Browsing by Author "Nurhayati, Hera"
Now showing 1 - 10 of 10
Results Per Page
Sort Options
- ItemMANFAAT DAN STATUS PENGEMBANGAN LAJA GOWAH (Alpinia malaccensis (Burm.f.) Roscoe) SEBAGAI PENGHASIL MINYAK ATSIRI DAN SUMBER PENDAPATAN MASYARAKAT TANI : Warta balittro Vol. 36 No. 72 tahun 2019(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2019-12-01) Sujianto; Nurhayati, HeraLaja gowah (Alpinia malaccensis (Burm.f) Roscoe) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri yang termasuk baru dikembangkan secara komersil di Indonesia. Tanaman ini memiliki banyak manfaat dan kegunaan serta digunakan secara empiris sebagai tanaman obat tradisional maupun sebagai bumbu makanan. Minyak laja gowah mengandung methyl cinnamate alami yang didapatkan dari hasil penyulingan dan menjadi sumber pendapatan masyarakat tani. Meskipun demikian, petani saat ini hanya mengumpulkan rimpang laja gowah sebagai sumber bahan baku penyulingan dari hasil menggali dan mengambil langsung di hutan tanpa upaya budidaya. Selain itu, informasi pengetahuan dan data terkait tanaman laja gowah masih minim dan belum ada dukungan baik dari pemerintah maupun para pelaku lain. Review ini merupakan perpaduan studi pustaka dengan hasil diskusi dengan para pelaku melalui Sujianto* dan Hera Nurhayati Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat E-mail: [email protected] kunjungan lapang ke sentra penyulingan, bertujuan untuk memberikan informasi tentang status pengembangan dan pemanfaatan tanaman laja gowah sebagai tanaman obat yang memiliki khasiat secara empiris, penghasil minyak atsiri dan informasi terkait jalur tataniaga hasil produksi minyak tersebut. Informasi tersebut diharapkan akan mendorong timbulnya gagasan pengelolaan, rantai industri dan pemasaran produk terkait laja gowah secara berkesinambungan (sustainable).
- ItemPENGARUH PEMUPUKAN P dan K TERHADAP PRODUKSI ADAS (Foeniculum vulgare Mill.) : Warta balittro Vol.34 No. 67 Tahun 2017(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2017-06-01) Setiawan; Nurhayati, HeraAdas (Foeniculum vulgare Mill). Amengandung minyak atsiri (oleum foeniculi) 1-6%, dengan komponen aktifnya anisaldehid yang mengandung 50-60% anetol, lebih kurang 20% fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilkhafikol, asam anisat, dan 12% minyak lemak. Kandungan anetol menyebabkan adas mengeluarkan aroma yang khas dan yang berkhasiat karminatif. Akarnya mengandung bergapten, akar dan bijinya mengandung stigmasterin atau serposterin. Peningkatan produksi biji adas dapat dilakukan melalui pemupukan P dan K. Hasil studi menunjukkan pemupukan P dapat meningkatkan produksi biji adas dibandingkan dengan pupuk K. Produksi biji adas pada pemupukan P 100 kg/ha berkisar antara 65,85 - 68,55 kg/ha. Biji adas yang dipupuk P dan K dengan dosis masing-masing 100 kg/ha memiliki kadar minyak dan anetol tertinggi yaitu 4,98% dan 43,92%, namun mutu minyak yang dihasilkan masih lebih rendah dari standar MMI. Untuk meningkatkan produksi adas disarankan tidak hanya menggunakan pupuk anorganik tetapi harus ditambah dengan pupuk organik misalnya biofertilizer.
- ItemPENGGUNAAN PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK PADA BUDI DAYA KUNYIT (Curcuma domestica Val.) : Warta balittro No. 60 tahun 2013(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2013-12-01) Setiawan; Nurhayati, HeraProduksi rimpang kunyit dipengaruhi oleh jumlah dan jenis pupuk yang diberikan. Berdasarkan penelitian, pemberian pupuk organik pada tanaman kunyit belum mampu memberikan hasil yang optimal, tetapi apabila dikombinasikan dengan pupuk anorganik mampu meningkatkan bobot rimpang sebesar 46%.
