Browsing by Author "Rusmin, Devi"
Now showing 1 - 7 of 7
Results Per Page
Sort Options
- ItemKarakteritik Pola Pertumbuhan, Biokimiawi dan Fisiologi untuk Penentuan Umur Panen Rimpang Benih Jahe Putih Besar(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2018-05) Rusmin, Devi; Suhartanto, Muhammad Rahmad; Ilyas, Satriyas; Manohara, Dyah; Widajati, EnyPenggunaan rimpang benih yang masih muda menjadi salah satu kendala dalam budidaya jahe putih besar (JPB). Rimpang jahe muda cepat menyusut bobotnya dan menurun daya tumbuhnya. Percobaan bertujuan untuk mempelajari pola pertumbuhan, perubahan biokimia, dan fisiologi tanaman jahe untuk menghasilkan benih rimpang bermutu. Rimpang benih JPB yang digunakan berumur 9 bulan, telah disimpan selama 2 minggu setelah panen, bobot 30-40 g dengan 2-3 mata tunas, sehat, dan diberi perlakuan benih. Rimpang ditanam di dalam polibag berukuran 60 cm x 60 cm. Penelitian dilakukan secara observasi langsung dan diulang 4 kali, terdiri atas 50 tanaman per ulangan. Pengamatan dilakukan terhadap pola pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, panjang batang semu, jumlah anakan, jumlah daun); perkembangan rimpang (bobot basah dan jumlah rimpang cabang, kadar air, dan berat kering selama pertumbuhan); kandungan pati dan hormon (IAA, giberelin, ABA dan sitokinin) di dalam rimpang; dan viabilitas rimpang benih (daya tumbuh, kecepatan tumbuh, tinggi benih dan bobot kering benih). Hasil penelitian menunjukkan rimpang dari tanaman jahe berumur 7 bulan setelah tanam (BST) sudah memasuki fase pemasakan, secara morfologi rimpang sudah optimal, serta kandungan patinya tidak berbeda dengan rimpang benih umur 8 dan 9 BST. Selain itu, secara fisiologis daya tumbuh rimpang sudah maksimal (100 %), kecepatan tumbuh (4,3 % etmal-1), dan tinggi bibit (33,8 cm), lebih baik dibanding umur 8 (80 %, 2,9 % etmal-1dan 33,7 cm) dan 9 BST (70 %, 2,3 % etmal-1dan 29,4 cm). Penelitian ini mengindikasikan bahwa rimpang dari tanaman jahe yang telah berumur panen 7 bulan dapat digunakan untuk benih.
- ItemPENGARUH PERLAKUAN PENYIMPANAN TERHADAР VIABILITAS RIMPANG TEMU LAWAК (Curcuma xanthorhiza Roxb)(BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Melati; Rusmin, Devi; SukarmanSalah satu kendala budidaya temu lawak (Curcuma xanthorhiza Rox) adalah belum tersedianya benih bermutu, dalam jumlan dan waktu yang tepat. Rimpang temu lawak cepat bertunas, dan mengalami kerusakan/keriput apabila umur umur benih kurang tua dan kondisi ruang simpan kurang memenuhi persyaratan. Untuk memperoleh cara penyimpanan rimpang temu lawak yang tepat telah dilakukan penelitian penyimpanan rimpang secara konvensional dan iradiasi. Percobaan dilaksanakan di laboratorium benih dan gudang penyimpanan benih Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (Balittro). Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 9 perlakuan dengan 4 ulangan dan 50 sampel setiap perlakuan dan ulangan. Perlakuan yang diuji adalah : (1) penyimpanan pada ruang simpan dingin (RH 70 - 80%), (2) penyimpanan di dalam tanah, (3) pengeringan dengan fresh drier, (4) iradiasi dengan sinar У dengan dosis iradiasi 5 krad, (5) iradiasi dengan sinar Y dengan dosis iradiasi 10 krad, (6) radiasi dengan sinar Y dengan dosis liradiasi 15 krad, (7) iradiasi dengan sinar Y dengan dosis iradiası 20 krad, (8) iradiasi dengan sinar Y dengan dosis iradiasi 25 krad, (9) kontrol (rimpang disimpan di rak pada suhu ruang). Pengamatan dilakukan setiap bulan dengan parameter yang diamati adalah kadar air rimpang, penyusutan bobot rimpang, persentase rimpang bertunas, viabilitas rimpang di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air rimpang temulawak cenderung menu run setelah 2 bulan penyimpanan. Kadar air temu lawak tertinggi terdapat pada penyimpanan dalam ruang simpan dingin. Viabilitas rimpang tertinggi adalah rimpang yang disimpan pada suhu rı ang setelah pengeringan dengan fresh drier dengan persentase tumbuh 92,5%, dan rata-rata tinggi tanaman /2,13 cm setelah ditanam umur 2 bulan. Sedangkan pada perlakuan simpan di ruang simpan dingin, dan iradiasi dengan dosis 10 krad, 15 krad, 20 krad dan 25 krad, rimpang sudah tidak tumbuh (mati) setelah penyimpanan 6 bulan.
