Browsing by Author "Ariningsih, Ening"
Now showing 1 - 19 of 19
Results Per Page
Sort Options
- ItemTHE DETERMINANTS OF SUSTAINABLE AGRICULTURAL TECHNOLOGY ADOPTION(PSEKP, ) Ashari; Saliem, Handewi Purwati; Maulana, Mohamad; Ariningsih, Ening; Septanti, Kartika Sari
- ItemKERUGIAN EKONOMI DAN MANAJEMEN PENGENDALIAN SERANGAN LALAT BUAH PADA KOMODITAS HORTIKULTURA DI INDONESIA(PSEKP, ) Ariningsih, Ening; Ashari; Saptana; Saliem, Handewi Purwati; Septanti, Kartika Sari
- ItemKINERJA AGRIBISNIS MANGGA GEDONG GINCU DAN POTENSINYA SEBAGAI PRODUK EKSPOR PERTANIAN UNGGULAN(PSEKP, ) Ariningsih, Ening; Ashari; Saliem, Handewi Purwati; Maulana, Mohamad; Septanti, Kartika Sari
- ItemKinerja Industri Kakao di Indonesia(PSEKP, ) Ariningsih, Ening; Purba, Helena J; Sinuraya, Julia F; Suharyono, Sri; Septanti, Kartika Sari
- ItemKinerja Kebijakan Swasembada Daging Sapi Nasional(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2014-10-30) Ariningsih, Ening
- ItemKINERJA KEBIJAKAN SWASEMBADA DAGING SAPI NASIONAL(PSEKP, ) Ariningsih, Ening
- ItemMeningkatkan Budaya Bersih dan Sehat serta Manfaatnya pada Usaha Ternak Sapi Perah Rakyat di Jawa Barat(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2022-12) Erwidodo; Ariningsih, Ening; Purwantini, Tri Bastuti; Irawan, Aldho RiskiPeningkatan kualitas susu segar dipandang masih menjadi tantangan dan sekaligus menjadi kunci sukses pengembangan peternakan sapi perah rakyat. Salah satu ukuran kualitas susu segar yang menjadi penentu tingkat harga adalah Total Plate Count (TPC), yang terkait langsung dengan tingkat kebersihan kandang, teknik pemeliharaan sapi dan pemerahan susu, serta penanganan susu segar. Tulisan ini bertujuan untuk mendiskusikan penumbuhan dan peningkatan budaya ‘bersih dan sehat’ pada usaha peternakan sapi perah rakyat serta manfaatnya, dan bagaimana seharusnya peran pemerintah, peneliti/akademisi, koperasi, dan industri pengolah susu dalam upaya ini. Data yang digunakan dalam tulisan ini merupakan bagian dari data IndoDairy Smallholder Household Resurvey (ISHR) yang dikumpulkan dalam rangka kerja sama penelitian antara Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP) dan Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR). Data dikumpulkan selama bulan Desember 2021 meliputi 410 rumah tangga peternak di Kabupaten Bandung (204 responden), Garut (86 responden), Cianjur (63 responden), dan Bogor (57 responden). Data dan informasi yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan tabulasi silang. Fakta-fakta yang ada di lapangan menunjukkan bahwa kinerja budaya ‘bersih dan sehat’ pada usaha peternakan sapi perah rakyat masih rendah, namun dinilai masih dapat ditingkatkan. Untuk itu, diperlukan kerja sama dan koordinasi serta peran aktif dari semua pihak yang terkait, mulai dari peternaknya sendiri, koperasi, industri pengolahan susu, pemerintah pusat (khususnya Ditjen PKH), pemerintah daerah dan perguruan tinggi. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v20i2.209-230
- ItemOptimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Genetik Padi Melalui Valuasi Ekonomi(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2016-08-09) Ariningsih, Ening
- ItemOPTIMALISASI PEMANFAATAN SUMBER DAYA GENETIK PADI MELALUI VALUASI EKONOMI(PSEKP, ) Ariningsih, Ening
- ItemPanel Petani Nasional: Rekontruksi Agenda Peningkatan Kesejahteraan Petani(Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian, 2015) Irawan, Bambang; Ariningsih, Ening; Pasandaran, EffendiUpaya peningkatan produksi pangan dan ketahanan pangan dikaitkan dengan upaya perbaikan status gizi masyarakat dalam perspektif peningkatan kesejahteraan rumah tangga petani merupakan aspek yang selalu menantang karena terkait dengan harmonisasi dan integrasi kebijakan ketahanan pangan dan gizi masyarakat. Buku ini mencakup empat subtema yang bersifat integratif yang meliputi struktur sumber pendapatan sektor pertanian, eksistensi konsumsi pangan rumah tangga, dan dinamika kesejahteraan rumah tangga petani. Karya tulis pendukung pada setiap subtema merupakan komplementasi hasil kajian makro (dengan sumber data dari BPS) dan hasil kajian mikro hasil penelitian Patanas yang bersifat saling melengkapi dan memperkaya aspek tematik yang dibahas.
