Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Ma'mun"

Now showing 1 - 8 of 8
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Identifikasi Pemalsuan Minyak Nilam di Rantai Tataniaga ; buletin litro vol xiv no 2,2003 hlmn ; 17-22
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2003-06-01) Ma'mun
    Pemalsuan dalam perdagangan minyak atsiri telah dilakukan sejak jaman dahulu, yaitu dengan cara menambahkan bahan-bahan asing kedalam minyak atsiri dengan maksud menambah volume, berat minyak atau memenuhi persyaratan mutu tertentu. Bahan-bahan yang biasa dicampur- kan kedalam minyak atsiri diantaranya adalah minyak lemak, minyak tanah, minyak terpentin, minyak keruing dan pelarut organik. Telah dilakukan percobaan di Laboratorium Fisiologi Hasil, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, mulai Januari sampai Maret 2003, untuk mengidentifikasi adanya bahan-bahan pemalsu dalam minyak nilam. Sampel- sampel yang digunakan berasal dari beberapa penyuling, pedagang pengumpul dan eksportir, masing-masing sebanyak lima sampel. Metode identifikasi dilakukan sesuai dengan International Standard Organization. Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa sampel-sampel yang berasal dari penyuling dan pedagang pengumpul sebanyak 40% mengandung lemak, 40 % mengandung minyak keruing dan 20% mengandung pelarut organik. Sementara ditingkat eksportir tidak ditemukan adanya bahan pemalsu yang terkandung dalam minyak nilam.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Karakteristik beberapa Minyak Atsiri Famili Zingiberaceae dalam Perdagangan; buletin litro vol xviii no 2,2006 hlmn ; 91-98
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2006-12-01) Ma'mun
    Tanaman atsiri umumnya diusahakan oleh petani dengan modal dan luasan terbatas serta kebanyakan menggunakan alat penyu- ling yang sederhana, sehingga mutu dan rendemen yang dihasilkan masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status pengusahaan minyak atsiri dan faktor- faktor yang menyebabkan rendemen mi- nyaknya rendah. Penelitian dilakukan pada bulan April Juli 2004 di tujuh Propinsi daerah sentra produksi minyak atsiri dengan menggunakan metoda studi kasus. Hasil pe- nelitian menunjukkan bahwa kondisi alat pe- nyulingan di 7 propinsi kajian, pada umum- nya masih menggunakan teknologi pengolah- an yang sederhana, dimana ketel penyuling- nya terbuat dari bekas drum atau plat besi, kecuali di Propinsi Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah sudah ada yang menggunakan alat penyulingan berteknologi cukup baik/ maju (minyak nilam dan kenanga). Faktor- faktor yang mempengaruhi rendahnya rende- men dan mutu minyak antara lain adalah bahan konstruksi alat penyuling, penyiapan/ penanganan bahan baku dan proses penyu- lingan. me stu On Kata kunci: Status pengusahaan, minyak atsiri, faktor- faktor penyebab, rendemen rendah
  • No Thumbnail Available
    Item
    Penyulingan dan Analisis Beberapa Jenis Minyak Gandapura ; buletin litro vol xvi no 2, 2005 hlmn 83-90
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2005-01-01) Ma'mun
    Minyak gandapura dihasilkan dari daun dan gagang tanaman gandapura (Gaultheria sp.) melalui proses penyulingan. Komponen utama minyak ini adalah senyawa metilsalisilat yang banyak digunakan dalam industri-industri obat- obatan, bahan pewangi, industri makanan dan minuman. Penelitian dilakukan di laboratorium Pengolahan Hasil Balittro pada bulan Juli sampai September 2003. Metilsalisilat dapat juga dibuat secara sintesis dengan reaksi esterifikasi antara metanol dan asam salisilat dengan katalis asam sulfat pekat. Indonesia hingga saat ini masih mengimpor baik minyak gandapura maupun sintetisnya, sementara penyulingan minyak gandapura lokal masih dilakukan secara kecil-kecilan menggunakan alat yang sangat sederhana. Tanaman gandapura tumbuh di daerah pegunungan di Jawa dan Sumatera namun belum dibudidayakan. Percobaan penyulingan minyak gandapura dilakukan pada jenis gandapura daun lebar (G. fragrantissima) asal dataran tinggi Dieng Wonosobo Jawa Tengah dan asal Gunung Gede Jawa