Warta
Permanent URI for this community
Browse
Browsing Warta by Issue Date
Now showing 1 - 20 of 1358
Results Per Page
Sort Options
- ItemWarta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri Vol. 2 No 2(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1995) Puslitbang PerkebunanTanaman aren merupakan salah satu tanaman industri yang mempunyai banyak kegunaan dan mampu memberikan pendapatan untuk mendukung kesejahteraan keluarga petani secara layak. Untuk mencapai tujuan tersebut, pengembangan budidaya tanaman aren harus dimulai dari penggunaan bahan tanaman (benih) bermutu yang berasal dari pohon-pohon induk unggul terpilih. Secara morfologis, pohon induk aren mampu menghasilkan mayang 6 tandan per pohon. Dalam satu tandan dirangkai oleh sekitar 50 spikelet dan setiap spikelet mempunyai rata-rata 400 buah, dimana dalam satu buah terdiri atas 3 biji aren. Dengan demikian satu po- hon induk aren unggul memiliki kemampuan produksi benih sebanyak 6 tandan X 50 spikelet X 400 buah X 3 butir 360 000 butir. Balai Penelitian Kelapa dan Palma Lain telah memperoleh teknologi benih dimana dapat mengecambahkan sedikitnya 60 % dan 75% kondisi bibit siap salur. Dengan demikian bibit yang dapat disediakan 1 pohon induk aren adalah 60% X 360 000 = 216 000 bibit dan bibit terseleksi sebanyak 75% X 216 000 162 000 bibit.
- ItemWarta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri Vol.1 No.1(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1995) Puslitbang PerkebunanMasuknya kapas ke lahan sawah sudah mendapat izin dari Menteri Per- tanian dengan syarat tidak meng- ganggu kelestarian produksi tanaman kedelai. Untuk mengantisipasi kebi- jaksanaan ini telah disusun suatu paket teknologi usahatani kapas + kedelai pada lahan sawah mulai dari pemilihan varietas, penyiapan lahan, pengaturan pola tanam, penyiangan, pemupukan, pengairan, pengendalian hama dan penyakit serta pengolahan pasca panen. Dengan sudah tersedia- nya teknologi tersebut, maka usaha- tani kapas + kedelai dapat dikem- bangkan pada lahan sawah (vertisol) berpengairan semi teknis. Pola tanam yang umum dilakukan pada lahan sawah semi teknis tersebut adalah: Padi-kedelai 1-palawija lain atau Padi - Palawija bera, yang dapat dirubah menjadi Padi -(kedelai 1 + kapas) palawija2/hortikultura. Berdasarkan analisa usahatani dengan penerapan pola tanam tersebut keuntungan yang diperoleh sebanyak Rp. 1 458 750 per hektar.
- ItemWarta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri Vol. 2 No 1(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1995) Puslitbang PerkebunanPengolahan biji jarak yang dilakukan petani sampai saat ini masih menganut sistem tradisional, sehingga kualitas produk yang dihasilkan belum memenuhi standar anjuran. Pengolahan secara tradisional, menghasilkan persentase biji pecah dan biji tidak sempurna sangat tinggi, masing-masing sebesar 16 dan 56%. Untuk mengatasi masalah ini Balai Penelitian Tembakau dan Tanaman Serat telah merekayasa alat pengupas buah jarak yang dapat digerakkan dengan pedal. Dari uji coba diketahui kapasitas alat pengupas 160 kg/jam biji jarak. Persentase biji pecah 0.8% dan biji tidak terkupas sempurna 9.4%.
