Repository logo
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
Repository logo
  • Communities & Collections
  • All of Repositori
  • English
  • Català
  • Čeština
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Gàidhlig
  • Latviešu
  • Magyar
  • Nederlands
  • Polski
  • Português
  • Português do Brasil
  • Suomi
  • Svenska
  • Türkçe
  • Қазақ
  • বাংলা
  • हिंदी
  • Ελληνικά
  • Yкраї́нська
  • Log In
    New user? Click here to register.Have you forgotten your password?
  1. Home
  2. Browse by Author

Browsing by Author "Darwati, Ireng"

Now showing 1 - 6 of 6
Results Per Page
Sort Options
  • No Thumbnail Available
    Item
    PEMANFAATAN PUPUK HAYATI (BIOFERTILIZER) PADA TANAMAN REMPAH DAN OBAT / Biofertilizer Utilization on Spices and Medicinal Plants
    (Puslitbang Perkebunan, ) Kartikawati, Andriana; Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Jl. Tentara Pelajar No. 3; Trisilawati, Octivia; Darwati, Ireng
  • No Thumbnail Available
    Item
    Pengaruh Berbagai Zat Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Setek Cengkeh
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 1988) Darwati, Ireng; Tasma, I Made; -; Khaidir, NFN; -
  • No Thumbnail Available
    Item
    PENGARUH JENIS EKSPLAN DAN 2,4-D TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER KALUS PURWOCENG (Pimpinella Prutjan Molk)
    (BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Darwati, Ireng; Wattimena, GA.; Mariska, Ika; Darusman, Latifah K.
    Terbentuknya kalus purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) sangat dipengaruhi oleh jenis eksplan dan zat pengatur tumbuh auksin. Eksplan dengan jaringan yang meristematik akan terbentuk kalus lebih mudah dibanding dengan jaringan yang sudah tua. Tujuan penelitian ini adalah kombinasi untuk eksplan mendapatkan daun dan pertunbuhon berbagai kalus yang optimal dengan memberikan perlakuan Rancangan Acak Lengkap konsentrasi 2,4-D yang tepat. Penelitian ini menggunakan dengan dua faktor, diu'ang lima kali. Faktor pertama yaitu jenis eksplan daun dan petiol), faktor kedua adalah konsentrasi 2,4-D (1 ppm, 3 ppm dan 5 ppm). Total perlakuan terdiri dari enam kombinasi. Eksplan ditanaman pada media DKW yang sudah diberi 2,4-D sesuai dengan konsentrasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot basah dan kering tanaman tidak dipengaruhi oleh kombinasi perlakuan. Kalus eksplan daun mempunyai bobot basah (1,0738 g) dan bobot kering (0,0623 g) lebih tinggi dibandingkan dengan bobot basah (0,3377g) dan bobot kering (0,0177 g) kalus dari eksplan petiol. Pada kalus umur 3 bulan, sitosterol (32,86 ppm) dan stigmasterol (0,0540 ppm) tertinggi diperoleh pada kombinasi perlåkuan eksplan petiol + 2,4-D 3 ppm, sedangkan bergapten (3,11 ppm) tertinggi dihasilkan pada kombiriasi perlakuan eksplan daun + 2,4-D 5 ppm. Kandungan stigmasterol dan bergapten kalus hampir sama dengan kandungan tanaman asal lapang umur 9 bulan (0,051 ppm dan 3,18 ppm), sedangkan kandungan sitosterol tanaman asal lapang (0 ppm)
  • No Thumbnail Available
    Item
    Penggunaan Zat Pengatur Tumbuh IAA dan IBA Pada Pembibitan Kapulaga Sabrang
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 1987) Darwati, Ireng; Moko, Hidayat; -
  • No Thumbnail Available
    Item
    PENINGKATAN PRODUK METABOLIT SEKUNDER PURWOCENG DENGAN PERBANYAKAN AKAR RAMBUT MELALUI KULTUR IN-VITRO : Warta balittro Vol.34 No. 67 Tahun 2017
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2017-06-01) Darwati, Ireng
    Purwoceng (Pimpinella pruaijan Molk.) merupakan tanaman endemik Indonesia, akarnya berfungsi sebagai afrodisiak. Purwoceng mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yaitu: turunan kumarin, sterol, saponin dan alkaloid. Teknik kultur in-vitro dapat digunakan untuk memproduksi metabolit sekunder dalam skala industri. Keuntungan menggunakan teknik kultur in-vitro antara lain senyawa sekunder yang dihasilkan dapat diproduksi pada lingkungan yang terkendali, bebas dari deraan lingkungan, bebas dari hama, dapat menghasilkan senyawa spesifik, produksi dapat dilakukan sesuai kebutuhan, kualitas dan produksinya dapat lebih konsisten serta lahan yang dibutuhkan tidak luas, mengurangi upah buruh.
  • No Thumbnail Available
    Item
    PERTUMBUHAN AKAR RAMBUT PURWOCENG PADA BEBERAPA KOMPOSISI MEDIA DAN SUMBER KARBON
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2011) Rohimatun, Rohimatun; Darwati, Ireng

Copyright © 2026 Kementerian Pertanian

Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian

  • Cookie settings
  • Privacy policy
  • End User Agreement
  • Send Feedback