PENGARUH JENIS EKSPLAN DAN AUKSIN TERHADAP PERTUMBUHAN KALUS ARTEMISIA
No Thumbnail Available
Date
2007-09-06
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK
Abstract
Artemisia merupakan salah satu tanaman penghasil senyawa bahan aktif (artemisinin)
untuk pembuatan obat anti malaria. Peningkatan produksi artemisinin secara in vitro dapat
dilakukan melalui kultur kalus. Untuk itu harus diketahui formulasi media yang optimum agar
diperoleh pertumbuhan kalus yang cepat dengan struktur yang baik. Pembentukan kalus sangai
dipengaruhi oleh jenis eksplan dan zat pengatur tumbuh. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan
jenis eksplan dan formulasi media terbaik untuk pertumbuhan kalus yang optimal. Rancangan
yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 15 ulangan. Eksplan yang digunakan
adalah daun dan batang. Untuk menginduksi pembentukan kalus dicoba formulasi media yaitu MS
dengan penambahan zat pengatur tumbuh 2,4-D atau dicamba (1 dan 3 mg/l) dikombinasikan
dengan BA (0, 0.1, 0.5 mg/l). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua formulasi media
yang digunakan dapat menginduksi terbentuknya kalus. Pada umumnya perlakuan kombinasi BА
dengan 2,4-D atau dicamba tidak dapat menginduksi terbentuknya kalus, sebaliknya penggunaan
2,4-D atau dicamba secara tunggal dapat menginduksi pembentukan kalus. Penambahan 2,4-D (1
atau 3 mg/l) atau dicamba (1 atau 3 mg/l) dapat menginduksi pembentukan kalus sebesar 100%,
sedangkan pertumbuhan kalus terbaik diperoleh dari perlakuan MS + dicamba (1 atau 3 mg/l)
dengan rata-rata berat basah kalus masing-masing adalah 0.525 gram dan 0.609 gram. Berdasarkan
struktur kalus yang terbentuk maka disimpulkan bahwa formulasi media terbaik untuk induksi
kalus adalah MS + dicamba 1 mg/1, sedangkan penggunaan dicamba 3 mg/1 menghasilkan kalus
yang lebih banyak mengandung air (vitrous). Jika dibandingkan antara batang dan daun, maka
penggunaan eksplan daun dapat menginduksi pembentukan kalus lebih cepat dibandingkan dengan
batang.