Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Runtunuwu, Eleonora"

Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pemantauan Perubahan Penggunaan Lahan Sawah Melalui Citra Satelit
    (Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2004-10-01) Runtunuwu, Eleonora; Irianto, Gatot; Syahbuddin, Haris; Abidin, Z; Susanti, Erni
    Availability of land is critical in maintaining food security, yet the conversion of productive agricultural land for other uses can still not be protected. Accurate data and information concerning the land conversion are needed. Central Statistic Agency or BPS as the main source of data has provided the land conversion data, which in many cases the accuracy is still under considerable debate. In recent years the satellite imagery has been used by many scientists to monitor detail land use change in varies purposes and scales. Series of Landsat TM of July 1992, July 1997, July 2001, December 2001, April 2002 and land use collected from BPS were used to monitor paddy fields conversion by delineating the recent area of cropping and harvesting in the northern coastal area of West Java in the districts of Karawang, Bekasi, Purwakarta, Indramayu and Subang. Analysis of satellite images provides accurate results in delineating spatial and temporal land use change. In the northern coastal area of West Java, as large as 11.355 ha of productive paddy fields has been converted to other uses during the period of 1992 t0 2001. As the rate of paddy fields conversion in the northern coastal area of West Java has been noted approximately 1.300 ha annually, as large as 26.000 ha of the productive paddy fields will disappear after 20 years. This condition is being a factor, which is very risky for food security development. To avoid this risky, land conversion control must be strengthen and the law enforcing the paddy fields conversion has to be implemented. Key words: paddy fields conversion, satellite imagery, northern coast of west java, spatial and temporal change of land use
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Penyesuaian Pola Dan Kalender Tanam Lahan Sawah Dalam Mensukseskan Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN)
    (Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2007-02-01) Syahbuddin, Haris; Runtunuwu, Eleonora
    Dinamika iklim Indonesia tergambar melalui variabilitas iklim dalam ruang (antar daerah/wilayah, perbedaan topografi) dan waktu (musim, antar musim, tahun dan antar tahun). Tantangan ini kian berat dengan meningkatnya frekuensi anomali iklim bersamaan dengan peningkatan suhu udara dalam dua dekade terakhir yang mengakibatkan perubahan iklim global (global climate change). Perubahan iklim global menyebabkan perubahan pola hujan dan semakin sering terjadinya kondisi iklim ekstrim baik basah maupun kering. Perubahan iklim tersebut sudah tidak menjadi issue saja tetapi sesuatu yang telah terjadi baik secara global (Runtunuwu, 2006), regional maupun lokal (Syahbuddin, et al., 2005). Berkaitan dengan luas tanam padi nasional, menunjukkan bahwa iklim sangat mempengaruhi luasan panen padi baik pada saat El Nino (82/83, 86/87, 87/88, 91-95, 97/98, 02/03, 04/05), La Nina (88/89,98/99,99/00,00/01), maupun bencana alam. Fakta ini menunjukkan perubahan perilaku iklim menyebabkan terjadinya perubahan terhadap luas tanam yang diterapkan petani, yang sangat mempengaruhi produksi. Viet et al., (2001) menyimpulkan bahwa untuk dapat beradaptasi dengan perubahan iklim perlu dilakukan perubahan baik kalender tanam, pola tanam, maupun rotasi penanaman untuk setiap zone agroekologi. Bagi sektor pertanian dampak variabilitas dan ketidakteraturan perilaku serta perubahan iklim tersebut sangat berpengaruh nyata, terutama dalam kaitannya dengan ketersediaan air dan energi bahang (heat energy). Kedua faktor kunci bagi pertumbuhan tanaman tersebut sangat ditentukan oleh curah hujan, radiasi surya dan temperatur yang diterima oleh permukaan tanah dan daun tanaman. Curah hujan baik jumlah, intensitas maupun distribusi akan mempengaruhi aktifitas budidaya pertanian di lahan kering dan beririgasi. Awai musim hujan menentukan ketersediaan air dalam tanah, sungai, situ dan waduk yang dipergunakan untuk pertanian. Penetapan awal musim hujan ini menjadi faktor penting untuk penetapan awal, periode dan areal tanam terutama usahatani tanaman pangan di lahan kering (dry land farming system). Selain itu awal musim hujan juga digunakan oleh petani lahan basah atau sawah (irrigated farming system) minimal sebagai awal persiapan/pengolahan tanah. Di lapang usahatani lahan kering sering menemui kendala air selama masa tanam, khususnya pada kondisi dimana intensitas curah hujan tinggi pada waktu yang pendek atau pada periode kering yang lebih panjang dari normal. Dalam usahatani padi di lahan sawah beririgasi terdapat senjang waktu yang sangat lebar (1-2 bulan) antara awal musim hujan, penggelontoran air waduk ke sawah, dengan awal tanam yang dilakukan oleh petani, seperti di jalur pantura Jawa Barat. Pada kondisi musim kering yang berkepanjangan, seperti El-Nino, awal tanam menjadi lebih mundur dari normal seperti yang teramati pada periode Oktober-November tahun 2006. Program Peningkatan Beras Nasional (P2BN) merupakan program yang mengupayakan agar Indonesia mandiri dalam hal pangan, dalam hal ini beras, sebagai kunci dari ketahanan pangan nasional. P2BN menargetkan produksi beras sobesar 2 juta ton pada tahun 2007 dan peningkatan 5% per tahun sampai tahun 2009, Untuk monunjang P2BN tersebut dirasa perlu penataan ulang pola tanam tanaman pangan melalui kegiatan idontifikasl, dinamisasi dan penyesuaian kalender tanam sejalan dengan fenomena iklim
  • No Thumbnail Available
    Item
    SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI KALENDER TANAM TERPADU
    (Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, ) Ramadhani, Fadhlullah; Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi Jl Tentara Pelajar 1a Bogor 16114; Runtunuwu, Eleonora; Syahbuddin, Haris; Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi Jl Tentara Pelajar 1a Bogor 16114

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback