Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Lestari, Endang Gati"

Now showing 1 - 5 of 5
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    Aplikasi Penyimpanan Tanaman Langka secara/ Vitro dengan Pertumbuhan Minimal
    (Sekretariat Komisi Nasional Plasma Nutfah, 2000) Lestari, Endang Gati; Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian
    Pelestarian plasma nutfah tumbuhan langka yang mempunyai nilai ekonomi perlu segera dilakukan mengingat plasma nutfah merupakan sumber genetik yang sangat diperiukan dalam program perbaikan tanaman dan perakitan varietas unggui. Pelestarian plasma nutfah secara konvensional mempunyai risiko kehilangan genotipe tertentu akibat gangguan hama, penyakit, dan memerlukan tenaga dan biaya yang cukup karena tanaman hams diperbarui setiap tahun, di samping dapat mengalami gangguan lainnya terutama pada tanaman yang diperbanyak secara vegetatif atau pada tanaman berumbi. Pelestarian plasma nutfah secara in vitro tidak memerlukan tempat yang luas, bebas dari gangguan hama dan penyakit, dan biakan dapat segera diperbanyak apabila diperiukan. Kelemahannya terletak pada investasi awal yang besar di samping risiko kerusakan alat dan Iain-Iain sehingga koleksi di lapang tetap diperiukan. Perlakuan yang dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan tanaman pada penyimpanan pertumbuhan minimal antara Iain adaiah penggunaan manitol, penurunan konsentrasi sukrosa dan suhu atau kombinasi dari keduanya serta dan penggunaan zat penghambat tumbuh absisic acid, paclobutrazol, dan ancymidol. Beberapa tumbuhan obat langka dan tumbuhan lain yang berpotensi untuk dikembangkan sudah berhasil diperbanyak dan disimpan melalui kultur in vitro, antara lain purwoceng (Pimpinella pruatjan), pule pandak (Rauwotvia serpentina), pule (Alstonia scolaris), inggu (Ruta angustifolia), bidara upas (Meremia mamosa), temu puteri (Curcuma petiolata), daun tangguh (Petivera aliacea), dan daun dewa (Gynura pseudochina). Daya regenerasi tunas setelah penyimpanan tidak menurun, biakan yang berakar dapat langsung diaklimatisasi, dan pemendekan ruas batang pada saat penyimpanan dapat kembali normal.
  • No Thumbnail Available
    Item
    Pemanfaatan Kultur Jaringan Untuk Perbanyakan, Produksi Metabolit Sekunder dan Penyimpanan Tanaman Obat
    (IAARD Press, 2018-11) Lestari, Endang Gati; Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pembentukan Galur Unggul Tanaman Melalui Peningkatan Keragaman Genetik Dengan Metode Variasi Somaklonal
    (IAARD Press, 2012) Lestari, Endang Gati; IAARD Press
  • Loading...
    Thumbnail Image
    Item
    Pemuliaan tanaman melalui induksi mutasi dan kultur in vitro
    (IAARD Press, 2016-01) Lestari, Endang Gati; Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian
  • No Thumbnail Available
    Item
    PENGARUH JENIS EKSPLAN DAN AUKSIN TERHADAP PERTUMBUHAN KALUS ARTEMISIA
    (BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Purnamaningsih, Ragapadmi; Lestari, Endang Gati; Yunita, Rossa
    Artemisia merupakan salah satu tanaman penghasil senyawa bahan aktif (artemisinin) untuk pembuatan obat anti malaria. Peningkatan produksi artemisinin secara in vitro dapat dilakukan melalui kultur kalus. Untuk itu harus diketahui formulasi media yang optimum agar diperoleh pertumbuhan kalus yang cepat dengan struktur yang baik. Pembentukan kalus sangai dipengaruhi oleh jenis eksplan dan zat pengatur tumbuh. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan jenis eksplan dan formulasi media terbaik untuk pertumbuhan kalus yang optimal. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 15 ulangan. Eksplan yang digunakan adalah daun dan batang. Untuk menginduksi pembentukan kalus dicoba formulasi media yaitu MS dengan penambahan zat pengatur tumbuh 2,4-D atau dicamba (1 dan 3 mg/l) dikombinasikan dengan BA (0, 0.1, 0.5 mg/l). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua formulasi media yang digunakan dapat menginduksi terbentuknya kalus. Pada umumnya perlakuan kombinasi BА dengan 2,4-D atau dicamba tidak dapat menginduksi terbentuknya kalus, sebaliknya penggunaan 2,4-D atau dicamba secara tunggal dapat menginduksi pembentukan kalus. Penambahan 2,4-D (1 atau 3 mg/l) atau dicamba (1 atau 3 mg/l) dapat menginduksi pembentukan kalus sebesar 100%, sedangkan pertumbuhan kalus terbaik diperoleh dari perlakuan MS + dicamba (1 atau 3 mg/l) dengan rata-rata berat basah kalus masing-masing adalah 0.525 gram dan 0.609 gram. Berdasarkan struktur kalus yang terbentuk maka disimpulkan bahwa formulasi media terbaik untuk induksi kalus adalah MS + dicamba 1 mg/1, sedangkan penggunaan dicamba 3 mg/1 menghasilkan kalus yang lebih banyak mengandung air (vitrous). Jika dibandingkan antara batang dan daun, maka penggunaan eksplan daun dapat menginduksi pembentukan kalus lebih cepat dibandingkan dengan batang.

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback