Modul atau Laporan Pendidikan dan Pelatihan Pertanian
Permanent URI for this community
Browse
Browsing Modul atau Laporan Pendidikan dan Pelatihan Pertanian by Subject "A Agriculture/Pertanian::A50 Agricultural research/Penelitian Pertanian"
Now showing 1 - 20 of 24
Results Per Page
Sort Options
- ItemAnalisa Kesuburan Media Tanam Komposit(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2022) Abdul WahidKesuburan media tanam merupakan faktor kunci dalam menentukan keberhasilan pertumbuhan tanaman secara maksimal, baik pada fase vegetatif maupun generatif di dalam green house maupun lahan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status kesuburan tanah pada media tanam komposit berdasarkan indikator kimia tanah yang meliputi karbon organik (C-Organik), rasio C/N, nitrogen total (N Total), dan derajat keasaman (pH) guna memperoleh formulasi komposisi media dengan tingkat kesuburan yang ideal. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, terhitung sejak Maret sampai dengan Mei 2022 bertempat di green house SMK-PP Negeri Banjarbaru. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah survei lapangan yang dikombinasikan dengan uji tanah di Laboratorium Tanah Balittra Kalimantan Selatan. Komposisi media tanam komposit dirancang menggunakan empat variasi perbandingan volume bahan baku organik yang terdiri dari arang sekam bakar, pupuk kandang kambing, dan cocopeat, dengan rincian perlakuan: $M_0$ sebagai sekam bakar murni (kontrol); $M_1$ dengan perbandingan 2:1:1; $M_2$ dengan perbandingan 1:2:1; serta $M_3$ dengan perbandingan 1:1:2. Data analisis laboratorium selanjutnya dievaluasi secara deskriptif dengan membandingkannya terhadap standar kriteria pustaka petunjuk teknis kimia tanah Balai Penelitian Tanah (BPT) 2009. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa media komposit yang dihasilkan secara umum berstatus subur, dicirikan oleh akumulasi nilai kadar C-Organik antara 24,54%–28,26% (kriteria sangat tinggi), kandungan N Total antara 0,74%–1,43% (kriteria sangat tinggi), nilai C/N rasio antara 17,38–33,16 (kriteria tinggi hingga sangat tinggi), dan tingkat kemasaman pH tanah berkisar antara 5,97–6,62 (kriteria agak masam hingga netral). Media komposit dengan karakteristik kesuburan terbaik ditemukan pada perlakuan $M_2$ (sekam bakar, pupuk kandang, cocopeat dengan perbandingan 1:2:1) yang dicirikan oleh kadar C-Organik sebesar 24,86% (sangat tinggi), kandungan N Total tertinggi sebesar 1,43% (sangat tinggi), nilai C/N rasio paling rendah dan ideal sebesar 17,38, serta tingkat pH yang netral yaitu 6,62. Tingginya kadar N Total pada perlakuan $M_2$ berkorelasi langsung dengan dominasi proporsi pupuk kandang kambing di dalam campuran. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa modifikasi media komposit organik sangat efektif dalam meningkatkan hara makro tanah. Sebagai rekomendasi tindak lanjut, komposit dengan nilai C/N rasio tinggi sebaiknya melalui proses fermentasi terlebih dahulu, khususnya pada bahan kotoran kambing, untuk mempercepat proses dekomposisi dan mineralisasi hara di lapangan. Kata Kunci: Media Komposit, Sekam Bakar, Cocopeat, Pupuk Kandang Kambing, Kesuburan Tanah.
- ItemAnalisa Kesuburan Media Tanam Komposit(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2022) Abdul WahidKesuburan media tanam merupakan faktor kunci dalam keberhasilan budidaya tanaman, baik secara konvensional maupun sistem greenhouse. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status kesuburan media tanam komposit berdasarkan parameter C-Organik, N-Total, rasio C/N, dan pH untuk memperoleh komposisi media tanam dengan kriteria kesuburan yang diinginkan. Methodologi yang digunakan meliputi survei lapangan dan uji laboratorium pada empat perlakuan campuran arang sekam, pupuk kandang kambing, dan cocopeat, yaitu: M0 (100% arang sekam/kontrol), M1 (2:1:1), M2 (1:2:1), dan M3 (1:1:2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum media tanam komposit yang dihasilkan berstatus subur dengan rentang C-Organik 24,54%–28,26%, N-Total 0,74%–1,43%, rasio C/N 17,38–33,16, dan pH 5,97–6,62. Perlakuan M2 (sekam bakar + pupuk kandang + cocopeat dengan perbandingan 1:2:1) memberikan kriteria kesuburan terbaik, ditandai dengan C-Organik sangat tinggi (24,86%), N-Total sangat tinggi (1,43%), rasio C/N terendah/paling ideal (17,38), serta pH mendekati netral (6,62).