- ItemWarta Penelitian dan Perkembangan Tanaman Industri Vol.1 No.2(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1995) Puslitbang PerkebunanSagu (Metroxylon, sp) di Indonesia umumnya masih dianggap tanaman hutan karena sekitar 90% tumbuh dan berkembang secara alami membentuk hamparan hutan sagu. Sekitar 90% dari 1,2 juta hektar hutan sagu di Indonesia berada di Irian Jaya. Dari 92 pabrik pengolahan sagu yang yang ada saat ini di Irian Jaya, diperkirakan eksploitasi hutan sagu setiap hari setara dengan produksi tepung sagu 460 ton. Untuk mengantisipasi masalah ini, Balai Penelitian Kelapa dan Palma Lainnya telah melakukan studi identifikasi dan teknik rehabili- tasi tanaman sagu di Irian Jaya.
- ItemWarta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri Vol.1 No.1(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1995) Puslitbang PerkebunanTanaman lidah buaya relatif mudah dibudidayakan. Daunnya dapat digu- nakan sebagai bahan baku farmasi un- tuk obat luar dan dapat di minum untuk kesehatan tubuh. Sebagai bahan baku kosmetika lidah buaya berguna untuk menjaga kesehatan kulit dan rambut.
- ItemWARTA BALITTRO NO. 32 DAN 33 TAHUN 1995(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1995-01-01) BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
- ItemWARTA BALITTRO NO.34 DAN 35 TAHUN 1996(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1996-01-01) BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBATw
- ItemWARTA BALITTRO NO. 36 DAN 37 TAHUN 1996(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1996-01-01) BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN ОВАТ
- ItemBAYAM SEBAGAI TANAMAN OВАТ : Warta Balittro No. 36 dan 37 Tahun 1996(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1996-01-01) W. CamdenAnda tentulah sudah mengenal bayam sebagai tanaman sayuran. Dari kecil kita semua sudah menyantap sayur bening bayam, pecel, atau tumis bayam. Tetapi tak banyak yang tahu, bahwa bayam bukanlah sekadar sayur sebagai unsur pemenuh gizi empat sehat lima sempurna. Beberapa penelitian menunjukkan, bayam ternyata juga berfungsi sebagai obat. Dengan fungsinya yang meluas sementara pembudidayaannya amat sederhana, membuat bayam amat cocok sebagai tanaman rakyat. Tanaman yang satu ini, memang cocok ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi sekitar 2.000 m di atas permukaan laut. Waktu tanamnya pun relatif singkat, sekitar satu bulan, sementara pengelolaannya tidaklah rumit. Ibaratnya hanya bermodal pot dan benih (terutama untuk yang berlahan sempit), seluruh keluarga bisa ikut menikmati hasilnya. Bayam di Indonesia ada bermacam-macam. Di antaranya yang banyak dimanfaatkan adalah Amaranthus craentus, A hypochondricus, A caudatus, dan A spinosis. Bayam-bayam tu kandungan gizinya cukup tinggi dan menjadi sumber protein nabati yang sangat diperlukan tubuh. Menurut Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI, dalam setiap 100 (seratus) gram bahan didapatkan vitamin A 6,09 SI (satuan standar internasional), vitamin B1 0,10 mg dan vitamin C 80 mg. Selain itu juga tercatat kalori 86,9 gram, mineral kalsium 267,0 mg, fosfor 66,8 mg, lemak 0,5 gram, zat besi 3,9 mg, karbohidrat 6,5 gram, dan protein 3,5 gram. Tentang bayam sebagai tanaman obat itu sendiri, merupakan hasil penelitian yang dilaku-kan oleh Guzman Ladion dari Sanitarium & Hosfital di Manila bekerjasama dengan Physical Therapy Departement Filipina. Penelitian ini berhasil membuktikan manfaat bayam sebagai tanaman obat.