- ItemPemantapan Model Pengembangan Kawasan Agribisnis Sayuran Sumatera (KASS)(Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian, 2005-07) Saptana; Siregar, Masdjidin; Wahyuni, Sri; Dermoredjo, Saktyanu K.; Ariningsih, Ening; Darwis, Valeriana; Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian
- ItemPengaruh status penguasaan lahan dan adopsi teknologi terhadap produksi padi sawah di provinsi sentra padi di Indonesia(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2025-12-31) Ariani, Mewa; Tarigan, Herlina; Suhartini, Sri Hastuti; Ariningsih, Ening; Sumedi; Savitri, Sheila; Suryani, Erma; Mardianto, Sudi; SunarsihHasil Sensus Pertanian 2023 menunjukkan peningkatan jumlah petani gurem yang mendorong adopsi strategi adaptif berupa penguasaan lahan nonpemilikan. Status penguasaan lahan ini memengaruhi keputusan penggunaan input dan teknologi yang berpotensi menurunkan produksi padi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh status penguasaan lahan dan adopsi teknologi terhadap produksi padi sawah. Survei dilakukan pada tahun 2021 di sepuluh provinsi sentra produksi padi di Jawa dan luar Jawa, mencakup 20 kabupaten dan 39 kecamatan dengan total responden 1.950 petani. Responden dipilih berdasarkan proporsi status penguasaan lahan. Data dianalisis secara deskriptif dan regresi linier berganda menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil kajian menunjukkan bahwa tidak semua petani pemilik menggarap lahannya karena keterbatasan modal dan tenaga kerja. Lahan milik tersebut dikuasakan kepada kerabat atau orang kepercayaan dalam satu desa melalui mekanisme sewa, sakap, atau gadai. Mayoritas petani telah mengadopsi benih ungggul bersertifikat, pupuk kimia, dan alat mesin pertanian, namun sistem tanam masih didominasi sistem tegel. Hasil regresi menunjukkan benih dan pupuk secara signifikan dan positif memengaruhi produksi padi, sedangkan penguasaan lahan sewa dan gadai menunjukkan pengaruh sebaliknya. Dari hasil kajian ini direkomendasikan untuk pencapaian swasembada beras, volume bantuan benih dan pupuk bersubsidi per hektare perlu ditingkatkan dan cakupan jumlah petani penerima bantuan diperluas, terutama di luar Jawa. Selain itu, perlu dilakukan penyuluhan kepada petani bukan pemilik lahan untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai pentingnya penggunaan teknologi usaha tani padi secara tepat untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatannya. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v23n2.2025.195-216
- ItemPenulis: Muhammad Akmal Agustira, R. Amalia, R. Nurkhoiry [PDF: 315-324] Peran Koperasi Tebu dalam Upaya Pemberdayaan Petani Tebu di Jawa Timur(IAARD Press, 2015-11-10) Ariningsih, EningJawa Timur merupakan penghasil gula tebu terbesar di Indonesia. Sekitar 85% dari lahan tebu yang ada di Jawa Timur merupakan lahan perkebunan tebu rakyat, yang didominasi oleh petani dengan penguasaan lahan kurang dari 1 hektar dengan keterbatasan akses terhadap sarana produksi maupun pemasaran. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis peran koperasi dalam upaya pemberdayaan petani tebu rakyat. Analisis dilakukan secara deskriptif berdasarkan pengamatan terutama pada koperasi-koperasi tebu primer yang tergabung pada KUB Rosan Kencana sebagai koperasi sekundernya dengan didukung oleh literatur-literatur penunjang yang relevan. Pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober-November 2012. Hasil kajian menunjukkan bahwa koperasi tebu rakyat mempunyai potensi sangat besar dalam menunjang pemberdayaan petani tebu melalui pengembangan agribisnis tebu dengan cara: (1) memberdayakan petani melalui kegiatan-kegiatan petani/anggota dalam budi daya tanaman tebu (on farm); (2) berperan secara aktif membantu petani/anggota dalam upayanya meningkatkan kualitas budi daya tanaman tebu; dan (3) memfasilitasi petani/anggota dalam pelatihan-pelatihan, permodalan, pengadaan saprodi, alsintan, dan hal-hal yang diperlukan dalam menunjang kegiatan budi daya tanaman tebu dan pemasarannya.; dan (4) berperan sebagai “jembatan” antara petani, pabrik gula, dan pemerintah. Peningkatan peran koperasi dapat dilakukan melalui: (1) penguatan internal koperasi meliputi penguatan kepemimpinan dan manajemen koperasi, (2) penguatan keterkaitan dengan lembaga penunjang dan PG, dan (3) perluasan usaha koperasi dalam mendukung agribisnis tebu rakyat dalam kerangka pemberdayaan petani tebu.
- ItemProspek Penerapan Teknologi Nano dalam Pertanian dan Pengolahan Pangan di Indonesia(PSEKP, ) Ariningsih, Ening
- ItemRagam Pemikiran Menjawab Isu Aktual Pertanian(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2018) Sudaryanto, Tahlim; Syahyuti; Suryani, Erma; Ariningsih, EningPerumusan kebijakan pertanian yang baik memerlukan dukungan hasil penelitian yang kredibel (research policy linkages). Namun dalam kenyataannya, hasil-hasil penelitian belum berhasil memberikan pengaruh yang kuat terhadap perumusan kebijakan untuk merespon isu tertentu. Buku ini menyajikan sepuluh topik pilihan yang terkait dengan kebijakan pertanian, mulai dari aspek hulu sampai hilir. Topik-topik kebijakan yang dibahas secara khusus berkaitan dengan tiga komoditas unggulan, yaitu beras, daging sapi, dan kelapa sawit. Perumusan kebijakan merupakan elemn kunci dalam kerangka pembangunan, termasuk dalam sektor pertanian. Terkait sektor pertanian, pemerintah memegang peranan kunci dalam merumuskan kebijakan yang secara ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat mendorong perkembangan kehidupan petani kecil.
- ItemSupply chain and value chain analyses of West Java’s Gedong mango variety for modern markets(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2025-08-13) Saptana; Ariningsih, Ening; Saliem, Handewi P.; Ashari; Septanti, Kartika S.; De Faveri, Stefano; Johnson, PeterPermasalahan utama dalam rantai pasok dan rantai nilai mangga gedong dan gedong gincu terletak pada belum optimalnya keberagaman, kuantitas, kualitas, dan kesinambungan pasokan sesuai dinamika pasar dan preferensi konsumen, khususnya untuk pasar modern. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji rantai pasok produk mangga gedong dan gedong gincu; (2) menganalisis rantai nilai dan margin tata niaga; dan (3) merumuskan strategi manajemen rantai pasok terpadu untuk meningkatkan akses ke pasar modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan pada November 2021 hingga Desember 2022 dengan teknik snowball sampling, melibatkan petani, pedagang pengumpul, pemasok, pasar modern, dan konsumen. Analisis data dilakukan menggunakan metode kuantitatif (farm share, margin, dan nilai tambah) dan metode kualitatif (peran, pola interaksi, dan koordinasi antarpelaku rantai pasok). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam pelaku utama dalam rantai pasok produk mangga gedong dan mangga gedong gincu ke pasar modern. Pasar modern menciptakan total nilai tambah sebesar Rp18.250/kg untuk mangga gedong dan Rp20.000/kg untuk mangga gedong gincu, dengan margin keuntungan terbesar berada di tingkat retail modern. Temuan ini menegaskan bahwa strategi integrasi rantai pasok melalui kemitraan petani dan pasar modern penting untuk meningkatkan efisiensi, nilai tambah, dan daya saing produk. Implikasi kebijakan mencakup penguatan kelembagaan petani dalam manajemen, permodalan, penyusunan kontrak yang adil, dan partisipasi anggota. Pemerintah diharapkan berperan sebagai fasilitator dan mediator dalam mendorong terjalinnya kemitraan usaha yang saling menguntungkan dan berkelanjutan antarpelaku rantai pasok. The main challenge in