- ItemBudidaya Kelapa Sawit (Elais Guinensuiss Jacq) di PT. Kintap Jaya Wattindo(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026) Muhammad FarelPraktik Kerja Lapangan (PKL) ini bertujuan untuk mengimplementasikan teori ke dunia kerja nyata, menumbuhkan etos kerja profesional, serta meningkatkan kompetensi teknis di bidang perkebunan kelapa sawit. Kegiatan dilaksanakan selama 6 bulan (Juli hingga Desember 2025) di PT Kintap Jaya Wattindo, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Ruang lingkup kegiatan meliputi: penerapan prosedur Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH); pemeliharaan Tanaman Menghasilkan/TM (pemupukan 5T, penyiangan gulma MHS, penyemprotan ilalang, pembasmian anak kayu, dan sensus produksi); pengendalian hama tikus terpadu menggunakan rodentisida Petrokum; pengelolaan limbah janjang kosong (jangkos) dan pemeliharaan pipa Land Application (LA); penanaman Turnera subulata sebagai tanaman inang musuh alami; manajemen panen (penghitungan AKP, sistem ancak panen, dan pengangkutan TBS ke pabrik/PKS); serta pengisian Buku Kerja Mandor (BKM). Berdasarkan analisis usaha tani perkebunan seluas 5 hektar dengan taksasi panen 120.000 kg TBS pada harga jual Rp3.200,-/kg, diperoleh total penerimaan sebesar Rp384.000.000,- dan total biaya operasional Rp104.750.000,- sehingga menghasilkan pendapatan bersih sebesar Rp279.250.000,- per tahun. Hasil analisis kelayakan menunjukkan nilai Benefit Cost Ratio (B/C Ratio) sebesar 3,66 (B/C > 1), Break Even Point (BEP) produksi sebesar 32.734 kg, dan BEP harga sebesar Rp872,91/kg, yang membuktikan bahwa usaha budidaya kelapa sawit di PT Kintap Jaya Wattindo sangat layak dan menguntungkan untuk dijalankan.
- ItemBUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI PT CITRA PUTRA KEBUN ASRI(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026) LUTFIA ZURAIDAPraktik Kerja Lapangan (PKL) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis budidaya kelapa sawit, menerapkan prosedur Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH), serta memahami manajemen perkebunan dan analisis usaha tani di industri kelapa sawit. Kegiatan dilaksanakan selama 5 bulan (Juli hingga Desember 2025) di PT Citra Putra Kebun Asri (CPKA), Desa Batalang, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Ruang lingkup kegiatan meliputi: persiapan lahan replanting (chipping, pembuatan terasan, dan pemancangan pola mata lima jarak $7,8\text{ m} \times 9\text{ m}$); pembibitan dua tahap (pre-nursery dan main-nursery); penanaman bibit di lapangan dengan pupuk dasar; pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan/TBM (penyisipan, penyiangan gulma manual/chemis, kastrasi, dan pengendalian kumbang tanduk via insektisida/perangkap feromon); pemeliharaan Tanaman Menghasilkan/TM (pemupukan granular/briket, sanitasi piringan, pruning, dan sensus produksi); manajemen panen (penentuan kriteria matang, penghitungan AKP, sistem ancak giring tetap, dan pengangkutan TBS ke PKS); serta pelaksanaan tugas pengawasan kemandoran. Berdasarkan analisis usaha tani per hektar per tahun dengan produksi 22.500 kg TBS pada harga jual Rp3.000,-/kg, diperoleh penerimaan kotor sebesar Rp67.500.000,- dengan total biaya operasional Rp48.303.000,- sehingga menghasilkan keuntungan bersih sebesar Rp19.197.000,-. Hasil analisis menunjukkan nilai Output/Input Ratio (O/I Ratio) sebesar 1,39 (O/I > 1), yang membuktikan bahwa usaha budidaya kelapa sawit di PT Citra Putra Kebun Asri layak dan menguntungkan untuk dijalankan.
- ItemBUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis Guineensis Jacq) DI PT GAWI MAKMUR KALIMANTAN(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026) MUHAMMAD ABROORYPraktik Kerja Lapangan (PKL) ini bertujuan untuk memberikan pengalaman kerja nyata, mengasah keterampilan teknis operasional perkebunan kelapa sawit, menerapkan standar Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH), serta memahami tugas kemandoran dan analisis usaha tani. Kegiatan dilaksanakan selama 6 bulan (Juli hingga Desember 2025) di PT Gawi Makmur Kalimantan (Kebun Barat), Desa Damit Hulu, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Ruang lingkup kegiatan mencakup: penerapan K3LH di lingkungan kerja; penyiapan lahan replanting (chipping, bowling, pembuatan parit konservasi CECT, dan pemancangan pola segitiga mata lima jarak $8,8\text{ m} \times 8,8\text{ m}$); pembibitan bertahap (pre-nursery dan main-nursery); penanaman bibit di lapangan dengan aplikasi pupuk dasar Rock Phosphate; pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan/TBM (penyulaman, kastrasi bunga, penyiangan piringan manual/chemis, dan pengendalian hama Oryctes menggunakan ferotrap serta insektisida); pemeliharaan Tanaman Menghasilkan/TM (pemupukan NPK/dolomit, rawat jalan panen, dan pruning pelepah); manajemen panen (penghitungan AKP, sistem ancak, kriteria buah matang, pencatatan aplikasi E-Panen berbarcode, dan transportasi TBS ke pabrik); serta simulasi tugas pengawasan mandor (LKM). Melalui rangkaian kegiatan ini, siswa berhasil memperoleh kompetensi teknis agronomi dan manajerial yang aplikatif sesuai standar industri perkebunan kelapa sawit.
- ItemBUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI PT KINTAP JAYA WATINDO(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026) Ade Riky KurniawanPraktik Kerja Lapangan (PKL) ini bertujuan untuk mengimplementasikan pengetahuan teoritis ke dalam praktik kerja nyata, menumbuhkan etos kerja dan profesionalisme, serta meningkatkan kompetensi dan keterampilan teknis di bidang budidaya perkebunan kelapa sawit. Kegiatan PKL dilaksanakan selama 6 bulan (Juli hingga Desember 2025) di PT Kintap Jaya Wattindo, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Ruang lingkup kegiatan mencakup pembelajaran komprehensif terkait teknik produksi tanaman kelapa sawit, penerapan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH), pemeliharaan tanaman (pemupukan manual maupun mekanis, pengendalian gulma melalui penyemprotan dan wiping lalang), pengendalian hama dan penyakit terpadu (sensus tikus dan UPDKS), pengelolaan limbah/jangkos (land application), hingga proses panen dan sistem kemandoran. Berdasarkan analisis usaha tani seluas 5 hektar dengan populasi 136 pohon/ha, diperoleh total pendapatan sebesar Rp384.000.000,- dengan total biaya operasional Rp106.118.000,- sehingga menghasilkan pendapatan bersih tahunan sebesar Rp277.882.000,-. Hasil analisis kelayakan menunjukkan nilai Benefit Cost Ratio (B/C Ratio) sebesar 3,62 (B/C > 1) dan Break Even Point (BEP) produksi sebesar 33.162 kg, yang mengindikasikan bahwa usaha tani kelapa sawit tersebut sangat layak dan menguntungkan untuk dijalankan. Selain aspek teknis perkebunan, kegiatan ini juga memperkuat interaksi sosial siswa melalui integrasi partisipasi masyarakat di lingkungan sekitar perkebunan.
- ItemBUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI PT. GAWI MAKMUR KALIMANTAN(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026) Adisti Nanda SalsabilaPraktik Kerja Lapangan (PKL) ini bertujuan untuk menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH), mempelajari tahapan teknis budidaya kelapa sawit secara terpadu, memahami alur bisnis industri perkebunan, serta mengasah soft skill di dunia kerja nyata. Kegiatan magang dilaksanakan pada tanggal 3 Juli hingga 4 Desember 2025 di PT Gawi Makmur Kalimantan (GMK) Kebun Barat, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Ruang lingkup kegiatan mencakup seluruh siklus operasional perkebunan, meliputi persiapan lahan replanting (chipping, deboling, pembuatan parit/saluran konservasi CECT, dan pemancangan pola segitiga dengan SPH 143 pokok/ha), tahapan pembibitan (pre-nursery dan main-nursery), penanaman bibit di lapangan, pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM) melalui sanitasi piringan, pemupukan 4T (four rights), kastrasi, serta pengendalian hama/gulma, manajemen panen (penghitungan Angka Kerapatan Panen/AKP, pembagian ancak, hingga pengangkutan TBS ke TPH/PKS), dan pelaksanaan tugas kemandoran. Berdasarkan analisis usaha tani pada areal seluas 3.827,45 ha, diperoleh rata-rata total biaya TM sebesar Rp23.079.804,- per hektar dengan pendapatan sebesar Rp40.195.000,- per hektar (produktivitas rata-rata 16.078 kg/ha pada harga TBS Rp2.500,-/kg). Hasil analisis finansial menunjukkan nilai Benefit Cost Ratio (B/C Ratio) sebesar 1,7 (B/C > 1), Break Even Point (BEP) produksi sebesar 9.232 kg/ha, dan BEP harga sebesar Rp1.435,-/kg, yang membuktikan bahwa kegiatan budidaya kelapa sawit di PT Gawi Makmur Kalimantan Kebun Barat layak dan menguntungkan secara ekonomis.
- ItemBUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI PT GAWI MAKMUR KALIMANTAN(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026) Muhammad Ridho Rizky AkbariPraktik Kerja Lapangan (PKL) ini bertujuan untuk memberikan pengalaman kerja nyata, mengasah keterampilan teknis operasional perkebunan kelapa sawit, menerapkan standar Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH), serta menganalisis kelayakan usaha tani secara profesional. Kegiatan dilaksanakan selama 6 bulan (Juli hingga Desember 2025) di PT Gawi Makmur Kalimantan (Kebun Barat), Desa Damit Hulu, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Ruang lingkup kegiatan mencakup: penerapan K3LH dan prinsip keberlanjutan (ISPO, RSPO, ISCC); penyiapan lahan replanting (chipping, deboling, lubang CECT, leveling, dan pemancangan pola mata lima $8,98\text{ m} \times 7,78\text{ m}$ dengan SPH 143 pokok/ha); pembibitan dua tahap (pre-nursery dan main-nursery); penanaman bibit di lapangan bersama pupuk dasar Rock Phosphate; pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan/TBM (penyulaman, kastrasi bunga, penyiangan piringan, dan pengendalian hama Oryctes menggunakan ferotrap serta insektisida); pemeliharaan Tanaman Menghasilkan/TM (pemupukan NPK 15-15-15/dolomit, sanitasi piringan, pruning, dan pengukuran vegetatif/LSU); manajemen panen (penghitungan AKP, sistem ancak panen, pengutipan brondolan, grading TBS, aplikasi e-panen, dan pengangkutan ke PKS); serta tugas kemandoran (LKM). Berdasarkan analisis usaha tani pada areal TM seluas 3.827,45 ha dengan produktivitas rata-rata 16.078 kg/ha pada harga jual TBS Rp2.500,-/kg, diperoleh pendapatan sebesar Rp40.195.000,-/ha dengan total biaya operasional Rp23.079.804,-/ha. Hasil analisis kelayakan menghasilkan nilai Benefit Cost Ratio (B/C Ratio) sebesar 1,7 (B/C > 1), Break Even Point (BEP) produksi sebesar 9.232 kg/ha, dan BEP harga sebesar Rp1.435,-/kg, yang membuktikan bahwa usaha budidaya kelapa sawit di PT Gawi Makmur Kalimantan layak dan menguntungkan untuk dijalankan.
