Browsing by Author "Syukur, Cheppy"
Now showing 1 - 10 of 10
Results Per Page
Sort Options
- ItemANALISIS KELAYAKAN PENGEMBANGAN USAHATANI VARIETAS UNGGUL KUNYIT (Turino 1, Turino 2 dan Turino 3)(BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09) Ermiati; Syukur, Cheppyelah dilepas tiga varietas unggul kunyit, yaitu Turina 1, 2 dan 3 pada tahun 2005 yang merupakan hasil uji multilokasi di tiga lokasi yang berbeda agro ekologinya, yaitu di daerah Garut, Sumedang dan Subang, mulai dari tahun 2001 sampai tahun 2004. Keunggulan dari ke tiga varietas tesebut, yaitu dari segi produksi dan kadar kurkuminnya tinggi. Potensi produksi Turina 1 (Cudo 21) sebesar 23,87 ton/ha dengan kadar kurkumin tinggi (8,36%). Turina 2 (Cudo 30), sebesar 24,07 ton/ha dengan kadar kurkumin tertiggi (9,95 dan Turina (Cudo 38) dengan produksi tertingi 25,05 ton/ha dan kadar kurkumin 8,55%. Produksi rmasing-masing varietas adaptif dan stabil di dua lokasi (Sumedang dan Subang). Sedangkan kadar kurkuminnya stabil di tiga lokasi. (Garut, Subang dan Sumedang). Namun kelayakar pengembangan usahatani ke tiga varietas tersebut belum diketahui. Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah pengembangan ke tiga varietas unggul kunyit tersebut layak diusahakan secara teknis dan ekonomis menguntungkan. Data yang dikumpulkan meliputi faktor-faktor produksi, biaya faktor produksi, harga jual, penerimaan dan pendapatan. Pendapatan dari usahatani varietas unggul kunyit ini dianalisis dengan analisis pendapatan, sedangkan kelayakan usahataninya dianalisis melalui pendekatan analisis Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (B/C Ratio) dan Internal Rate Of Return (IRR). Hasil analisis finansial menunjukkan, bahwa usahatani ketiga varietas unggul kunyit baik Turina 1, 2 maupun 3 layak dilakukan secara teknis dan menguntungkan secara ekonomis, ini ditunjukkan oleh NPV, B/C Ratio dan IRR masing-masing varietas tersebut positif (+), >1 dan di atas tingkat suku bunga bank yang berlaku (18%/tahun). NPV untuk Turina 1 sebesar Rp 5385 887,-., untuk Turina 2 sebesar Rp 5 449 166,- dan untuk Turina 3 tertinggi, yaitu Rp 5 758 548,-/1000 m². Sedangkan B/C Ratio dan IRR untuk masing-masing varietas sama, yaitu 4 dan 17%/1000 m². Hasil dari analisis sensitivitas (harga benih Rp 5000,-/kg., harga konsumsi Rp 500,-/kg) dan produksi masig-masing varietas tetap, maka titik impas (Break Event Point) untuk Turina 1 terjadi jika harga benih turun sebesar 74,8% (Rp 3 740,-)/kg atau menjadi Rp 1260/kg., untuk Turina 2, terjadı jika harga benih turun sebesar 75% (Rp 3 750,-)/kg atau menjadi Rp 1 250,-/kg dan untuk Turina 3, baru terjadi jika harga benih turun sebesar 76,2% (Rp 3 810,-/kg) atau menjadi Rp 1 190,-/kg.
- ItemEfektivitas Ekstrak Etanol Biji Mimba , Mahoni dan Suren Terhadap Larva Tenebrio Molitor Linnaeus (Tenebrionidae: Coleoptera)(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2020-05) Darwiati, Wida; Darmawan, Ujang Wawan; Syukur, CheppyBiji mimba, mahoni, dan suren mengandung metabolit sekunder yang dapat digunakan sebagai biopestisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan ekstrak biji mimba, mahoni, dan suren terhadap larva uji Tenebrio molitor L. (Tenebrionidae: Coleoptera) pada skala laboratorium.Tahapan penelitian adalah penyiapan ekstrak biji, analisis fitokimia ekstrak, dan pengujian efikasi ekstrak terhadap serangga uji (T. molitor). Biji mimba, suren, dan mahoni yang telah kering (kadar air < 10%) dihaluskan (100 mesh), dimaserasi dengan pelarut etanol 95% selama tujuh jam pada suhu 70 oC, lalu dianalisis kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid/triterpenoidnya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Acak Kelompok, 3 ulangan, masing-masing 10 ekor larva. Faktor pertama adalah tiga jenis ekstrak biji (mimba, suren, dan mahoni), sedangkan faktor kedua adalah lima taraf konsentrasi ekstrak (0 mg.l -1 , 9 mg.l-1 , 15 mg.l-1, 30 mg.l-1 dan 45 mg.l-1). Pengujian keefektifan ekstrak dilakukan pada T. molitor, larva instar ketiga. Hasil analisis fitokimia menunjukkan bahwa biji mahoni mengandung alkaloid dan triterpenoid, pada biji suren terdapat kandungan tannin, alkaloid, steroid/triterpenoid sedangkan pada biji mimba mengandung saponin dan alkaloid. Hasil uji efikasi ekstrak biji mahoni, suren dan mimba efektif menyebabkan kematian secara nyata pada larva T. molitor. Ekstrak etanol biji mimba lebih toksik terhadap larva uji (LC50 = 0,72 mg.l-1), dibandingkan mahoni (LC50 = 5,2 mg.l-1) dan suren (LC50 = 7,02 mg.l-1). Ekstrak biji mimba lebih prospektif dikembangkan sebagai insektisida nabati
- ItemMembangun Kebun Benih Varietas Unggul Akar Wangi(Balittro, 2020-12-12) Syukur, Cheppy; Trisilawati, Octivia; Hadipoentyanti, Endang; Balittro
- ItemPENGARUH PUPUK N DAN POPULASI TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAHE PADA LINGKUNGAN TUMBUH YANG BERBEDA(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2009) Djazuli, Muhamad; Syukur, Cheppy
- ItemPOTENSI DAN MANFAAT KULIT KAYUMANIS (Cinnamomum sp.) SEBAGAI OBAT HERBAL : Warta balittro Vol. 35 No. 69 tahun 2018(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2018-06-01) Syukur, CheppyTanaman kayumanis (Cinnamomum sp.) sudah lama dikembangkan di Indonesia dan merupakan salah satu komoditi rempah yang menjadi barang dagangan utama sejak zaman colonial. Pasar kayumanis dunia diperkirakan akan meningkat dengan semakin banyak diketahuinya manfaat dari kayumanis karena bahan kimia yang terkandung dalam kulit dan minyaknya. Kulit batang (Cinnamomum sp.) dapat dijadikan sebagai obat herbal. Kandungan kimia yang terdapat dalam kulit kayumanis yang di antaranya fenol, terpenoid, saponin dan minyak atsiri yang terdiri dari trans-sinamaldehid (60,72%), eugenol (17,62%) dan kumarin (13,39%). Keberadaan kumarin telah dilaporkan oleh Miller dkk. (1996) yang melihat perbedaan antara dua jenis cinnamon berdasarkan kandungan eugenol dan kumarin. Eugenol terdapat pada true cinnamon dan kumarin terdapat dalam cassia, sedangkan kumarin pada true cinnamon sangat sedikit (trace).Kumarin memiliki aktivitas farmakologi sebagai antikoagulan, menghambat sintesis protombin dan mencegah pembentukan preparat faktor pembekuan darah. Manfaat kayumanis juga sebagai herbal untuk antioksidan, antikoagulan dan antidiabetes serta manfaat lainnya dalam kesehatan.
- ItemRESPON DELAPAN AKSESI KUNYIT (Curcuma domestica) TERHADAP NAUNGAN : Warta balittro Vol 32, No. 63 Juni 2015(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2015-06-01) Syukur, Cheppy; Syahid, Sitti FatimahPenanaman kunyit umumnya dilakukan di bawah naungan atau di tempat ternaungi tanaman tahunan, seperti jati, sengon, atau tanaman keras lainnya. Kondisi tersebut lazim dilakukan petani untuk memanfaatkan lahan yang ada serta meningkatkan nilai tambah usaha tani. Hasil pengujian yang dilakukan di Kebun Percobaan (KP) Cicurug menunjukkan naungan berpengaruh nyata terhadap beberapa komponen pertumbuhan, produksi rimpang, maupun kandungan kurkumin. Analisis kurkumin kunyit pada tanaman berumur 6 bulan di bawah naungan menghasilkan kurkumin yang lebih tinggi (7,38%) dibandingkan pada umur 8 bulan (<7%). Namun, produksi maupun kandungan bahan aktif kunyit pada pertanaman di bawah naungan lebih rendah dibandingkan pertanaman monokultur.
- ItemSeraiwangi Penghasil Minyak Atsiri dan Sumber Pakan Ternak(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2015) Sukamto; Syukur, Cheppy; Syafaruddin; Trisawa, Iwa MaraSeraiwangi (Andropogon nardus L.; Cymbopogon nardus L) merupakan salah satu jenis tanaman minyak atsiri, yang tergolong sudah berkembang. Hasil penyulingan daunnya diperoleh minyak seraiwangi yang dalam dunia perdagangan dikenal dengan nama Citronella Oil. Minyak seraiwangi Indonesia dipasaran dunia terkenal dengan nama “Citronella Oil of Java”. Industri minyak atsiri memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan mengingat Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam penyediaan bahan bakunya. Selain itu pembangunan minyak atsiri akan menimbulkan efek berganda berupa peningkatan pendapatan petani tanaman atsiri, pembukaan lapangan kerja di bidang agroindustri serta pengenalan sistem dan perilaku industri di pedesaan
- ItemTINGKAT KERAGAMAN 12 AKSESI TEMU IRENG (Curcuma aeruginosa Roxb) PADA KARAKTER KUANTITATIF DAN KUALITATIF : Warta balittro Vol. 39 No. 77 tahun 2022(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2022-06-01) Haryudin, Wawan; Setiadi, Adi; Syukur, CheppyTemu ireng merupakan komoditas tanaman obat yang mempunyai peranan penting sebagai bahan baku obat tradisional. Rimpang temu ireng mengandung senyawa aktif saponin, flavonoid, polifenol, guaiane, dan glukan, serta menghasilkan tiga golongan sesquiterpen sebagai zedoarol, curcumenol, dan isocurcumenol. Pengamatan dilakukan terhadap karakter kualitatif dan kuantitatif. Data dianalisa dengan menggunakan analisis klaster. Hasil analisis cluster ke 12 aksesi tersebut mempunyai tingkat keragaman yang bervariasi antara 15,67–89,25 % dengan tingkat jarak (distance level) 2,67–24,89, yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu, kelopok 1 dan II serta beberapa kelompok di bawahnya. Kelompok tersebut dipisahkan oleh karekter panjang daun, tebal daun, lebar daun, tinggi tanaman, panjang batang, lebar batang, dan panjang petiol. Sedangkan pada karakter kualitatif tidak bervariasi, seperti pada karakter morfologi daun, yaitu bentuk tepi daun, bentuk ujung daun, bentuk pangkal daun, bentuk dan warna permukaan daun bagian atas dan bawah, bentuk dan warna batang mempunyai karakter yang sama. Pada karakter kuantitatif mempunyai karakter yang bervariasi, seperti pada karakter tinggi tanaman,jumlah daun dan anakan, panjang dan lebar daun, panjang dan lebar batang, jumlah batang per rumpun dan panjang petiol
- ItemUJI TOKSISITAS EKSTRAK LEMPUYANG GAJAH (Zingiber zerumbet) TERHADAP LARVA UDANG (Artemia salina Leach.)(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2006) Suhirman, Sintha; Hernani, Hernani; Syukur, Cheppy
- ItemVarietas Unggul Seraiwangi, Teknologi Budidaya dan Pasca Panen(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2018-07-12) Syukur, Cheppy; Trisilawati, Octivia; Balittro