Barat, jenis daun kecil (G. procumben) asal Sukamulya Jawa Barat. Minyak karakteristik fisika kimianya dan dibanding- kan dengan minyak gandapura hasil penyulingan lokal, minyak impor dan minyak sintetis. Hasil percobaan menunjuk- kan bahwa gandapura jenis daun lebar asal Gunung Gede rendemen minyaknya lebih tinggi dari jenis yang lain, yaitu 1,20%, akan tetapi kandungan metilsalisilatnya hanya 85,15%. Sedangkan jenis daun lebar asal Dieng Wonosobo menghasilkan minyak sebesar 0,8% dengan kadar metilsalisilat lebih tinggi, yaitu 97,40%. Gandapura jenis yang dihasilkan dievaluasi daun kecil memiliki rendemen minyak maupun kandungan metilsalisilat yang sangat rendah, masing-masing 0,05% dan 38,20%. Penyulingan gandapura lokal hanya menghasilkan minyak 0,10% dengan kandungan metilsalisilat 82,23%. Kandung- an metilsalisilat tertinggi terdapat pada minyak asal impor, yaitu 98,40%, sementara dalam minyak sintetis 97,00%. Hasil evaluasi karakteristik fisika kimia minyak, menunjukkan bahwa minyak hasil percobaan dari jenis daun lebar asal Dieng Wonosobo hampir menyerupai minyak asal impor dan memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia. Kata kunci: Minyak gandapura, penyulingan, analisis
  • No Thumbnail Available
    Item
    PENYULINGAN DAN ANALISIS MINYAK ATSIRI BUAH ANDALIMAN (Zanthoxylum acanthopodicum)
    (BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Suhirman, Sintha; Ma'mun
    Andaliman adalah jenis rempah yang banyak digunakan dalam pengolahan daging atau ikan di daerah Sumatera Utara. Minyak atsiri andaliman mempunyai khas yaitu baunya seperti buah jeruk dan bisa menghilangkan bau amis. Telah dilakukan penelitian penyulingan minyak atsiri dari buah andaliman segar dan kering angin dengan menggunakan cara penyulingan dengan uap air dan analisis minyak menggunakan metode kromatografi gas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui rendemen minyak, komponen kimia dan sifat fisika minyak dari buah andaliman segar dan kering angin. Dalam analisis mutu data yang diperoleh menggurakan data deskriptif yaitu penyulingan diulang tiga kali dengan contoh bahan yang sama. Identifikasi komponen minyak atsiri menggunakan cara pengayaan dengan senyawa autentik komponen. Hasil penelitian menunjukkan rendemen minyak atsiri dari buah andaliman segar dan kering angin, masing-masing adalah 2,86% dan 5,25%. Karakteristik dan komposisi minyak dari buah andaliman yang segar dan kering angin secara keseluruhan diperoleh hasil yang berbeda.
  • No Thumbnail Available
    Item
    PENYULINGAN MINYAK SASSAFRAS SEBAGAI SUMBER SAFROL
    (BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Ma'mun
    Di Amerika Serikat minyak sassafras (sassafras oil) dihasilkan dari akar tumbuhan Sassafras albidum dengan proses penyulingan. Kandurgan minyak atsirinya berkisug antara 5 -9 %. Minyak tersebut mengandung 80 - 90 % senyawa kimia safrol. Safrol merupakan bahan dasar untuk sintesis heliotropin, bahan pewangi penting dalam industri parfum. Di Brazilia, minyak sassafras dihasilkan dari tanaman Ocotea cymbarum, sementara di Cina, Jepang dan Taiwan minyak sejenis itu diperoleh dari fraksinasi minyak camphor yang dihasilkan dari tanaman Cinnamomum camphora dengan kandungan safrol yang lebih rendah. Minyak sassafras terdapat juga dalam tumbuhan Cinnamomum sintok (kayu sintok) yang banyak tumbuh dibeberapa daerah di Indonesia dengan nama yang berbeda-beda, yaitu pakanangi di Sulawesi Tengah, kayu gadis di Bengkulu dan pahawas di Kalimantan Timur. Penelitian penyulingan dan analisis bertujuan untuk mengkaji kandungan minyak sassafras dari ketiga daerah tersebut. Metode untuk penentuan rendemen minyak adalah penyulingan uap air, untuk karakteristik minyak menggunakan metode Standar Nasional Indonesia dan kandungan kadar safrol ditentukan dengan metode kromatografi gas. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kadar minyak dari kayu sintok asal Sulawesi Tengah rata-rata 7,60 %; asal Bengkulu 4,50% dan asal Kalimantan Timur 5,20%. Kandungan safrol dalam minyak masing-masing berturut-trurut 94,0 %; 95,0% dan 92,5%.