- ItemBUDIDAYA TANAMAN KELAPA SAWIT(Elaeiss guineensis Jacq) DI PT GAWI MAKMUR KALIMANTAN (GMK)(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026) MUHAMMAD FIRDAUSPraktik Kerja Lapangan (PKL) ini bertujuan untuk memberikan pengalaman kerja nyata, mengasah keterampilan teknis agribisnis perkebunan kelapa sawit, menerapkan standar Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH), serta mengevaluasi analisis usaha tani secara profesional. Kegiatan dilaksanakan selama 6 bulan (Juli hingga Desember 2025) di PT Gawi Makmur Kalimantan (Kebun Barat), Desa Damit, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Ruang lingkup kegiatan mencakup: penerapan K3LH dan pengelolaan limbah B3/Non-B3; penyiapan lahan replanting (penumbangan mekanis, chipping, pembersihan tunggul/akar, parit CECT, leveling, dan pemancangan pola segitiga $9\text{ m} \times 9\text{ m}$); pembibitan dua tahap (pre-nursery dan main-nursery); penanaman bibit umur 10–12 bulan dengan pupuk dasar Rock Phosphate; pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan/TBM (penyulaman, kastrasi bunga, penyiangan gulma manual/chemis, dan penanganan hama kumbang tanduk dengan ferotrap); pemeliharaan Tanaman Menghasilkan/TM (pemupukan NPK 15-15-15/dolomit, sanitasi piringan, pruning pelepah, dan sensus tanaman produksi); manajemen panen (penghitungan AKP, sistem ancak panen rotasi 12 hari, pengawasan mutu TBS, aplikasi e-panen ber-barcode, dan pengangkutan ke PKS); serta pelaksanaan tugas pengawasan mandor. Berdasarkan analisis usaha tani pada areal TM seluas 3.827,45 ha dengan produktivitas rata-rata 16.078 kg/ha pada harga jual TBS Rp2.500,-/kg, diperoleh pendapatan sebesar Rp40.195.000,-/ha dengan total biaya operasional Rp23.079.804,-/ha. Hasil analisis kelayakan menunjukkan nilai Benefit Cost Ratio (B/C Ratio) sebesar 1,7 (B/C > 1), Break Even Point (BEP) produksi sebesar 9.232 kg/ha, dan BEP harga sebesar Rp1.435,-/kg, yang membuktikan bahwa usaha budidaya kelapa sawit di PT Gawi Makmur Kalimantan layak dan menguntungkan untuk dijalankan.
- ItemBUDIDAYA TANAMANKELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) di PT. CITRA PUTRA KEBUN ASRI(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026) MUHAMMAD ENDRA PRATAMAPraktik Kerja Lapangan (PKL) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis budidaya kelapa sawit, menerapkan standar Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH), memahami manajemen operasional perkebunan, serta menganalisis kelayakan usaha tani. Kegiatan dilaksanakan selama 5 bulan (Juli hingga Desember 2025) di PT Citra Putra Kebun Asri (CPKA), Desa Alur / Desa Batalang, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Ruang lingkup kegiatan mencakup: penyiapan lahan reklamasi bekas tambang (stacking, pembuatan teras, dan pemancangan pola mata lima jarak $9,2\text{ m} \times 7,96\text{ m}$); pembibitan dua tahap (pre-nursery dengan sistem hyplug dan main-nursery); penanaman bibit di lapangan dengan pupuk dasar; pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan/TBM (penyulaman, kastrasi, serta pengendalian kumbang tanduk via Marshal dan perangkap feromon); pemeliharaan Tanaman Menghasilkan/TM (pemupukan granular/briket, penyiangan piringan, penunasan/pruning, dan sensus produksi); manajemen panen (penghitungan AKP, sistem ancak giring tetap, pengawasan mutu tandan, dan pengangkutan TBS ke pabrik); serta pelaksanaan tugas mandor. Berdasarkan analisis usaha tani per hektar untuk siklus 6 tahun TM dengan total produksi 172,8 ton (28,8 ton/ha/tahun) pada harga TBS Rp2.925,-/kg, diperoleh penerimaan kotor sebesar Rp505.440.000,- dengan total biaya operasional Rp120.950.400,- sehingga menghasilkan keuntungan bersih sebesar Rp384.489.600,-. Hasil analisis menunjukkan nilai Output/Input Ratio (O/I Ratio) sebesar 4,17 (O/I > 1), yang membuktikan bahwa usaha budidaya kelapa sawit di PT Citra Putra Kebun Asri sangat layak dan menguntungkan untuk dikembangkan
- ItemEvaluasi Rancang Bangun Budidaya Melon Sistim Machida(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2025) Abdul WahidSistem Machida merupakan salah satu inovasi budidaya melon hidroponik asal Jepang yang berpotensi menghasilkan hingga puluhan buah per tanaman melalui optimalisasi sirkulasi air dan kesehatan akar. Penelitian R&D ini bertujuan untuk merancang, menguji, dan merevisi instalasi budidaya melon hidroponik sistem Machida agar bekerja secara efektif di Teaching Factory (TEFA) SMK-SPP Negeri Banjarbaru. Hasil uji coba lapangan awal memperlihatkan adanya kendala pada ketidakseragaman debit air pada saluran outlet, yang berpotensi menyebabkan ketidakseragaman pertumbuhan tanaman. Berdasarkan evaluasi dan revisi desain, dilakukan tiga perbaikan utama: (1) penggantian pompa submersible dengan daya dorong lebih tinggi (Pompa Lion L-105 debit $\pm2.500–3.000\text{ L/jam}$), (2) pemasangan sistem leveling air otomatis untuk menjaga stabilitas volume larutan nutrisi akibat penyerapan akar, serta (3) penambahan header pipa instalasi (manifold) berdiameter lebih besar untuk meratakan tekanan aliran ke setiap pipa cabang/bak tanam. Penerapan header pipa terbukti mampu menjaga keseragaman suplai nutrisi dan konsentrasi larutan antar-bak. Dengan demikian, rancang bangun instalasi Machida dengan modifikasi header pipa sangat direkomendasikan untuk produksi hidroponik skala menengah hingga besar maupun media pembelajaran praktikum siswa.
- ItemInovasi Kultur Jaringan SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026) Astri Minda LoakPerbanyakan bibit pisang Kepok (Musa x paradisiaca) secara in vitro melalui kultur jaringan sering kali menghadapi kendala penurunan viabilitas planlet pada subkultur lanjutan akibat adanya akumulasi residu sitokinin di dalam jaringan tanaman. Inovasi teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas planlet pisang Kepok dengan menerapkan protokol penurunan konsentrasi BAP (Benzylaminopurine) secara bertahap (step-down) pada setiap siklus pembelahan. Formula media dasar yang digunakan mengacu pada best practice yaitu media Murashige and Skoog (MS) yang diperkaya dengan sukrosa 30 g/L dan agar 7 g/L. Skema optimasi BAP diatur secara periodik per subkultur: (1) Subkultur 1–2 (Tahap Induksi) menggunakan BAP 5 mg/L untuk memecah dormansi eksplan dan memacu pertumbuhan tunas aksiler secara maksimal; (2) Subkultur 3–4 (Tahap Stabilisasi) menggunakan BAP 2,0 mg/L untuk mempertahankan laju multiplikasi sekaligus memicu elongasi tunas; serta (3) Subkultur 5–6 (Tahap Pematangan) menggunakan BAP 0,5–1,0 mg/L guna mempersiapkan planlet masuk ke tahap perakaran. Interval subkultur dilakukan setiap 4–5 minggu di dalam ruang inkubasi bersuhu $25\pm2^\circ\text{C}$, kelembaban 60–70%, dan intensitas cahaya 3000 lux. Hasil penerapan teknologi ini menunjukkan keunggulan nyata dalam mencegah gejala vitrifikasi pada subkultur lanjutan, serta menghasilkan struktur tunas yang lebih hijau, kokoh, dan memiliki sistem pembuluh yang baik. Kendati demikian, kelemahan sistem ini terletak pada diperlukannya standar operasional prosedur (SOP) pencatatan generasi subkultur yang sangat ketat dan keharusan menyiapkan beberapa variasi konsentrasi media secara bersamaan. Saat ini, formula multiplikasi ini diimplementasikan sebagai materi praktikum pembelajaran peserta didik di SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru guna mendukung penyediaan bibit pisang berkualitas. Kata Kunci: Pisang Kepok, Multiplikasi, Benzylaminopurine, Kultur Jaringan, Subkultur Bertahap.
- ItemKarakterisasi Morfologi Delapan Aksesi Anggrek Endemik Kalimantan sebagai Upaya Konservasi Sumber Daya Genetik(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026-01-09) Fofa ArofiPulau Kalimantan merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati anggrek (Orchidaceae) terbesar di kawasan tropis Asia Tenggara dengan tingkat endemisitas mencapai 35–40%. Namun, tekanan deforestasi dan eksploitasi habitat mengancam kelestarian plasma nutfah strategis ini. Karakterisasi morfologi menjadi langkah awal yang krusial untuk mencegah kesalahan identifikasi taksonomi, memperkuat pelindungan hukum, serta mendukung pemuliaan varietas hibrida nasional. Kegiatan ujiwidya ini bertujuan untuk mendokumentasikan, mengkarakterisasi, serta mengidentifikasi karakter penciri kunci dari delapan taksa anggrek yang merepresentasikan variasi morfologi vegetatif dan generatif endemik Kalimantan. Kajian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2025 di Laboratorium SMK-PP Negeri Banjarbaru. Pendekatan penelitian deskriptif kualitatif diterapkan menggunakan panduan skoring 25 parameter morfologi dari Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi). Data morfologi selanjutnya ditransformasikan ke dalam bentuk data biner dan dianalisis klaster menggunakan metode Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean (UPGMA) berbasis jarak Euclidean melalui software NTSYSpc versi 2.02i untuk menghasilkan dendrogram hubungan kekerabatan fenotipik. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa Phalaenopsis amabilis asal Pelaihari dan Phalaenopsis amabilis asal Halong berada pada klaster terdekat dengan tingkat kemiripan fenotipik tertinggi yang dicirikan oleh tipe pertumbuhan monopodial, ketiadaan pseudobulb, dan perakaran lekat. Secara berturut-turut, klaster monopodial ini berkerabat dekat dengan Dipodium scandens, Aerides odorata, dan Vanda dearei. Sementara itu, kelompok epifit simpodial yang diwakili oleh Coelogyne rachusrenii dan Coelogyne pandurata membentuk kelompok terpisah yang tegas berdasarkan keberadaan organ pseudobulb elips sebagai penyimpan cadangan air. Dendrobium anosmum menempati posisi kekerabatan paling jauh (jarak Euclidean tertinggi) akibat kombinasi unik batang silindris linear dan tipe pseudobulb menggantung (drooping). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tipe pertumbuhan (monopodial/simpodial), karakteristik pseudobulb, dan tipe perakaran merupakan komponen penciri utama dalam pengelompokan kekerabatan anggrek. Untuk meningkatkan akurasi resolusi taksonomi, disarankan mengombinasikan data vegetatif ini dengan karakter morfologi generatif bunga yang lengkap serta analisis marka molekuler pada kajian lanjutan. Kata Kunci: Orchidaceae, Karakterisasi Morfologi, UPGMA, Konservasi Plasma Nutfah, Anggrek Kalimantan.
