerang tanaman adalah larva. Larva hidup dalam gulungan daun yang direkatkan oleh benang halus, memakan daging daun yang dimulai dari ujung sampai pangkal daun. Semakin tua umur larva volume makannya semakan banyak. Serangan menyebabkan daun tanaman menjadi rusak dan bila terjadi serangan berat tanaman dapat menjadi gundul. U. folus menyerang tanaman muda yang berumur ± 2 bulan, larva sangat menyukai daun muda yang masih hijau. Pada musim tanam jahe tahun ini di ІР. Sukamulya serangannya mencapai ± 16%. Penanggulangan hama ini dapat dilakukan dengan cara dan membunuh larva yangditemukan pada daun. Jahe (Zingiber officinale)adalah jenis tanaman yang termasuk ke dalam famili Zingiberaceae (temu-temuan) yangpaling banyak penganekaragamanproduiknya dibandingkan dengantanaman temu-temuan lainnya.Rimpangnya mengandung minyakatsiri yang banyak digunakandalam industri farmasi, parfum,penyedap makanan serta minuman, jahe segarnya dapat dibuatasinan, kristal, instan, anggur,sirup dan permen jahe. Jugamerupakan komoditas ekspor nonmigas ke berbagai manca negaraseperti: Singapura, Jepang,negara-negara Arab, Amerika danBenua Eropa. Sebagai tanamanyang berekonomi tinggi. Jahememberikan peran yang cukup erarti dalam penyerapan tenaga kerja dan pene-rimaan devisa negara dari sektor non migas.
- ItemInspirasi Positif : Senjata Ampuh Meraih Sukses : Warta Balittro No.45 Tahun 2002(2002-01-01) Agus RuhnayatInspirasi atau ilham sangat diperlukan bagi siapapun. Dengan kehadiran inspirasi, maka hal-hal yang telah lazim atau baku dilakukan oleh sesuatu instansi, dapat dilakukan lebih baik. Inspirasi atau ilham kadangkadang datang begitu saja tanpа disengaja. Contohnya seorang pencipta lagu setelah melihat segerombolan semut dia terinspirasi menciptakan lagu anak-anak 'Semut-semut Nakal" yang pada pertengahan tahun 90-an cukup dikenal dan laku dipasaran. Begitu juga penulis saat ini sedang menyusun CD-rom dan Video CD Pesona Tanaman Rempah dan Obat" yang terinspirasi begitu melihat betapa indahnya keragaan beberapa tanaman rempah dan obat apabila dilihat dari dekat (close up). Oleh karena itu sering-seringlah mengamati lingkungan sekitar kita, misalnya di kantor, di kebun, di rumah, selagi jalan-jalan atau turni keluar kantor, coba pelajari dan pikirkan apa yang dapat kita perbuat dari pengamatan kita itu. Kalau kita mendapat inspirasi namun inspirasi itu tidak bisa direalisasikan maka berkerjasamalah dengan orang lain yang ahli di bidangnya. Misalnya apabila kita terinspirasi ingin membuat karikatur tetapi kita tidak bisa menggambar maka bekerjasamalah dengan orang yang pandai menggambar.
- Item"МАНКОTA DEWA" SI RAJA ОВАТ : Warta Balittro No. 45 Tahun 2002(BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT, 2002-01-01) Taryono dan A. Ruhnayat"Mahkota Dewa" adalah tanaman asli Indonesia dengan nama latin Phaleria papuana atau Phaleria macrocarpa. Sebagaimana tercermin pada salah satu namanya, habitat asli tanaman ini diperkirakan adalah tanah Papua.Namun, dikenalnya sebagai tanaman obat justru bermula darin lingkungan kraton Jawa yaitu Surakarta dan Yogyakarta. Di berbagai daerah ada yang menyebut tanaman ini sebagai Mahkota Raja, Mahkota Ratu, Pusaka Dewa, Derajat, Makuto Dewo dan lainsebagainya. Tanaman ini dilaporkan berkhasiauntuk mengobati berbagai macam penyakit antara lain: kanker,. Liver, ginjal, diabetes, asam usar, rematik, darah tinggi, jantung, lemah syahwat, ketergantungan obat (narkoba), sirosis hati, sakit paru-paru, disentri, alergi, flu, serta berbagai penyakit kulit seperti eksim, gatal-gatal di kepala, jerawat, digigit serangga dan lain-lain. Mungkin karena khasiatnya sebagai obat dengan spektrum yang amat luas itu sehingga orang Banten menyebutnya sebagai raja obat, dan orang Cina menyebutnya pau yang berarti obat pusaka.
- ItemPelatihan Pengelolaan Wisata Agro Tingkat Nasional : Warta Balittro No. 45 Tahun 2002(2002-01-01) Agus RuhnayatDengan naik bis malam jurusan Bogor -Malang saya pergi mengikuti pelatihan ini. Rasa penat dibadan akibat perjalanan yang cukup melelahkan hilang begitu saja sesampainya di hotel Kusuma Agro Wisata. Hotel yang disediakan oleh Panitia ini cukup representatif dengan fasilitas yang cukup lengkap dan letaknya di daerah perbukitan berudara sejuk. Di depan hotel nun jauh di sana engan berselimut kabut berdiri tegak Gunung Arjuna yang gagah dan panorama kota Batu yang indah. Melihat keindahan panorama alam tersebut membuat "gatal" tangan saya untuk segera mengabadikannya melalui tustel dan handycam. Karena masih ada waktu seharian maka waktu luang tersebut saya gunakan untuk jalan-jalan ke Kota Batu dan Malang. Setelah istirahat semalam, keesokan harinya pelatihan dimulai diawali dengan upacara Pembukaan oleh Bapak Sekjen Deptan. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan perkenalan antara pelatih dan peserta serta antar sesama peserta.
- ItemMETODE PEMBIBITAN MENGKUDU PADA BERBAGAI MEDIA ( WARTA BALITRO NO 44 2002 )(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2002-01-01) Sadjim LendriTanaman mengkudu (Morinda citrifolia) merupakan tanaman asli Indonesia, kemudian menyebar ke Asia Tenggara, India, Afrika, Amerika dan Australia. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman untuk bahan baku obat tradisional. Beberapa peneliti baik luar maupun dalam negeri telah banyak yang melakukan penelitian terhadap khasiat mengkudu (Hamid, 2001). Menurut Solomon, dalam Hoesen (2001) buah mengkudu berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit kanker, kolesterol tinggi, jantung, gangguan pencernaan, diabetes mellitus dan meningkatkan daya tahan tubuh. Sedangkan menurut Maat (2001) sari buah mengkudu mempunyai aktivitas anti tumor terhadap model karsinomatosis peritonial Lewis Lung (LLC), dimana pemberian juice mengkudu dapat memperpanjang usia dari mencip inbred singenik yang menderita karsinoma Lewis Lung. Sebagian masyarakat Indonesia telah mengenal tanaman mengkudu, karena sejak zaman nenek moyang sampai sekarang tanaman ini banyak dimanfaatkan untuk obat tradisional (Jauhari dan Tirtoboma, 2001). Saat ini popularitas tanaman tersebut mencuat kepermukaan dikalangan elit dan para ilmuwan di berbagai belahan dunia karena secara empiris tanaman mengkudu diakui keampuhannya didalam menyembuh kan berbagai penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua bagian tanaman mengkudu me-ngandung berbagai unsur dan senyawa yang sangat berguna bagi kesehatan manusi dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit (Jauhari dan Tirtoboma, 2001). Kepopuleran mengkudu tidak dibarengi oleh tehnik budidaya sehingga masyarakat Indonesia hingga saat ini belum memanfaatkan tanaman secara optimal karena belum mengetahui tanaman tersebut baik dari segi manfaat maupun budidaya (Kurniawan, 2001). Di Indonesia tanaman ini tumbuh liar di kampung-kampung dan dipinggir-pinggiran sungai dan halaman rumah tumbuh satu-dua pohon, itupun orang tidak sengaja menanam dalam artian tumbuh sendiri. Dalam hal pembibitan mereka belum mengenal dan mengetahui bagaimana bibit yang baik. Tulisan ini menyajikan metode pembibitan dengan beberapa media tumbuh untuk mengetahui dan memperoleh bibit yang baik.