Buku
Permanent URI for this community
Browse
Browsing Buku by Subject "A Agriculture/Pertanian::A01 Agriculture - General aspects/Pertanian Aspek Umum"
Now showing 1 - 20 of 194
Results Per Page
Sort Options
- Item120 Tahun Penelitian Tanaman Industri(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1998) Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman IndustriPusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, yang berdiri pada tahun 1980 atas dasar SK No. 453/Kpts/Org/6/1980 tanggal 23 Juni 1980, telah melalui proses kelembagaan dalam upaya penyempurnaan baik organisasi maupun mandat, cikal bakalnya adalah yang disebut Cultuurtuin. Perkembangan demi perkembangan kegiatan penelitian tanaman industri, selama kurun waktu 120 tahun dicoba merekam dan menganalisisnya dalam Buku 120 Tahun Penelitian Tanaman Industri ini.
- Item25 Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi Provinsi Jambi(Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi, 2012-01) Yanti, Linda; Bobihoe, Julistia; Busyra; Asni, Nur; Zubir; Susilawati, Endang25 Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi Provinsi Jambi merupakan hasil dari beberapa kegiatan BPTP Jambi yang telah berdampak baik bagi pengguna terutama petani. Untuk itu perlu didiseminasikan dan diharapkan dapat tersebar luas serta memberi manfaat bagi para pengguna khususnya di tingkat petani. 25 Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi Provinsi Jambi tersebut dihimpun dari komoditas padi, kedelai, jagung, kentang, perkebunan, pengolahan hasil pertanian, hama penyakit dan peternakan
- Item40 Inovasi Kelembagaan Diseminasi Teknologi Pertanian: Catatan Perjalanan 40 Tahun Balitbangtan(IAARD Press, 2014) Syahyuti; Sutater, Toto; Istriningsih; Wuryaningsih, SriTahun ini Balitbangtan memasuki usia ke-empat puluh tahun, dan dalam kiprahnya telah banyak Inovasi Teknologi yang dikenalkan serta dimanfaatkan masyarakat banyak. Selain inovasi teknologi, dalam upaya percepatan penyampaian invensi ke tengah masyarakat, berbagai inovasi kelembagaan juga telah dikembangkan Balitbangtan. Inovasi kelembagaan dalam bentuk model pengembangan, telah berperan nyata dalam proses diseminasi inovasi. Ada beragam inovasi kelembagaan yang telah dimasyarakatkan dan beberapa diantaranya masih dirasakan manfaatnya sampai saat ini. Penyusunan buku 40 inovasi kelembagaan ini dimaksudkan sebagai upaya pendokumentasian semua model pengembangan yang telah dihasilkan dan diterapkan selama ini. Melalui pendokumentasian ini diharapkan didapat pembelajaran berharga bagi kegiatan sejenis ke depan, dan dapat disampaikan apresiasi kepada para pihak yang telah berperan dalam pengembangan model.
- ItemAnalisis dan Penenaggulangan Masalah Pembangunan di Jawa Timur(BPTP Jatim, 2002) SUYAMTO
- ItemAspects Of The Control Of Premature Nutfall Disease Of Coconut, Cocos Nucifera L., Caused By Phytophthora Palmivora (Butler) Butler(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1989) C.P.A. Bennet; O. Roboth; G. SilepuThe coconut palm, Cocos nucifera L., sometimes sheds its fruits before they are mature. This phenomenon, often referred to as premature nutfall, can be due to a number of different causes. Normally, many fruit less than 2 months old are shed as a means overbearing (Menon and Pandalai, 1958; Sampson, 1923).
- ItemBIOMASSA TANAMAN PERKEBUNAN Fisik dan Proksimat serta Konversi Bio dan Termal Biomassa untuk Bioenergi(IAARD Press, 2018) Andi Amran Sulaiman; Muhammad Syakir; Fadjry Djufry; Haris Syahbuddin; Sumanto; Bambang Purwantana; Nur Richana; Bambang PrastowoBiomassa tanaman adalah semua bagian tanaman dari akar sampai pucuk daun. Dinamika dan perkembangan kebutuhan manusia dan perubahan global kondisi dunia menyebabkan kebutuhan atas pangan dan energy menjadi semakin meningkat. Seiring dengan makin terbatasnya sumberdaya, manusia akhirnya kembali memanfaatkan salah satu kekayaan awal kehidupan yaitu biomassa terutama yang berasal dari pertanian dan khususnya tanaman perkebunan yang dinilai cukup melimpah dan sangat potenial. Kebutuhan atas pangan dan energy apabila tidak diperhitungkan secara seksama maka akan menimbulkan ketidak-imbangan lingkungan. Oleh karena itu biomassa pertanian khususnya biomassa perkebunan sudah harus dihitung dengan seksama ketersediaannya, jenis maupun kualitasnya, sehingga degan mudah diketahui cara pemanfaatan yang aman ke depannya.
- ItemBUDI DAYA DAN AGRIBISNIS KEMIRI SUNAN SUMBER BAHAN BAKAR NABATI(IAARD Press, 2014) Muhammad Syakir; Dibyo Pranowo; Maman Herman; Abdul Muis HasibuanKemiri sunan [Reutealis trisperma (Blanco) Airy Shaw] adalah salah satu jenis tanaman penghasil minyak nabati yang sangat potensial untuk bahan baku biodiesel. Minyak nabati dari tanaman ini diharapkan menjadi salah satu sumber energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar biodiesel. Untuk mendukung upaya tersebut, budi daya dan agribisnis tanaman ini perlu diketahui oleh masyarakat. Sebaran kemiri sunan masih terbatas di Jawa Barat sehingga pengembangan tanaman ini secara luas di seluruh wilayah Indonesia memerlukan strategi, perencanaan, dan koordinasi yang baik dari semua pihak terkait. Informasi dalam buku Budi daya dan Agribisis Kemiri Sunan Sumber Bahan Bakar Nabati ini merupakan hasil penelitian Badan Llitbang Pertanian selama lima tahun terakhir.
- ItemBudidaya dan Pasca Panen KAKAO(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2010) Karmawati, Elna; Mahmud, Zaenal; Syakir, Muhammad; Munarso, Joni; Ardana, I Ketut; RubiyoKakao merupakan salah satu produk pertanian yang memiliki peranan yang cukup nyata dan dapat diandalkan dalam mewujudkan program pembangunan per-tanian, khususnya dalam hal penyediaan lapangan kerja, pendorong pengembangan wilayah, peningkatan kesejahteraan petani dan peningkatan pendapatan/ devisa negara. Pengusahaan kakao di Indonesia sebagian besar merupakan perkebunan rakyat. Dalam dua dasawarsa terakhir ini areal kakao Nasional terus menjalani pertumbuhan yang nyata sehingga produksi kakao nasional juga menjalani pertumbuhan yang nyata sehingga produksi kakao nasional juga meningkat seiring dengan peningkatan luas arealnya, namun demikian produktivitasnya stabil bahkan menurun.
- ItemBudidaya dan Pasca Panen KOPI(2010) Prastowo, Bambang; Karmawati, Elna; Rubiyo.; Siswanto.; Indrawanto, Chandra; Munarso, S. JoniTanaman kopi (Coffea sp. ) merupakan salah satu komoditas unggulan nasional. Untuk mendukung pengembangan kopi dan terutama untuk membantu masyarakat yang tertarik kepada tanaman kopi, maka disusun buku ini. Budidaya sampai Pasca Panen kopi perlu diketahui masyarakat untuk menjadi pedoman umum terutama bagi praktisi di lapangan.
- ItemBudidaya dan Pasca Panen Tanaman Aren dan Sagu(Balai Penelitian Kelapa, 1994) Balai Penelitian KelapaSalah satu tujuan pembangunan pertanian Pelita V adalah menganeka ragamkan komoditas pertanian guna menunjang perluasan pašar dan kesempatan kerja. Tanaman palma yang diprogramkan dalam Pelita V adalah Aren, Lontar, Pinang dan Sagu (ANO- NIM, 1989).
- ItemBudidaya dan Pasca Panen TEBU(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2010) Indrawanto, Chandra; Purwono.; Siswanto.; Syakir, Muhammad; Rumini, WidiHingga saat ini Indonesia mengimpor sekitar 2 juta ton gula dengan nilai sekitar US$900 juta setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan gula dalam negeri. Kekurangan pasokan gula di dalam negeri ini disebabkan kurangnya luas areal pertanaman tebu dan rendahnya produktivitas tebu dan rendemen gula yang ada. Penanaman tebu melibatkan banyak petani. Keberhasilan penanaman tebu oleh petani tergantung dari teknik penanamannya. Dengan penerapan teknik penanaman dan pasca panen yang baik akan didapat tingkat produktivitas tebu dan rendemen yang tinggi.
- ItemBudidaya dan Pascapanen Teh(IAARD Press, 2017) Dedi Soleh Effendi; Muhammad Syakir; M. Yusron; Rr. Sri HartatiTanaman teh (Camellia sinensis) pertama sekali dikenal di Cina yaitu di daerah provinsi Yunnan bagian Barat Daya Cina yang memiliki iklim tropis dan sub tropis. Syarat tumbuh untuk tanaman teh adalah kesesuaian iklim, tanah dan elevasi. Iklim. Iklim yang baik untuk pertumbuhan tanaman teh meliputi suhu udara yang berkisar 13 - 15 C, kelembaban relatif pada siang hari > 70%, curah hujan tahunan 2.000 mm, yaitu pada bulan-bulan tanam,curah hujan < 60 mm. Intensitas cahaya tidak boleh terlalu tinggi agar suhu tidak meningkat drastis. karena bila suhu mencapai 30C pertumbuhan tanaman teh akan terhambat. Untuk mengurangi intensitas cahaya, pada ketinggian 400 – 800 m kebun-kebun teh memerlukan pohon pelindung tetap atau sementara. Suhu tinggi juga dapat merusak perakaran tanaman terutama akar di bagian atas. Pemberian mulsa 20 ton/ha diperlukan untuk menurunkan suhu tanah. Angin yang terus menerus dapat menyebabkan daun rontok, disamping itu juga merupakan media penyebaran hama dan penyakit.
- ItemBudidaya Tanaman Jahe(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1990) Balai Penelitian Tanaman Rempah dan ObatJahe merupakan salah satu tanaman obat yang banyak dimanfaatkan dalam industri obat tradisional, disamping itu dapat pula menghasilkan produk-produk jahe segar, bubuk jahe, jahe kering, minyak jahe, jahe asinan dan minuman jahe. Jenis dan cara budidayanya harus disesuaikan dengan tujuan produksi tersebut.
- ItemBudidaya Tanaman Klausena dan Peluang Agribisnisnya Di Sumatera Barat(CV. Gaya Teknik, 1996) Balai Penelitian Tanaman Rempah dan ObatTanaman hasil grafting Clausena excavate Burm, f. (tanaman asli Indonesia) yang dikenal dengan nama "Sicerek" di Sumatera Barat dengan Clausena anisata Hook, f. (berasal dari Afrika tropis) pada saat ini sedang dikembangkan sebagai penghasil minyak atsiri baru Tanaman klausena hasil grafting ini mengandung minyak anethol yang cukup tinggi 91-93% dan mempunyai rasa dan aroma yang spesifik, adalah tanaman yang sangat potensial sebagai substitusi minyak star anis yang dihasilkan oleh tanaman Illicium verum Hook. F., yang berasal dari RRC (terutama ditemui di daerah Cina sebelah Tenggara dan Tonkin. Di Philipina minyak anis berasal dari tanaman Clausena anisum olens Merril, minyak ini banyak digunakan sebagai pencampur minuman penyegar dengan nama "anisados" Sedangkan di Eropa Barat minyak anis digunakan untuk pencampur minuman segar yang biasa digunakan untuk minuman sehari-hari.
- ItemBudidaya Tanaman Obat Introduksi di Indonesia(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1990) Balai Penelitian Tanaman Rempah dan ObatIndonesia merupakan salah satu negara penghasil komoditas obat-obatan yang potensial. Aneka ragam jenis tumbuhan dan tanaman obat telah diproduksi dan dipakai untuk bahan dasar atau bahan baku obat modern (kemoterapi) maupun obat tradisional meliputi jamu dan fitoterapi.
- ItemBuku Angka Tetap Hortikultura Tahun 2024(Direktorat Jenderal Hortikultura, 2025) Penyunting: Dyah Ismayaningrum, Widhiyanti NugraheniDalam upaya penyediaan data yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan, Direktorat Jenderal Hortikultura bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pengumpulan, pengolahan dan publikasi data komoditas hortikultura, yang terdiri dari tanaman sayuran, tanaman buah, tanaman hias (florikultura), dan tanaman Biofarmaka (biofarmaka). Pengumpulan data dilakukan secara berjenjang dari tingkat kecamatan sampai tingkat nasional sehingga dihasilkan data kompilasi atau rekapitulasi untuk provinsi seluruh Indonesia. Pengumpulan data lapang di 38 provinsi dilakukan dengan menggunakan blanko (formulir) Daftar Statistik Pertanian Hortikultura (SPH). Buku “Angka Tetap Hortikultura Tahun 2024” ini merupakan publikasi resmi Direktorat Jenderal Hortikultura hasil sinkronisasi dengan pusat yaitu BPS dan Pusdatin Kementerian Pertanian serta daerah yaitu Dinas Pertanian Provinsi dan BPS Provinsi. Angka Tetap Hortikultura telah mengacu pada prinsip satu data sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019. Data yang disajikan adalah data luas panen, produksi dan rata-rata hasil komoditas hortikultura. Dalam buku ini disajikan juga hasil analisis perkembangan hortikultura baik terhadap tahun sebelumnya maupun secara series lima tahun terakhir yaitu dari tahun 2020 sampai 2024.
- ItemBuletin Vol.3(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1988) Balai Penelitian Tanaman Rempah dan ObatTanaman cengkeh pada blok koleksi tipe Zanzibar dan turunannya, Sikotok dan Ambon yang terdapat di KP Cimanggu diserang oleh penggerek batang Nothopeus spp.
- ItemCetak Sawah : Jaminan Swasembada Pangan Jangka Panjang(Pertanian Press, 2025) Sulaiman, Andi Amran; Husnain; Rukmalasari, Seta; Sarwani, Muhrizal; Syahyuti; Noor, Muhammad; Cahyana, Destika; Mulyani, Anny; Suryani, Erna; Alihamsyah, Trip; Sulaeman, Dede; Pandapotan, Reynold; Ridha, Muhammad Fauzan; Sukiatno, Rizky Purwantoro; Nucahya, YennySeiring dengan pertambahan penduduk di Indonesia kebutuhan pangan terutama beras pun ikut melonjak. Ironisnya, alih fungsi lahan menjadi permukiman, industri, atau infrastruktur tak terhindarkan menggerus luas area persawahan yang produktif. Jika kondisi tersebut tidak segera diatasi, dapat memicu krisis pangan nasional. Perluasan lahan sawah melalui program cetak sawah merupakan solusi jangka panjang untuk menambah lahan pertanian yang telah berkurang akibat alih fungsi lahan. Pembukaan sawah baru ini bertujuan untuk menggantikan lahan yang hilang dan sebagai warisan bagi generasi mendatang. Buku "Cetak Sawah: Jaminan Swasembada Pangan Jangka Panjang" memberikan uraian di balik urgensi cetak sawah dan konklusi jika program ini terlaksana dengan baik. Dalam pelaksanaan program ini, Kementerian Pertanian juga bersinergi dan berkolaborasi dengan melibatkan banyak kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan lainnya termasuk badan, lembaga, perusahaan negara, dan swasta.
- ItemDaftar Alamat Kantor Lingkup Pertanian Pusat dan Daerah 2021(Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, 2021) Gultom, Rumonang; Hasanah, Laelatul; Subehi, Mokhamad; Sulistiyowati, Hety; Uliyah; Abdurahman, Aulia Azhar; Handayani, Kartika Indah; Heruwaty; Martono, Heri DwiBuku ini menyajikan informasi tentang alamat kantor, nomor telepon, faksimile, email, website dan titik koordinat, baik instansi pusat maupun daerah lingkup pertanian provinsi dan kabupaten/kota.
- ItemDampak Pengkajian Teknologi Pengelolaan Usahatani Terpadu Padi Ternak Sapi di Lahan Irigasi Kabuapten Lumajang(BPTP Jatim, 2007) SANTOSO, P.; M. Ali Yusron; Purwanto