- ItemLaporan Pelaksanaan Pembuatan Perangkap Lalat Buah Menggunakan Atraktan Metil dan Botol Plastik Bekas(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2025) Rizky AmalliaLalat buah merupakan salah satu hama utama pada berbagai komoditas hortikultura yang menyebabkan penurunan mutu, pembusukan, hingga kerontokan buah dini. Sebagai bagian dari komponen Pengendalian Hama Terpadu (PHT), teknik penjebakan mekanis menggunakan senyawa penarik (paraferomon) menjadi solusi yang aman dan efisien. Praktikum ini bertujuan untuk membekali 30 siswa kelas XI ATPH dengan pemahaman konsep PHT, prosedur perakitan alat perangkap ramah lingkungan, serta penerapan protokol Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) penanganan bahan kimia. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Desember 2025 di Laboratorium dan Lahan Praktik SMK-PP Negeri Banjarbaru. Metode pelaksanaan berbasis kerja kelompok, meliputi langkah pembersihan limbah botol plastik, pembuatan 2–4 lubang masuk berhadapan pada sisi botol, pengisian air deterjen di dasar botol sebagai cairan penjebak, penetesan metil eugenol pada kapas gantung tengah, serta pemasangan tiang di bagian tajuk tanaman yang teduh. Evaluasi keberhasilan dinilai melalui rubrik observasi proses kerja kelompok, mutu fisik fungsional perangkap, penerapan K3, serta format lembar monitoring berkala. Hasil praktikum menunjukkan bahwa seluruh kelompok siswa terampil menghasilkan perangkap gantung mandiri yang stabil dan fungsional. Di samping penguasaan kompetensi teknis perlindungan tanaman, kegiatan ini berhasil menumbuhkan sikap kolaboratif, ketelitian, serta kesadaran pemanfaatan limbah plastik. Efektivitas perangkap secara kuantitatif direkomendasikan untuk dievaluasi lebih lanjut melalui pencatatan jumlah serangga berkala setiap 3–7 hari guna mengamati dinamika populasi hama di lapangan. Kata Kunci: Paraferomon, Metil Eugenol, Lalat Buah, Botol Bekas, Pengendalian Hama Terpadu.
- ItemLaporan Pelaksanaan Praktikum Pembuatan Perangkap Atraktan Nanas untuk Kumbang Tanduk (Oryctes Rhinoceros L.) pada Tanaman Kelapa Sawit(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2025) Rizky AmalliaKumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) merupakan salah satu hama penting yang menyerang titik tumbuh tanaman kelapa sawit muda di areal perkebunan. Upaya pengendalian secara fisik dan mekanis melalui pembuatan perangkap dengan pemanfaatan senyawa volatil nabati (atraktan) menjadi alternatif pengendalian yang aman, ekonomis, dan ramah lingkungan. Praktikum ini bertujuan untuk membekali peserta didik kelas XI ATP dengan kompetensi nyata dalam merancang, merakit, dan memasang perangkap atraktan secara fungsional serta menerapkan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lapangan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 September 2025 di Lahan Praktik Guntung Lua, SMK-PP Negeri Banjarbaru, dengan melibatkan 25 peserta didik. Metode pelaksanaan praktikum berbasis kerja kelompok yang meliputi tahapan persiapan alat-bahan, pengukuran dan pemotongan pelat seng, pengeboran wadah ember plastik, perakitan bilah pengarah, penyiapan umpan nanas dalam botol, pembuatan tiang penyangga bambu, hingga instalasi akhir di lahan kelapa sawit. Analisis keberhasilan kegiatan dinilai berdasarkan lembar observasi proses kerja, fungsi awal produk, kepatuhan K3, dan kemandirian penyusunan rencana monitoring berkala. Hasil praktikum menunjukkan bahwa seluruh kelompok berhasil menyelesaikan produk fungsional berupa perangkap gantung kokoh dengan spesifikasi wadah penampung berwarna gelap, bilah pelat seng vertikal sebagai pemutus arah terbang, serta botol berisi potongan buah nanas segar di bagian tengah perangkap. Implementasi praktikum ini berhasil mengembangkan keterampilan teknis (hard skills) perlindungan tanaman serta kompetensi nonteknis (soft skills) berupa kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab lingkungan. Evaluasi efektivitas tangkapan kumbang secara kuantitatif belum dapat disimpulkan pada fase ini dan direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui pengamatan terjadwal minimal dua kali seminggu menggunakan format monitoring harian yang seragam. Kata Kunci: Oryctes rhinoceros, Atraktan Nanas, Perangkap Perkebunan, Kelapa Sawi, SMK-PP Negeri Banjarbaru.
- ItemLaporan Pelaksanaan Praktikum Pembuatan Perangkap Atraktan Nanas untuk Kumbang Tanduk (Oryctes Rhinoceros L.) pada Tanaman Kelapa Sawit(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2025-09-18) Rizky AmalliaPembuatan Perangkap Atraktan Nanas untuk Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros L.) pada Tanaman Kelapa SawitOleh: Rizky Amallia, S.P., M.Sc.Instansi: SMK-PP Negeri Banjarbaru, Pusat Pendidikan Pertanian, BPPSDMP, Kementerian Pertanian Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) merupakan salah satu hama penting yang menyerang titik tumbuh tanaman kelapa sawit muda di areal perkebunan. Upaya pengendalian secara fisik dan mekanis melalui pembuatan perangkap dengan pemanfaatan senyawa volatil nabati (atraktan) menjadi alternatif pengendalian yang aman, ekonomis, dan ramah lingkungan. Praktikum ini bertujuan untuk membekali peserta didik kelas XI ATP dengan kompetensi nyata dalam merancang, merakit, dan memasang perangkap atraktan secara fungsional serta menerapkan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lapangan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 September 2025 di Lahan Praktik Guntung Lua, SMK-PP Negeri Banjarbaru, dengan melibatkan 25 peserta didik. Metode pelaksanaan praktikum berbasis kerja kelompok yang meliputi tahapan persiapan alat-bahan, pengukuran dan pemotongan pelat seng, pengeboran wadah ember plastik, perakitan bilah pengarah, penyiapan umpan nanas dalam botol, pembuatan tiang penyangga bambu, hingga instalasi akhir di lahan kelapa sawit. Analisis keberhasilan kegiatan dinilai berdasarkan lembar observasi proses kerja, fungsi awal produk, kepatuhan K3, dan kemandirian penyusunan rencana monitoring berkala. Hasil praktikum menunjukkan bahwa seluruh kelompok berhasil menyelesaikan produk fungsional berupa perangkap gantung kokoh dengan spesifikasi wadah penampung berwarna gelap, bilah pelat seng vertikal sebagai pemutus arah terbang, serta botol berisi potongan buah nanas segar di bagian tengah perangkap. Implementasi praktikum ini berhasil mengembangkan keterampilan teknis (hard skills) perlindungan tanaman serta kompetensi nonteknis (soft skills) berupa kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab lingkungan. Evaluasi efektivitas tangkapan kumbang secara kuantitatif belum dapat disimpulkan pada fase ini dan direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui pengamatan terjadwal minimal dua kali seminggu menggunakan format monitoring harian yang seragam. Kata Kunci: Oryctes rhinoceros, Atraktan Nanas, Perangkap Perkebunan, Kelapa Sawi, SMK-PP Negeri Banjarbaru.
- ItemModifikasi Pendekatan Saintifik dengan Model Pembelajaran Discovery Learning pada Kompetensi Menyiapkan Benih Tanaman Pangan(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2022) Abdul WahidPembelajaran praktikum di SMK sering kali berfokus pada kemampuan motorik tingkat rendah (level melaksanakan) tanpa optimalisasi berpikir kritis dan kognitif siswa. Tinjauan ilmiah ini bertujuan untuk menguraikan penerapan dan langkah-langkah modifikasi antara pendekatan saintifik (scientific approach) dengan model pembelajaran Discovery Learning pada mata pelajaran Agribisnis Tanaman Pangan (Kelas XI) dengan Kompetensi Dasar Menyiapkan Benih Kedelai (Seed Treatment). Hasil sintesis dan perancangan menunjukkan bahwa penggabungan sintaks Discovery Learning ke dalam kerangka 5M pendekatan saintifik dapat meningkatkan aktivitas siswa dari sekadar mengikuti instruksi menjadi pembentukan pengalaman belajar mandiri dan ilmiah. Langkah-langkah penerapannya meliputi: (1) penjelasan topik pembelajaran seed treatment kedelai, (2) pelaksanaan percobaan secara berkelompok (perlakuan inokulasi tanah bekas kedelai, rhizogin, dan kontrol), (3) pengajuan hipotesis, (4) mengamati/observasi pertumbuhan dan bintil akar, (5) mengasosiasi/mengolah data rerata hasil pengamatan, serta (6) mengomunikasikan hasil temuannya melalui presentasi kelas dan diskusi.