- ItemPerbenihan dan Budidaya Lada Perdu(Balittro, 2015-12-03) Rukmana, Dadang; Wahyudi, Agus; Nurhayati, Hera; Balittro
- ItemPRODUKSI DAN MUTU RIMPANG GARUT (Maranta arundinacea) DI TIGA LOKASI DENGAN TIGA JENIS TEGAKAN(BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Nurhayati, Hera; Rahardjo, MonoTanaman garut penghasil pati yang dapat tumbuh dengan daerah penyebarannya cukup luas. Patinya mempunyai serat yang lembut sehingga sangat baik dikonsumsi untuk penderita gangguan pencernaan, selain itu pati garut memiliki potensi yang besar sebagai pengganti tepung terigu dan pencampur tepung tapioka yang bermutu tinggi. Tanaman ini biasanya tumbuh di bawah tegakan sehingga cocok dimanfaakan sebagai per gisi lahan kosong di bawah tegakan perkebunan dan hutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lokasi dan jenis tegakan terhadap produksi dan mutu beberapa aksesi garut. Penelitian dimulai dari Desember 2000 sampai Agustus 2001. Tiga lokasi yang dipergunakan untuk penelitian yaitu di (1) Desa Pakuw on, Sukabumi Jawa Barat dengan tegakan tanaman kelapa, (2) Desa Maliran, Blitar Jawa Timui di bawah tegakan tanaman kesambi dan (3) Desa Kalipucung, Blitar Jawa Timur di bawah tegakan tanaman jati. Aksesi yang dipergunakan dalam penelitian adalah; A2, A3, A6, A7, A9, A10, A12, A13, A16, dan A17. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Jarak tanam yang dipergunakan 40 cm x 60 cm, ukuran plot percobaan 3,2 m x 3 m atau 40 tanaman/plot. Pengamatan yang dilakukan meliputi produksi rimpang segar, kadar pati dan serat sebagai parameter mutu pada umur panen 8 bulan setelah tanam (BST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman garut yang ditanam di Pakuwon yang tanahnya lebih subur dan bertekstur liat produksi rimpang dan patinya lebih tinggi dibandingkan dengan di Maliran dan Kalipucung yang tanahnya kurang subur dan bertekstur pasir. Konsistensi daya hasi rimpang garut ke 10 aksesi yang diuji cenderung belum stabil. Aksesi A9, A16 dan A17 daya hasil rimpangnya tidak konsisten di tiga lokasi penanaman, walaupun A17 termasuk tinggi daya hasilnya di Pakuwon dan di Kalipucung, namun terendah di Maliran. Sedangkan Aksesi A3 relatif stabil daya hasilnya di tiga lokasi pengujian, namun daya hasilnya adalah tergolong rendah dibandingkan aksesi lainnya. Aksesi yang relatif stabil dan tinggi daya hasil rimpangnya adalah A2, A6, A7, A10, A12 dan A13.
- ItemRESPON TIGA NOMOR HARAPAN KUNYIT (Curcuma domestica Val.) TERHADAP PEMUPUKAN(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2007) SMD, Rosita; Nurhayati, Hera
- ItemStandar prosedur operasional budidaya jambu biji(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2004) Maslahah, Nur; Nurhayati, Hera; Sofiana, BJambu biji (Psidium guajava.L) merupakan tanaman buah yang sudah dikenal luas masyarakat. Daun dan buahnya bermanfaat sebagai obat demam berdarah karena dapat meningkatkan kadar trombosit darah. Selain itu daunnya digunakan sebagai antidiare. Senyawa aktif pada daun yang berfungsi sebagai anti diare adalah tannin. Ekstrak daun jambu biji dapat digunakan untuk membasmi bakteri/mikroba penyebab diare (Salmonella typhii, E. coli, Shigella dysentriae). Komposisi kimia di dalam daun jambu biji adalah tannin 9 – 12 %, minyak atsiri, minyak lemak dan asam malat. Mengingat fungsinya sebagai obat anti diare dan demam berdarah yang potensial, jambu biji memiliki prospek yang cukup baik dikembangkan sebagai bahan baku industri fitofarmaka.
- ItemStatistik Standardisasi Instrumen Pertanian(Badan Standardisasi Instrumen Pertanian, 2024-12-01) Rohmani, Sri Asih; Nurhayati, Hera; Anggraeni, Anita Trias-
- ItemStatistik Standardisasi Instrumen Pertanian 2024(Badan Standardisasi Instrumen Pertanian, 2025-05-02) Rohmani, Sri Asih; Hendriana, Nandi; Nurhayati, Hera; Tundunsekar
- ItemUJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L.)(BB Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 2016-05-31) Ediningsih; Nurhayati, Hera; Rubiana, Ratna; BPTP JambiDalam penelitian ini telah dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dari ekstrak daun tempuyung (Sonchus arvensis L.). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol (50%, 70% 96%), etanol (50%, 70%, 96%) dan air. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Nilai LC50 yang dperoleh pada ekstrak metanol berturut-turut sebesar 55,53 ; 93,21 ; 238,71 ppm, ekstrak etanol 512,11; 499, 34; 247,09 dan ekstrak air sebesar 4071,25.