Modul atau Laporan Pendidikan dan Pelatihan Pertanian
Permanent URI for this community
Browse
Browsing Modul atau Laporan Pendidikan dan Pelatihan Pertanian by Subject "A Agriculture/Pertanian::A01 Agriculture - General aspects/Pertanian Aspek Umum"
Now showing 1 - 4 of 4
Results Per Page
Sort Options
- ItemInovasi Media Video Edukatif Prosedur Praktikum Kultur Jaringan(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026) Sheirinda Akhirusani SamsuriPelaksanaan praktikum kultur jaringan pada pendidikan vokasi pertanian sering kali menghadapi kendala tingginya risiko kesalahan teknis prosedur akibat keterbatasan visualisasi dalam metode instruksi lisan konvensional. Inovasi media video edukatif dirancang sebagai media pembelajaran digital interaktif untuk memberikan panduan visual yang sistematis, runtut, dan mudah dipahami oleh siswa sebelum melakukan kerja nyata di laboratorium. Tujuan dari penerapan teknologi pembelajaran ini adalah untuk meningkatkan efektivitas pemahaman mandiri, meminimalkan kesalahan teknis penggunaan alat-bahan, serta mendukung adaptasi teknologi digital di lingkungan sekolah. Prosedur praktik terbaik (best practice) dalam implementasi teknologi ini disusun melalui enam tahapan berurutan: (1) pelaksanaan pre-test untuk mengukur basis pemahaman awal siswa; (2) penyusunan naskah (script) dan papan cerita (storyboard); (3) perekaman video dokumentasi seluruh tahapan prosedur kultur jaringan di laboratorium; (4) penyuntingan (editing) dan publikasi video; (5) pemanfaatan video sebagai media pembelajaran mandiri pra-praktikum; serta (6) pelaksanaan post-test guna mengevaluasi tingkat peningkatan pemahaman kognitif siswa dan efektivitas media. Syarat implementasi memerlukan perangkat dokumentasi (kamera/telepon genggam, tripod, mikrofon, komputer editing), gawai akses (smartphone/laptop), serta fasilitator materi dari guru atau Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP). Hasil penerapan teknologi ini menunjukkan keunggulan langsung dalam menyajikan materi demonstrasi laboratorium secara visual dan adaptif, serta fleksibel untuk diputar secara berulang guna mendukung metode belajar mandiri. Keterbatasan dari inovasi ini terletak pada ketergantungan terhadap ketersediaan perangkat elektronik penunjang akses serta dibutuhkannya waktu, keterampilan penyuntingan, dan sumber daya khusus dalam proses produksinya. Saat ini, status adopsi video edukatif ini telah disebarluaskan secara internal kepada siswa SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru dan belum menyasar petani adopter luar. Kata Kunci: Video Edukatif, Kultur Jaringan, Media Pembelajaran Digital, Pendidikan Vokasi, Eksperimen Laboratorium.
- ItemPanduan Pelatihan Asesor Kompetensi Sumberdaya Manusia Sektor Pertanian, 22-28 April 2019(Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan, 2019) Balai Besar Pelatihan Pertanian KetindanBuku panduan ini digunakan sebagai acuan oleh penyelenggara, pelaksana maupun peserta pelatihan assesor kompetensi sumberdaya manusia sektor pertanian yang diselenggarakan pada tanggal 22 sampai dengan 28 April 2019 di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Lawang, Malang.
- ItemPenerapan Prinsip Konveksi Udara pada Oven(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026-07-19) Siwi PurwatiPerpindahan panas secara konveksi merupakan salah satu konsep abstrak dalam pembelajaran sains/fisika yang memerlukan visualisasi konkret untuk meningkatkan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mendokumentasikan alat peraga sederhana, aman, dan murah yang mampu mendemonstrasikan fenomena konveksi udara berbasis sirkulasi suhu pada oven makanan secara visual. Alat peraga inovatif ini memanfaatkan kombinasi lilin sebagai sumber panas dan obat nyamuk bakar sebagai indikator visual aliran udara (asap sirkulasi). Metode pembuatan alat peraga meliputi perakitan bejana kaca tertutup yang dilengkapi dengan dua lubang simetris pada bagian penutup untuk meletakkan pipa kaca 1a dan pipa kaca 1b menggunakan lem rekat. Prinsip kerja alat ini mengacu pada hukum fisika di mana udara bersuhu tinggi di atas lilin (pipa 1a) akan memuai, mengalami penurunan massa jenis, lalu bergerak naik. Pergerakan ini memicu udara bersuhu lebih rendah di bagian atas (pipa 1b) untuk turun ke bawah, menarik asap obat nyamuk bakar masuk ke dalam bejana, dan membentuk sirkulasi konveksi yang berkesinambungan. Evaluasi penggunaan menunjukkan bahwa alat peraga ini memiliki keunggulan dalam mengkonkretkan konsep abstrak, meningkatkan fokus sirkulasi sensorik, serta meningkatkan motivasi belajar siswa. Kendati demikian, alat ini memiliki keterbatasan berupa tingkat ketelitian pembuatan yang tinggi, sirkulasi yang tidak sekuat oven asli, serta keharusan penggunaan di dalam ruangan tertutup bebas angin guna menjaga stabilitas api dan arah asap. Alat peraga ini sangat direkomendasikan sebagai media praktikum mandiri maupun demonstrasi bagi guru sains tingkat SMP, SMA, dan SMK dalam merangsang keaktifan belajar berbasis pembuktian visual nyata. Kata Kunci: Alat Peraga, Konveksi Udara, Oven Makanan, Media Pembelajaran IPA, Inovasi Sains.
- ItemTeknik Pembuahan Anggur Impor(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026-07-18) Abdul WahidTeknik Pembuahan pada Tanaman Anggur Impor di Daerah TropisTanaman anggur (Vitis vinifera) merupakan tumbuhan perdu berkayu merambat yang memiliki kecenderungan pertumbuhan vegetatif kontinu apabila dibiarkan tanpa perlakuan khusus, sehingga menghambat fase generatifnya. Artikel ini bertujuan untuk mengulas dua metode utama inisiasi pembungaan pada anggur di daerah tropis, yaitu metode potes pucuk dan metode pruning (pemangkasan produksi), serta tahapan manajemen pemeliharaan prapemangkasan hingga pascaproduksi. Potes pucuk dilakukan dengan memotong 3–5 cm ujung pucuk aktif tanaman sehat dan menyisakan 10–15 helai daun untuk mengalihkan hasil fotosintesis ke pembentukan bunga. Sementara itu, metode pruning diaplikasikan dengan memangkas cabang produksi matang (berwarna cokelat dengan diameter minimal sebesar rokok) dan menyisakan 2–5 mata tunas dari pangkal guna mematahkan dominansi apikal. Keberhasilan kedua teknik ini didukung oleh tiga tahapan persiapan krusial prapemangkasan: pemupukan generatif tinggi fosfor (P) dan kalium (K) selama satu bulan, perlakuan axel break untuk penyeragaman cabang tersier, serta cekaman (stres) air selama dua minggu untuk akumulasi karbohidrat di dalam batang. Pascapemangkasan, mata tunas umumnya pecah pada 7–14 hari, diikuti kemunculan calon dompol bunga pada 14–21 hari, dan bunga mulai mekar dalam waktu 3–5 minggu. Perawatan fase generatif difokuskan pada aplikasi fungisida dan insektisida berkala yang dihentikan satu bulan sebelum panen, penyiraman teratur, serta pemenuhan nutrisi pembesaran buah. Unsur kalium (K) diaplikasikan lewat $KNO_3$ putih atau ZK untuk meningkatkan ukuran buah, kalsium (Ca) untuk memperkuat tekstur kulit, dan magnesium sulfat ($MgSO_4$) untuk memacu tingkat kemanisan. Penerapan seluruh tahapan budidaya ini secara konsisten terbukti efektif menyeragamkan waktu pembungaan, meningkatkan produktivitas, serta menghasilkan kualitas buah anggur impor yang optimal di iklim tropis. Kata Kunci: Anggur Impor, Pruning, Potes Pucuk, Stres Air, Fase Generatif.