- ItemOPTIMALISASI PENGELOLAAN DOKUMEN SISWA MENGGUNAKAN DASHBOARD INTERAKTIF MELALUI DIGITALISASI ARSIP BERBASIS CLOUD DI SMK-PP NEGERI BANJARBARU(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2025) Humaera Nur AkmaliaPengelolaan arsip dokumen siswa merupakan bagian penting dalam administrasi sekolah. Dokumen-dokumen seperti akta kelahiran, kartu keluarga, SKL/ijazah, maupun dokumen pendukung lainnya menjadi syarat utama dalam proses pendataan siswa serta validasi identitas. Namun, proses penyimpanan arsip dokumen data siswa di sekolah masih belum terdigitalisasi secara optimal. Saat ini, sebagian besar dokumen masih disimpan dalam bentuk fisik tanpa adanya salinan digital hasil pemindaian/scan. Selama ini dokumen-dokumen tersebut hanya disimpan di ordner pada lemari arsip sehingga menyulitkan bagian administrasi pendidikan ketika harus mencari dokumen saat membutuhkan data tersebut untuk keperluan administrasi tertentu. Tujuan dari kegiatan aktualisasi ini adalah dengan membuat sistem untuk mengoptimalkan pengelolaan dan pengarsipan dokumen siswa pada Administrasi Pendidikan SMK-PP Negeri Banjarbaru dengan menerapkan smart ASN dan nilai dasar ASN BerAKHLAK. Kegiatan aktualisasi terdiri dari konsultasi dengan mentor, mencari referensi terkait aplikasi yang digunakan, mengumpulkan scan dokumen siswa, membuat data master siswa, pembuatan dashboard interaktif serta monitoring dan evaluasi terhadap sistem. Digitalisasi arsip menggunakan dashboard interaktif ini diharapkan dapat membuat pengelolaan arsip dokumen siswa menjadi lebih efektif dan efisien serta memudahkan tim Administrasi Pendidikan dalam pencarian dokumen. Selain itu, kegiatan ini menjadi wujud penerapan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif), sekaligus mendukung terwujudnya smart ASN yang profesional, modern, dan solutif berbasis data dan teknologi.
- ItemOPTIMALISASI PENGELOLAAN DOKUMEN SISWA MENGGUNAKAN DASHBOARD INTERAKTIF MELALUI DIGITALISASI ARSIP BERBASIS CLOUD DI SMK-PP NEGERI BANJARBARU(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2025) Humaira Nur AkmaliaRancangan aktualisasi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III Kementerian Pertanian Tahun 2025. Berdasarkan analisis isu di lingkungan SMK-PP Negeri Banjarbaru, ditemukan permasalahan utama yaitu belum optimalnya pengelolaan arsip dokumen data siswa yang selama ini masih disimpan secara manual dan rentan mengalami kerusakan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diusulkan gagasan pemecahan isu berupa "Optimalisasi Pengelolaan Dokumen Siswa Menggunakan Dashboard Interaktif Melalui Digitalisasi Arsip Berbasis Cloud di SMK-PP Negeri Banjarbaru". Kegiatan ini dirancang dengan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) serta kedudukan dan peran ASN untuk mendukung Smart Governance.
- ItemPerbanyakan Anggrek Bulan Pelaihari Secara generatif sebagai Upaya Pelestarian Pasma Nutfah di Kalimantan Selatan(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2022-06-17) Fofa ArofiAnggrek bulan (Phalaenopsis amabilis Blume) Pelaihari merupakan salah satu anggrek spesies endemik Pegunungan Meratus, Kalimantan Selatan, yang sangat populer karena eksotisme dan keunggulannya sebagai induk persilangan. Namun, eksploitasi berlebihan menyebabkan keberadaan anggrek ini di habitat aslinya terancam punah, sehingga diperlukan metode perbanyakan generatif yang efektif untuk menjaga kelestariannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode persilangan terbaik yang mampu menghasilkan buah, mengetahui waktu masak fisiologis buah, mengidentifikasi metode yang menghasilkan biji fertil, serta mendapatkan formulasi media tabur in vitro yang paling sesuai. Kajian eksperimental ini dilaksanakan di SMK-PP Negeri Banjarbaru dari bulan Oktober 2021 hingga Juni 2022. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Taraf perlakuan pertama adalah metode persilangan (selfing dan intercross). Taraf perlakuan kedua adalah variasi media tabur in vitro yang terdiri dari 5 jenis, yaitu: media VW ($M_0$), media MS0 ($M_1$), media alternatif tomat ($M_2$), media $\frac{1}{2}$ MS ($M_3$), dan media MS + $GA_3$ ($M_4$). Parameter yang diamati meliputi keberhasilan pembentukan buah, waktu masak fisiologis, tingkat fertilisasi biji menggunakan mikroskop, dan jumlah planlet/protocorm like bodies (PLB) yang tumbuh. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode persilangan secara selfing maupun intercross memiliki tingkat keberhasilan pembentukan buah sebesar 50%. Waktu yang diperlukan sejak polinasi hingga buah mencapai masak fisiologis sempurna berkisar antara 127–128 hari. Berdasarkan analisis mikroskopis pembesaran 40 kali, hanya metode persilangan selfing yang berhasil menghasilkan biji fertil berembrio (ditandai dengan area gelap di tengah biji), sedangkan biji hasil intercross tidak membentuk embrio secara sempurna. Konsekuensinya, biji hasil intercross tidak ada yang tumbuh pada seluruh perlakuan media tabur. Waktu perkecambahan biji fertil (selfing) tercatat selama 7 minggu setelah tebar. Berdasarkan hasil analisis data, perlakuan media VW ($M_0$) memberikan performa terbaik dengan menghasilkan rata-rata 110 PLB (71% dari total populasi yang tumbuh), disusul oleh media MS + $GA_3$ ($M_4$) yang menghasilkan rata-rata 39 PLB (26%). Media $\frac{1}{2}$ MS ($M_3$) dinilai tidak sesuai karena tidak mampu menumbuhkan biji anggrek sama sekali. Perbanyakan generatif melalui persilangan selfing yang dikombinasikan dengan media tabur VW atau MS + $GA_3$ sangat direkomendasikan untuk pengembangan dan konservasi ex situ anggrek bulan Pelaihari guna menekan laju eksploitasi di alam liar. Kata Kunci: Anggrek Bulan, Persilangan, Media Tabur, In Vitro, Plasma Nutfah.