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Petunjuk Teknis Penanganan Bahan dan Penyulingan Minyak Atsiri
    (Unit Penerbitan dan Publikasi Balittro, 2014-10-12) Ma'mun; Balittro
  • No Thumbnail Available
    Item
    Standar prosedur operasional budidaya mengkudu
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2004-05-01) Djauhariya, Endjo; Ma'mun; Nur Maslahah
    Mengkudu merupakan salah satu tanaman obat multi khasiat yang sudah dimanfaatkan sejak jaman dahulu hampir diberbagai belahan dunia. Akhir-akhir ini tanaman tersebut mendapat perhatian dunia karena adanya fakta empiris dan kepercayaan serta bukti ilmiah bahwa mengkudu mempunyai berbagai khasiat penyembuhan tarhadap berbagai penyakit generatif seperti tumor, kanker, darah tinggi. Kandungan kimia terpenting didalam buah mengkudu adalah Alkaloid (xeronin) yang berfungsi untuk meningkatkan aktivitas enzim dan struktur protein, polisacharida (asam glukoronat, glikosida) sebagai imunostimulan, anti kanker, dan anti bakteri, Scopoletin berfungsi memperlebar pembuluh darah, analgesik, ascorbin (vit C) sebagai anti oksidan. Di dalam akar terkandung antrakuinon (damnakantal) yang berfungsi sebagai antiseptik, anti bakteri dan anti kanker, senyawa morindin dan morindon sebagai anti bakteri dan zat pewarna. Di dalam daun terkandung antrakuinon, glikosida (falvonol glikosida dan lainlain) sebagai anti kanker dan karotin merupakan sumber vit. A. Obatobatan dan minuman kesehatan yang terbuat dari sari buah mengkudu hasil olahan industri moderen telah diperjual belikan dipasaran dalam maupun luarnegeri dengan harga yang cukup tinggi. Pengolahan buah mengkudu dalam skala industri rumah tangga di dalam negeri telah menjamur terutama di Pulau Jawa. Potensi pengembangan budidaya dan produk obat dengan bahan baku mengkudu masih sangat terbuka, mengingat potensi lahan dan sumber daya manusia dan adanya variasi mengkudu yang belum diketahui spesifikasi kandungan kimia dan khasiatnya. Dengan disusunnya SPO ini, diharapkan mendorong usaha peningkatan produktivitas dan mutu, serta pemanfaatan tanaman mengkudu didalam industri obat tradisional maupun fitofarmaka.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Standar prosedur operasional budidaya mengkudu
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2004) Djauhariya, Endjo; Ma'mun; Maslahah, Nur
    Mengkudu merupakan salah satu tanaman obat multi khasiat yang sudah dimanfaatkan sejak jaman dahulu hampir diberbagai belahan dunia. Akhir-akhir ini tanaman tersebut mendapat perhatian dunia karena adanya fakta empiris dan kepercayaan serta bukti ilmiah bahwa mengkudu mempunyai berbagai khasiat penyembuhan tarhadap berbagai penyakit generatif seperti tumor, kanker, darah tinggi. Kandungan kimia terpenting didalam buah mengkudu adalah Alkaloid (xeronin) yang berfungsi untuk meningkatkan aktivitas enzim dan struktur protein, polisacharida (asam glukoronat, glikosida) sebagai imunostimulan, anti kanker, dan anti bakteri, Scopoletin berfungsi memperlebar pembuluh darah, analgesik, ascorbin (vit C) sebagai anti oksidan. Di dalam akar terkandung antrakuinon (damnakantal) yang berfungsi sebagai antiseptik, anti bakteri dan anti kanker, senyawa morindin dan morindon sebagai anti bakteri dan zat pewarna. Di dalam daun terkandung antrakuinon, glikosida (falvonol glikosida dan lainlain) sebagai anti kanker dan karotin merupakan sumber vit. A. Obatobatan dan minuman kesehatan yang terbuat dari sari buah mengkudu hasil olahan industri moderen telah diperjual belikan dipasaran dalam maupun luarnegeri dengan harga yang cukup tinggi. Pengolahan buah mengkudu dalam skala industri rumah tangga di dalam negeri telah menjamur terutama di Pulau Jawa. Potensi pengembangan budidaya dan produk obat dengan bahan baku mengkudu masih sangat terbuka, mengingat potensi lahan dan sumber daya manusia dan adanya variasi mengkudu yang belum diketahui spesifikasi kandungan kimia dan khasiatnya. Dengan disusunnya SPO ini, diharapkan mendorong usaha peningkatan produktivitas dan mutu, serta pemanfaatan tanaman mengkudu didalam industri obat tradisional maupun fitofarmaka.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback