Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Siti Khomariyah"

Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Gambaran Penggunaan Enzim di Industri Obat Hewan Melalui Pola Penerimaan Sampel Enzim di Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan
    (Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan, 2005) Siti Khomariyah
    Setelah dilarangnya antibiotic growth promoters (GPs) dalam pakan ternak sejak tahun 2018 yang tertuang pada peraturan perundang-undangan No 18 tahun 2019 tentang Peternakan dan Kesehatan sebagaimana yang sudah di ubah menjadi Undang-Undang No 41 tahun 2014, khususnya pada pasal 22 ayat c yang menyatkan bahwa “setiap orang dilarang menggunakan bahan pakan yang dicampur dengan hormon tertentu atau antibiotic sebagai suplemen”. Dampak penggunaan AGP yang tidak sesuai dapat memicu bahaya Resistensi antibiotik. Tulisan ini menawarkan solusi lainnya dalam pemberian bahan imbuhan lainnya yang dapat diberikan didalam pakan ternak yaitu melalui penambahan enzim. Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan melalui unit uji Farmasetik dan Premiks (FP) menerima sampel enzyme per periode 2020 hingga September 2025. Terdapat 173 sampel enzim yang terdiri dari 121 sampel enzyme tunggal (69,94%) dan 52 sampel enzim kombinasi (30,06%). Terdapat dua jenis enzyme yang sering di temui dalam pengujian yaitu enzim fitase dan xylanase. Enzym sendiri berperan sebagai bahan imbuhan pakan yang membantu proses pencernaan, meningkatkan digestibilitas (daya cerna) pakan dan mengurangi viskositas saluran pencernaan, menurunkan biaya bahan baku pakan serta mengurani produksi ammonia dan limbah lain yang berpotensi mencemari lingkungan.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Monitoring Resistansi Kolistin Pada Escherichia Coli Dari Ayam Broiler Pasca Pelarangan Penggunaan Kolistin Pada Hewan Produksi di Indonesia
    (Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan, 2025) Maria Fatima Palupi; Nurhidayah; Novida Ariyani; Siti Khomariyah; Ambarwati; Indriyana; Anna Miftahul Jannah M.; Emi Rusmiati; Nafisah Idrishanti; Fika Astati Fanani
    Sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia No 09 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Lingkup Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), BBPMSOH memiliki tugas dan fungsi melakukan pemantauan obat dan vaksin hewan dan pengujian resistansi antimikroba. Selain itu, sejalan dengan Surat Edaran Dirjen PKH No 09160/PK.350/F/12/2029 tanggal 09 Desember 2019 tentang Pelarangan Penggunaan Kolistin pada Hewan secara resmi tanggal 01 Juli 2020, Kolistin telah resmi dilarang untuk digunakan di hewan produksi di Indonesia. Hal ini diperkuat lagi dengan penambahan Lampiran 3 pada Permentan No 14/Permentan/PK.350/5/2017 tentang klasifikasi obat hewan. Kolistin sulfat sendiri adalah antimikrob yang sangat penting bagi manusia karena masuk kedalam kategori Highest Priority Critically Important Antimicrobials for Human Medicine Bersama dengan sefalosporin (generasi ke-3, 4 dan 5), kuinolon, glikopeptid, makrolid dan ketolide. Sejak kolistin dilarang penggunaannya pada hewan produksi, belum diketahui efektivitas penurunan tingkat resistansi kolistin pasca pelarangan sejak tahun 2020. Pada pengkajian ini membahas monitoring resistansi kolistin pada ayam broiler dengan target utama bakteri Escherichia coli. Sampel diperleh dari 6 Kabupaten di 5 provinsi di Indonesia. Setiap sampel di uji resistansinya terhadap kolistin menggunakan uji sensitivitas microbroth dilution (MBD), selain itu dilakukan uji patogenesitas dengan menggunakan uji Congo red.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback