Buku
Permanent URI for this community
Browse
Browsing Buku by Title
Now showing 1 - 20 of 7671
Results Per Page
Sort Options
- Item100 Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi Daerah Istimewa Yogyakarta(IAARD Press, 2013) Sudarmadji; Kalyki, Rahima; Gunawan; Rustijarno, Sinung; Budhi Lestari, Sri
- Item1000 Teknologi Inovatif dan Penerapan Inovasi Kolaboratif Balitbangtan(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2021) Editor, Ketut Gede Mudiarta, Nurjaman ... [et al]Sektor pertanian menjadi tumpuan pembangunan ekonomi nasional, dan juga dituntut mampu mencukupi kebutuhan pangan nasional, bahkan menjadi sumber pangan bagi dunia, yang saat ini jumlah populasi penduduknya mendekati 10 miliar. Pada sisi lain, sektor pertanian menghadapi tantangan terkait lahan pertanian yang semakin berkurang dan juga fenomena perubahan iklim saat ini. Oleh karena itu, pembangunan pertanian harus berorientasi pada peningkatan efisiensi dan daya saing, sehingga diperlukan penguasaan dan penerapan teknologi inovatif untuk mendukung pembangunan pertanian. Balitbangtan sebagai bagian dari dinamika pembangunan pertanian, senantiasa melakukan penelitian dan pengembangan pertanian berkelanjutan untuk mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern. Kegiatan penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan oleh Balitbangtan meliputi berbagai bidang seperti pemuliaan yang menghasilkan varietas unggul baru ataupun galur serta bibit ternak unggul, penelitian dan pengembangan yang menghasilkan teknologi inovatif bidang budidaya, pascapanen, alat dan mesin pertanian, pestisida, vaksin dan obat-obatan, serta model penerapan teknologi inovatif kolaboratif.
- Item1000 Teknologi Inovatif dan Penerapan Inovasi Kolaboratif Balitbangtan(IAARD Press, 2021) Editor: Ketut Gede Mudiarta, NurjamanBuku ini berisi 1000 teknologi inovatif yang terpilih dari lebih dari ribuan teknologi yang sudah dihasilkan oleh Balitbangtan. Pemilihan teknologi dalam buku tersebut didominasi oleh teknologi yang bernilai Kekayaan Intelektual maupun domain publik yang spesifik lokasi berbasis kearifan lokal. Tujuannya agar dapat menginformasikan kepada masyarakat pertanian dan dunia usaha terkait teknologi yang berpotensi untuk mendukung kegiatan agribisnisnya
- Item1000 Teknologi Inovatif dan Penerapan Inovasi Kolaboratif Balitbangtan(IAARD Press, 2021) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
- Item1001 Masalah Lahan Rawa : Petani Bertanya, Peneliti Menjawab(Balai Penelitian Pertanian lahan Rawa, 2021) Saleh, Muhammad; Mawardi; Noor, Muhammad; Susilawati, Ani; Lestari, Yuli; Sulaeman, Yiyi; Hasbianto, Agus; Agustiani, MalaBuku 1001 Masalah Lahan Rawa: Petani Bertanya, Peneliti Menjawab ini memuat pertanyaan yang disampaikan petani tentang berbagai aspek dalam pengelolaan pertanian lahan rawa, meliputi komponen: pengelolaan air, penataan lahan, penyiapan lahan, pengendalian gulma, pengunaan varietas, pemupukan, pembibitan, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama dan penyakit tanaman, panen dan pasca panen
- Item120 Tahun Penelitian Tanaman Industri(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1998) Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman IndustriPusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, yang berdiri pada tahun 1980 atas dasar SK No. 453/Kpts/Org/6/1980 tanggal 23 Juni 1980, telah melalui proses kelembagaan dalam upaya penyempurnaan baik organisasi maupun mandat, cikal bakalnya adalah yang disebut Cultuurtuin. Perkembangan demi perkembangan kegiatan penelitian tanaman industri, selama kurun waktu 120 tahun dicoba merekam dan menganalisisnya dalam Buku 120 Tahun Penelitian Tanaman Industri ini.
- Item13. V Kompleksitas Permasalahan Lahan Rawa(IAARD Press, 2015) Herman Subagio Muhammad Noor Wahida Annisa Yusuf Izhar Khairullah, Balittra; Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa
- Item2. Uji Resistensi Varietes Lada Terhadap Phytophthora Palmivora in Vitro .Resistance test of black pepper Varieties against P. palmivora in vitro(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-10) D.Sitepu dan Prayitno.Uji resistensi jenis-jenis lada ( piper nigrum) terhadap penyakit, busuk pangkal Batang Yang di sebabkan oleh phytophthora palmivora, telah di lakukan dalam laboratorium, di Natar , lampung. Daun – daun yangb segar dan sehat serta seragam dari 20 jenis lada diinokulasi secara buatan dengan phytophthora kemudian di tumbuhkan dalam emapt khusu dengan suhu kamar.dari 20 jenis yang di uji, ternyata 6 menunjukan sifat toleraj yang baik. Yaitu menurut Urutan: kallivalli, Bangka, Pulau laut , belatung, Lampung daun kecil dan sarmentossum, sedang yang tergolong moderat Adalah Banjarmasin Daun lebar jambi,
- Item25 Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi Provinsi Jambi(Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi, 2012-01) Yanti, Linda; Bobihoe, Julistia; Busyra; Asni, Nur; Zubir; Susilawati, Endang25 Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi Provinsi Jambi merupakan hasil dari beberapa kegiatan BPTP Jambi yang telah berdampak baik bagi pengguna terutama petani. Untuk itu perlu didiseminasikan dan diharapkan dapat tersebar luas serta memberi manfaat bagi para pengguna khususnya di tingkat petani. 25 Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi Provinsi Jambi tersebut dihimpun dari komoditas padi, kedelai, jagung, kentang, perkebunan, pengolahan hasil pertanian, hama penyakit dan peternakan
- Item25 Teknologi Unggulan Agroklimat dan Hidrologi(BSIP Agroklimat dan Hidrologi, 2023-12-01) Hariyanti, Kharmila Sari; Rahmasary, Annisa Noyara; Pujilestari, Nurwindah; Purnamayani, RimaAnomali iklim dan ketersediaan air yang terbatas, mengganggu kestabilan produksi pertanian. Kejadian ini berdampak pada penurunan produktivitas lahan, maupun kualitas produk pertanian yang dihasilkan. Penerapan teknologi pengelolaan iklim dan air pertanian diharapkan dapat menjadi solusi dalam pengembangankawasan pertanian terstandar dan meningkatkan mutu produk yang dihasilkan. Buku 25 Teknologi Agroklimat dan Hidrologi Pertanian diharapkan dapat menjadi acuan untuk mendukung program pengembangan standardisasi produk pertanian. Selanjutnya teknologi terstandar yang dihasilkan nantinya dapat diterapkan oleh seluruh stake holder terutama di bidang pertanian.
- Item3 Tahun Capaian Kinerja Kementerian Pertanian Republik Indonesia(Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik, 2017) Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik; Perpustakaan Sekretariat Jenderal Kementerian PertanianBooklet ini merupakan penjabaran ringkas Capaian Kinerja Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada tahun ketiga kepemimpinan Menteri Pertanian Kabinet Kerja (2014–2019) Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P.
- Item3. Pengembangan Jambu Mete di Daerah Istimewa Yogyakarta(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-10) Rusim MardjonoArtikel ini membahas pengembangan tanaman jambu mete di Daerah Istimewa Yogyakarta yang didukung oleh kondisi iklim yang sesuai, kondisi sosial masyarakat, peluang pasar yang baik, serta bantuan pemerintah. Pengembangan jambu mete bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menghijaukan lahan-lahan kritis. Sentra pengembangan berada di Kabupaten Gunung Kidul, Kulon Progo, Bantul, dan Sleman. Namun, produktivitas tanaman masih belum optimal karena teknik budidaya yang belum sempurna serta kondisi lahan yang berbatu dan miskin unsur hara. Oleh karena itu, peningkatan produksi dapat dilakukan melalui perbaikan teknik budidaya dan pengelolaan lahan agar hasil panen dan kesejahteraan petani meningkat.
- Item313 Kreasi Inspiratif Masyarakat Karomah Pari (Kawasan Rumah Pangan Lestari) di Jawa Tengah(BPTP Jateng / KAN, 2013) Hermawan, Agus; Pramono, Joko; hartoyo, Budi; Dyah Ariani, Forita; Prayudi, Bambang; Ambarsari, Indrie; Jauhari, Sodiq; Subiharta; Qanytah; Sarjana; Sularno; Muryanto; Bahri, Syamsul; Maharso Yuwono, Dian; Suhendra, Tota; Aryana, Citra; Kormalawati; Dewi Anomsari, Selvia; Prasetianti, Dwinta; Kumianto, Heri; Khosiyah, Parti; Fitriana, Nur; Ernawati; Iswanto; Susila, Arif; Anwar, Hairil; Oelviani, Reni; E, Herwinarni Mumpuni; BPTP JatengKaromah Pari merupakan salah satu program strategis Kementerian Pertanian untuk mendorong terciptanya Rumah Pangan Lestari (RPL) dengan memanfaatkan halaman atau pekarangan secara intensif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga. RPL dapat diterapkan pada rumah dengan pekarangan sempit, sedang maupun luas. RPL diupayakan dapat diterapkan bersama-sama dalam satu kawasan, baik RT, RW, dusun, atau desa. Tujuan ideal dari Karomah Pari meliputi: 1)peningkatan keterampilan keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman, ternak dan ikan, serta melaksanakan diversifikasi pangan, pengolahan hasil dan pengolahan limbah rumah tangga menjadi kompos, 2) pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga dan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan secara lestari. 3) pengembangan kegiatan ekonomi produktif sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga, 4) pengembangan sumber benih/bibit untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan pekarangan, pelestarian tanaman pangan lokal untuk masa depan, serta 5) penciptaan lingkungan hijau yang bersih dan sehat secara mandiri.
- Item4 Tahun Go Organic 2010(Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian/PPHP, 2005) Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian/PPHP; Perpustakaan Sekretariat Jenderal Kementerian PertanianSajian informasi 4 Tahun Go Organic 2010 ini merupakan bentuk laporan tentang perjalanan kegiatan pengembangan pertanian organik di Direktorat Jenderal Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Departemen Pertanian yang dimulai sejak tahun 2001.
- Item4. Pengujian Beberapa Varietas Kapas Upland di Daerah Cirebon(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-10) Rusim MardjonoPenelitian ini menguji beberapa varietas kapas upland di Desa Ambit, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon pada tanah aluvial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas DP 16 dan DPSL menghasilkan kapas berbiji paling tinggi dibandingkan varietas lainnya. Kedua varietas tersebut juga memiliki jumlah buah masak per tanaman terbanyak. Sementara itu, bobot 100 biji tertinggi diperoleh pada varietas Carolina Queen dan Reba BTK 12, sedangkan bobot serat bersih per 100 biji tertinggi terdapat pada Carolina Queen dan DP 25. Secara statistik, sebagian besar perbedaan antarvarietas tidak signifikan, sehingga penelitian ini menunjukkan bahwa DP 16 dan DPSL merupakan varietas yang berpotensi memberikan hasil produksi kapas yang lebih baik di daerah Cirebon.
- Item40 Inovasi Kelembagaan Diseminasi Teknologi Pertanian: Catatan Perjalanan 40 Tahun Balitbangtan(IAARD Press, 2014) Syahyuti; Sutater, Toto; Istriningsih; Wuryaningsih, SriTahun ini Balitbangtan memasuki usia ke-empat puluh tahun, dan dalam kiprahnya telah banyak Inovasi Teknologi yang dikenalkan serta dimanfaatkan masyarakat banyak. Selain inovasi teknologi, dalam upaya percepatan penyampaian invensi ke tengah masyarakat, berbagai inovasi kelembagaan juga telah dikembangkan Balitbangtan. Inovasi kelembagaan dalam bentuk model pengembangan, telah berperan nyata dalam proses diseminasi inovasi. Ada beragam inovasi kelembagaan yang telah dimasyarakatkan dan beberapa diantaranya masih dirasakan manfaatnya sampai saat ini. Penyusunan buku 40 inovasi kelembagaan ini dimaksudkan sebagai upaya pendokumentasian semua model pengembangan yang telah dihasilkan dan diterapkan selama ini. Melalui pendokumentasian ini diharapkan didapat pembelajaran berharga bagi kegiatan sejenis ke depan, dan dapat disampaikan apresiasi kepada para pihak yang telah berperan dalam pengembangan model.