- ItemPENGARUH PUPUK N DAN P TERHADAP PRODUKSI DAN VIABILITAS BENIH PURWOCENG (Pimpinella pruatjan Molkenb.)(BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Sukarman; Rusmin, Devi; MelatiInformasi tentang perbenihan purwoceng belum banyak diketahui, khususnya teknik produksi dan mutu benih purwoceng akibat pengaruh beberapa dosis pupuk N dan P. Berdasarkan permasalahan tersebut dilakukan penelitian pengaruh dosis pupuk N dan P yang tepat untuk meningkatkan produksi dan mutu benih purwoceng. Penelitian dilakukan di K.P. Gunung Putri, (Jawa Barat), dari bulan Januari sampai bulan Desember 2006. Rancangan perlakuan yang digunakan adalah faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan, yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama 3 taraf pupuk N (ZA): 0 N (0 g ZA/pot), 0,42 N(2 g ZA/pot), dan 0,84N(4 g ZA/pot). Faktor kedua adalah 3 taraf pemberian pupuk P (0 P (0g SP36/pot), 0,36 P (1g SP36/pot), dan 0,72 P (2g SP 36/pot). Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan tanaman (diameter rumpun dan jumlah daun) faktor produksi (waktu berbunga, waktu panen, jumlah tandan, jumlah buah pertandan, dan bobot panen serta mutu benih (daya berkecambah, kecepatan berkecambah, keserempakan tumbuh dan bobot kering kecambah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk N dengan dosis 0,84 g ZA/pot nyata meningkatkan pertumbuhan vegetatif (jumlah daun, diameter tajuk, panjang pelepah dan jumlah pelepah) tanaman purwoceng. Pemberian P tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman purwoceng. Dosis pemupukan N dan P tidak berpengaruh nyata terhadap produksi per tanaman, bobo 100 butir dan viabilitas benih purwoceng
- ItemPENGARUH UKURAN BENIH RIMPANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TEMULAWAK(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2011) Sukarman, Sukarman; Rahardjo, Mono; Rusmin, Devi; Melati, Melati
- ItemPerlakuan Fisik dan Kimia Untuk Menghilangkan Kekerasan Benih Secang(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 1993) Rusmin, Devi; Hasanah, Maharani; -
- ItemTeknologi produksi dan pengawasan mutu rimpang benih jahe putih besar (Zingiber officinale Rosc.)(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2016-04-05) Rusmin, Devi; Sukarman, Sukarman; Wahyudi, Agus
- ItemVIABILITAS BENIH JAHE (Zingiber officinale Rosc.) PADA CARA BUDIDAYA DAN LAMA PENYIMPANAN YANG BERBEDA(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2007) Sukarman, Sukarman; Rusmin, Devi; Melati, Melati