- ItemDAUN KATUK DAPAT MEMPERLANCAR ALIRAN ASI : Warta Balittro NO. 38 Dan39 Tahun 1997(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1997-01-01) (Ny. Nasah)Tanaman katuk (Sauropus albicus) selama ini dikenal sebagai pohon perdudan tumbuhan pagar. Orang Jawa Timur mengenalnya dengan sebutan babing atau katukan dan warga Madura lebih mengenalnya dengan kerahur atau gerager. Dipasar sayur-mayur, katuk duduk sama rendah berdiri sama tinggi dengan bayam dan kacang panjang. Artinya warga tiga sekawan ini tidak jauh berbeda seikatnya. Dimasak (sayur) pun tidak ada perbedaan cara dan bumbu mengolahnya. Apa yang bisa dimasak bagi bayam, bisa pula menggunakan bahan katuk dan kacang panjang, demikian sebaliknya. Yang membedakan ketiganya adalah fungsi dan khasiat obat di dalam kandungannya. Bayam kita kenal sebagai sayuran penyimpan zat besi yang padat. Sementara kacang panjang menyimpan zat penyembuh diabetes yang handal dari jalur sayur-mayur.
- ItemPEMERATAAN PENDAPATAN : Warta Balittro No.38 Dan 39 Tahun 1997(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1997-01-01) H. Ahmad HusnanAjaran Islam, disamping berisikan Apraktek, peribadatan yang bersifat fisik seperti shalat, puasa, haji dan lain-lain, juga berisi ajaran untuk membangun jiwa, membersihkan sikap batin, dari nafsu jahat. juga membentuk pribadi yang luhur dan terarah, jauh dari perbuatan yang merusak, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap masyarakat. Membangun pribadi, dalam arti membangun jiwa supaya bersih dari segala nafsu jahat, sehingga tumbuh kemanusiaan yang tinggi, adalah faktor yang menen tukan dalam menuju suatu masyarakat yang sejahtera. Sebab jika hidup manusia dikuasai oleh nafsu, niscaya akan selalu menimbulkan ketegangan. Baik ketegangan sesama anggota masyarakat, dimana masing-masing hanya mengutamakan ke pentingan diri sendiri, tanpa memperhatikan kepentingan lainnya.
- ItemWARTA BALITTRO NO. 38 DAN 39 TAHUN 1997(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1997-01-01) ВALAI PENENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OВАТ
- ItemMEMBANGUN KERJASAMA DENGAN MITRA DALAM KOMERSIALISASI TEKNOLOGI : Warta Balittro No. 45 Tahun 2002(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2002-01-01) Taryonoadigma pembangunan pertanian saat ini adalah pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing dan berkelanjutan, berkerakyatan dan terdesentralisasi. Untuk menuju ke arah agribisnis yang berdayasaing tidak cukup apabila kita hanya mengandalkan sumberdaya saja atau modal saja, tetapi harus didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Hal ini terlihat dari realita saat ini di mana kita mempunyai sumberdaya yang melimpah seperti lahan, air dan plasma nutfah, tetapi pertanian kita tidak mampu memenuhi kebutuhan kita sendiri seperti beras, jagung, kedelai, kacang tanah, gula, dan lain-lain, termasuk benihnya masih harus diimpor. Ketidakmampuan kita dalam memenuhi kebutuhan sendiri akan produk-produk pertanian disebabkan antara lain oleh rendahnya produktivitas dan efisiensi. Hal ini terjadi antara lain karena IPTEK yang kita hasilkan belum terdifusi dan terdiseminasi secara baik kepada petani. Oleh karena itu Badan Litbang Pertanian, sejak lima tahun terakhir mengembangkan paradigma baru yaitu Komunikasi, Promosi, Diseminasi dan Komersialisasi. Dalam rangka komersialisasi tersebut dibentuklah Kantor Pengelola Kekayaan Intelektual dan Alih Teknologi (KP-KIAT) sebagai jembatan penghubung antara Badan Litbang Pertanian dengan dunia usaha terutama dalafn perlindungan HKI dan pelayanan alih teknologi secara komersial. Namun demikian dukungan infrastruktur kelembagaan untuk alih teknologi tersebut belum kuat, di samping alih teknologi non lisensi belum terakomodasi. Oleh karena itu timbul gagasan untuk membentuk Unit Komersialisasi Teknologi guna mempercepat proses alih teknologi dan komersialisasi, sehingga teknologi baru yandihasilkan Badan Litbang Pertanian cepat diadopsi oleh dunia usaha. Hal ini sesuai dengan Pasal 9 ayat (2) UU No. 18, 2002 bahwa sebagai unsur kelembagaan yang mengaplikasikan IPTEK ke dalam produk barang dan jasa yang memiliki nilai ekonomis, badan usaha litbang memiliki tanggung jawab untuk mendayagunakan investasi pembentukan kemampuan IPTEK agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan negara, antara lain melalui proses alih teknologi kepada dunia usaha. Proses alih teknologi kepada dunia usaha tidaklah mudah, karena tuntutan dunia usaha akan berbagai hal yang meliputi eksklusifitas, keunggulan teknologi, dan nilai ekonominya. Oleh karena itu perlu dilakukan kerjasama kemitraan sejak pengujian pada skala pilot hingga pengujian pada skala industri untuk membuktikan keunggulan teknologi tersebut, mengetahui nilai jualnya dan risiko yang harus ditanggungnya, sehingga dunia usaha yakni bahwa teknologi tersebut layak untuk dikembangkan.
- ItemPerkataan Orang bijak : Warta Balittro No.44 Tahun 2002(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2002-01-01) (Agus Supriatna - Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat)Seorang bijak berkata kalau anda mempunyai satu buah apel dan teman anda mempunyai satu buah jeruk, maka jika di pertukarkan kini anda memiliki satu buah jeruk sedangkan teman anda memiliki satu buah apel. Tapі jika anda memiliki satu buah ilmu pengetahuan dan teman anda memiliki satu buah ilmu pengetahuan juga dan jika dipertukarkan, maka kini anda memiliki duan jenis ilmu p engetahuan dan teman andapun memiliki dua jenis ilmu Pengetahuan. jika di cermati kata-kata di atas, maka betapa kita harus senantiasa berbagi ilmu pengetahuan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kita. Dengan mengembangkan ilmu yang kita miliki dan berbagi dengan yang lain, tidak akan berkurang sedikitpun ilmu yang kita miliki bahkan sebaliknya ilmu yang kita miliki jadi bertambah. Semakin sering kita bertukar ilmu pengetahuan, akan semakin banyak pula ilmu yang kita miliki. Banyak cara yang dapat di lakukan dalam rangka bertukar ilmu p engetahuan seperti diskusi, seminar, dialog atau hanya ngobrol ringan tentang sebuah fenomena atau dengan membaca. Ada satu cerita lain tentang seorang yang melamar pekerjaan menjadi penebang kayu pada sebuah perusahaan. Orang tersebut merasas senang ketika tahu bahwa lamarannya diterima dengan gaji yang lumayan besar. Keesokan harinya dia dengan kapaknya yang besar, mulai bekerja menebang pohon d an d ia berhasil menebang pohon se-banyak 20 buah, Kemudian dilaporkan hasil pekerjaannya kepada bos nya. Bosnya tersenyum puas dengan hasil pekerjaannya seraya memuji "Bagus sekali perkerjaan anda ..." Termotivasi oleh pujian bos nya keesokan harinya dengan penuh semangat ia bekerja lagi tapi kali ini hanya berhasil menebang sebanyak 18 pohon. Tidak puas dengan hasil yang diperoleh,besoknya ian menebang lagi, tapi hanya berhasil 16 pohon, begitu seterusnya dari hari ke hari jumlah tebangannya selalu berkurang dari hasil sebelumnya. Sampai pada suatu hari ia melapor lagi pada bosnya dengan perasaan sedih, "Aduh maaf pak, rupanya jumlah tebangan saya selalu berkurang setiap harinya ...". Dengan tenang bosnya bertanya, "Kapan anda terakhir mengasah "kapak ?". Seperti baru tersadar orang itu menjawab, "Wah, saya lupa..... sudah lama rasanya saya tidak pernah mengasah kapak, karena saya terlalu sibuk dengan pekerjaan saya". Kalau kita ibaratkan bahwa kapak itu adalah otak kita yang selalu kita gunakan dalam menyelesaikan setiap permasalahan dalam pekerjaan kita, kalau tidak pernah kita asah kemampuannya, maka janganlah heran apabila produktivitas kerja kita akan menurun baik kualitas maupun kuantitasnya. Kita akan mengalami kesulitan dalam meningkatkan kualitas pekerjaan kita tanpa didukung oleh ilmu pengetahuan yang sesuai.Dari kedua cerita di atas dapat kita renungkan bahwa kita senantiasa harus selalu memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan, mengasah kemampuan kita dengan cara belajar dan meng "up-grade" kemampuan kita dengan hal-hal yang baru serta senantiasa selalu mengikuti perkembangan. Kita harus sadar bahwa tugas dan tantangan di masa datang semakin berat, membutuhkan energi dan kemampuan yang lebih besar dari pada masa-masa sebelumnya. Hanya dengan proses belajar segala bentuk tantangan dalam pekerjaan akan dapat diatasi. Kita tahu bahwa berkembang nya suatu ilmu pengetahuan dan teknologi dimulai dengan sebuah proses belajar, kemudian di implementasikan dalam sebuah pekerjaan sehingga hasilnya bisa dirasakan oleh semua orang.
- ItemUPAYA-UPAYA YANG PERLU DIPERSIAPKAN UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN OWA TRO : Warta Balittro No.45 Tahun 2002(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2002-01-01) Agus RuhnayatUpaya-upaya yang perlu dipersiapkan agar OWA TRO dapat berjalan sesuai dengan harapan antara lain adalah: a. Perbaikan dan pengembanganKebun Wisata Ilmiah dan petak pamer yang ada dimasing-masing Instalasi Penelitian termasuk sarana dan prasarananya. b. Penyediaan pemandu wisata TRO yang profesional. Hal inidapat dilakukan antara lainmelalui pengiriman karyawanyang berminat menjadi pemandu pada pelatihan yang diadakan oleh instansi/asosiasiyang berkompeten sepertiKantor Menteri Negara Kebudayaan dan Parawisata,Asosiasi Parawisata Indonesia(ASITA), Asosiasi Wisata AgroIndonesia (AWAI), KomisiWisata Agro (KWA) Depertemen Pertanian dan sebagainya.Sedangkan untuk para penelitiyang sudah berpengalamandibidang komoditasnya, untukmenjadi pe-mandu wisata agroTRO tidak akan mengalamikesulitan yang berarti asalkansecara rutin mengikuti perkembangan komoditas yangdigelutinya. c. Melakukan kerjasama dengan pihak-pihak lain yang akan dijadikan objek kunjungan seperti dengan petani, pemilik unit pengolahan, pengusaha/pelaku agribisnis dan sebagainya. d. Melakukan promosi secara intensif. Sistem promosi yang dapat diterapkan antara lain adalah: 1) sistem Gethok Tular atau promosi dari mulu ke mulut, 2) menyebarkan leaflet dan sebagainya ke sekolah, perguruan tinggi, Pemda, perusahaan, LSM dan lain-lain tentang keberadaan OWA TRO, 3) promosi good service image kepada tamu secara maksimal, memberikan kesan yang hangat dengan harapan tamu akan kembali lagi lain waktu, 3) memanfaatkan event/kegiatan/kunjungan tamu-tamu penting negara, sebagai promosi langsung secara efektif dan efisien, 4) kerjasama dengan biro perjalanan wisata/ asosiasi wisata, 5) mengikuti pameran parawisata tingkat regional dan nasional kalau mungkin tingkat internasional, 6) melayani Study Tour pada masa liburan sekolah 7) memberi souvenir produk TRO sebagai 7) memberi souvenir produk TRO sebagangan yang membawa wisatawan lebih dari 100 orang, 8) mengadakan pers-tour bagi mass media cetak maupun elektronik untuk menikmati dan meliput aktivitas wisata secara periodik.
- ItemRUMAH КАСА KITA NASIBMU KINI : Warta Balittro No.45 Tahun 2002(BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT, 2002-01-01) Dadang Rukmananstalasi Penelitian Rumah 1 Kaca merupakan salah satu sarana penunjang untuk kegiattan penelitian dan keberadaanya sangat diperlukan dalam suatu Balai Penelitian. Oleh karena itu Rumah Kaca perlu mendapat perhatian yang serius, baik mengenai kondisi fisik bangunan maupun pemanfaatannya. Fungsi rumah kaca di Balittro diantaranya selain untuk mengoleksi berbagai jenis tanaman rempah dan obat, juga untuk melayani kegiatan penelitian mulai dari persemaian, pembibitan/ perbanyakan bibit sampai skrining hama dan penyakit dan lain-lain. Hasil perbanyakan kultur jaringan, hasil persilangan (hibridisasi) baik secara konvensional melalui per- silangan seksual maupun melalui fusi protoplas, sebelum ditanam di lapangan terlebih dahulu perlu diaklimitasi di rumah kaca untuk penyesuaian kondisi lingkungan.
- ItemBiarkan sang angsa bertelur : Warta Balittro No.45 Tahun 2002(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2002-01-01) Dr. Molide Rizal- Kepala BalittroPara pembaca Warta yang budiman, tidak dinyana dan tidak diduga pada saat detik-detik terakhir Warta akan dicetak Bapak Kepala Balai kita mengirimkan tulisan untuk dimuat di Warta. Oleh Redaksi tulisan tersebut dimasukan ke Rubrik Renungan karena isinya sarat dengan ajakan dan himbauan yang perlu kita renungkan bersama. Beliau mengibaratkan Balittro sebagai seekor angsa yang sedang bersiap untuk meletakkan telur emasnya, kita sebagai pemiliknya tentu saja harus menjaga dan memberi dukungan moril sebaik-baiknya agar jangan sampai angsanya tidak jadi bertelur. Untuk selengkapnya mari kita simak saja penuturan beliau....
- ItemMASALAH TANAMAN PALA DI ACEH SELATAN : Warta Balittro No.45 Tahun 2002(BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT, 2002-01-01) E.A. Wikardi dan SiswantoPara pembaca yang kami cintai, Redaksi juga menerima kiriman oleholeh dari rekan kita yaitu Ibu Ir. Ellyda Abas Wikardi, MS. beliau bersama-sama dengan Ir. Siswanto MPhil. telah melakukan perjalanan yang cukup berani ke daerah "sengketa" yaitu Propinsi Nangroe Aceh Darussalam, pada saat bulan Ramadhan lagi. Ditengah memanasnya konflik antara RI dan GAM kedua rekan kita ini menerobos masuk ke Aceh Selatan khusus untuk melihat pertanaman pala yang ada disana. Bagaimana pengalaman kedua rekan ini selama ada disana? kita simak yuk penuturannya.....
- ItemWaktu Sebagai Sahabat dan "Musuh" Kita : Warta balittro no.45 Tahun 2002(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2002-01-01) H. Denny Tharzomunara pembaca Warta yang kami cintai, Redaksi kali ini mendapat kirimantulisan dari Bapak Drs. H. Denny Tharzomun, beliau mengingatkan kitabetapa pentingnya menghargai waktu. Waktu itu bersifat relatif, kadang kalawaktu semenit terasa berharga apabila kita gunakan untuk kebajikan tetapiwaktu sejam tidak berarti apa-apa apabila kita gunakan untuk kebatilan. Waktu juga bersifat universal, semua yang ada di dunia fana ini terikat olehwaktu. Eh.., jadi lupa waktu nich. Ayo!! kita simak saja penuturan Bapak Haji kita ini .......
- ItemWARTA BALITTRO NO.45 TAHUN 2002(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2002-01-01) BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OВАТ