- Item400 Teknologi Inovatif Pertanian(IAARD Press, 2013) Purmiyanti, Sri; Supriyadi; Inounou, Ismeth; Hermanto; Bermawie, Nurliana; Hermawanto, V. Rino; Sutater, Toto; Istriningsih; Tresnawati, Kania; Yuliana, Eva; Kailaku, Tigia ElokaSetiap tahun, ratusan invensi telah dihasilkan peneliti dan perekayasa Balitbangtan dan sebagian besar diantaranya telah diterapkan sebagai inovasi unggulan oleh berbagai kalangan. Kebijakan Kementerian Pertanian yang mensyaratkan penyusunan kebijakan berbasis hasil riset, telah menempatkan Balitbangtan dalam posisi strategis dalam pembangunan pertanian ke depan. Pengembangan sistem modeling merupakan salah satu bentuk dari aplikasi hasil riset dalam penyusunan kebijakan pertanian, selain berbagai output lainnya yang juga telah diacu para pihak di lingkup Kementerian Pertanian. Dalam upaya makin mendekatkan hasil penelitian Balitbangtan dengan pengguna, baik yang ada di lingkup Kementerian Pertanian maupun masyarakat luas, kami terus mengembangkan berbagai media diseminasi, sehingga memudahkan akses dan penggunaan invensi yang kami hasilkan. Penerbitan buku “400 Teknologi Inovatif Badan Litbang Pertanian”, merupakan salah satu bentuk dari upaya kami untuk mendiseminasikan hasil invensi Balitbangtan kepada pengguna.
- Item5 Tahun 2001(2001-08) 5 TAHUN BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN SUMATERA UTARADalam regonalisasi pembagunan pertanian,Badan litbang pertanian telah membentuk Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di semua propinsi di indonesia. instusi ini merupakan perpaduan antara unsur penelitian dan penyuluahan,yang akan memberikan perana yang lebih nyata dalam penyediaan dan penyebarluasan teknologi pertanian spesifik lokasi dalam waktu yang relatif singkat guna mempercepat laju pembagunan pertanian di wilayah setempat ,sekaligus mendukung era otonomi daerah.
- Item5. Pengaruh Lama Pelayuan dan Lama Penyulingan terhadap Rendemen dan Mutu Minyak pada Penyulingan Serai Dapur(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-10) Sofyan Rusli, Djajeng Sumangat, dan Imas Sukmini SumiratPenelitian ini mengkaji pengaruh lama pelayuan (0, 1, dan 2 hari) serta lama penyulingan (45, 90, dan 135 menit) terhadap rendemen dan mutu minyak serai dapur menggunakan metode penyulingan air dan uap dengan sistem kohobasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama pelayuan dan penyulingan, rendemen minyak cenderung meningkat, tetapi penyulingan lebih dari 45 menit menurunkan kadar sitral sebagai indikator mutu minyak. Kombinasi pelayuan selama 2 hari dan penyulingan selama 135 menit menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 0,43% dengan kadar sitral 80,27%, sedangkan kadar sitral tertinggi (86,67%) diperoleh pada bahan yang tidak dilayukan dan disuling selama 45 menit dengan rendemen 0,30%. Penelitian ini menunjukkan adanya keseimbangan antara peningkatan hasil minyak dan kualitas minyak berdasarkan lama pelayuan serta penyulingan
- Item50 Teknologi Inovatif Litbang Pascapanen Pertanian(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2012) Badan Penelitian dan Pengembangan PertanianBuku 50 Teknologi Inovatif Litbang Pascapanen Pertanian ini merupakan teknologi inovatif bidang pascapanen pertanian yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian selama kurun waktu tahun 2005 – 2012. Inovasi teknologi yang merupakan hasil kegiatan penelitian dan pengembangan pascapanen pertanian ini, khususnya menekanan pada pengembangan teknologi yang berbasis pada sumber daya lokal dan mendukung program pembangunan pertanian berkelanjutan, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pertanian. Badan Litbang Pertanian menerbitkan buku 50 Teknologi Inovatif Litbang Pascapanen Pertanian ini bertujuan agar menjadi alternatif teknologi yang dapat mempercepat perwujudan visi Badan Litbang Pertanian.