the supply and value chains of Gedong and Gedong Gincu mangoes lies in the suboptimal diversity, quantity, quality, and consistency of supply in response to market dynamics and consumer preferences, particularly for modern markets. This study aims to: (1) examine the supply chain of Gedong and Gedong Gincu mangoes; (2) analyze the value chain and marketing margins; and (3) formulate an integrated supply chain management strategy to improve access to modern markets. A case study approach was employed between November 2021 and December 2022, utilizing snowball sampling, which involved farmers, collectors, suppliers, modern retailers, and end consumers. Data analysis was carried out using quantitative methods (farm share, margins, and value added) and qualitative methods (roles, interaction patterns, and coordination among supply chain actors). The research results identified six key actors in the supply chain targeting the modern markets. Modern retailers generated the highest value added, at IDR 18,250/kg for Gedong mangoes and IDR 20,000/kg for Gedong Gincu, with the largest profit margins also captured at the retail level. These findings underscore the importance of integrated supply chain management strategies through farmer−retailer partnerships to improve efficiency, enhance value added, and increase the competitiveness of mango products. Policy implications include strengthening farmer institutions in terms of management, financing, fair contract arrangements, and member participation. The government is expected to play a facilitative and mediating role in fostering mutually beneficial and sustainable business partnerships across the supply chain actors. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v23n1.2025.93-112
- ItemTemuan-temuan Pokok dan Rekomendasi Kebijakan Pembangunan Pertanian dari Hasil-hasil Penelitian PSEKP Tahun 2014(IAARD Press, 2015-03) Syahyuti; Saliem, Handewi Purwati; Susilowati, Sri Hery; Kariyasa, Ketut; Suhartini, Sri Hastuti; Supriyatna, Yana; Ariningsih, Ening; Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan PertanianSebagai lembaga riset milik pemerintah, PSEKP selalu berupaya merespon berbagai dinamika perubahan yang sangat cepat di bidang sosial ekonomi yang dihadapi Indonesia melalui penelitian yang sifatnya reguler maupun penelitian antisipatif dan responsif terhadap isuisu aktual yang berkembang (Analisis Kebijakan). Penelitian mempelajari fenomena mulai dari level internasional sampai lokal, dengan mengkombinasikan data sekunder-statistik dengan data primer dari lapangan. Seluruh hasil penelitian menjadi sumber pengetahuan keilmuan sosial ekonomi dan kebijakan pertanian yang sangat berharga bagi seluruh pihak. Dalam konteks sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam merespon dan memberi masukan kebijakan ke pemerintah, maka seluruh hasil penelitian juga disampaikan dalam bentuk policy brief atau bahan kebijakan lain yang ditulis secara lebih ringkas. Buku sederhana ini merupakan rekapitulasi hasil-hasil pokok penelitian yang dilaksanakan di PSEKP tahun 2014, yang disampaikan dengan format policy brief tersebut.
- ItemTemuan-temuan Pokok dan Rekomendasi Kebijakan Pembangunan Pertanian dari Hasil-hasil Penelitian PSEKP Tahun 2015(IAARD Press, 2016-05) Syahyuti; Basit, Abdul; Kariyasa, Ketut; Sus, Sri Hery; Suhartini, Sri Hastuti; Supriyatna, Yana; Ariningsih, Ening; Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan PertanianSebagai lembaga riset milik pemerintah, PSEKP selalu berupaya merespon berbagai dinamika perubahan yang sangat cepat di bidang sosial ekonomi yang dihadapi Indonesia melalui penelitian yang sifatnya reguler maupun penelitian antisipatif dan responsif terhadap isu-isu aktual yang berkembang (Analisis Kebijakan). Penelitian mempelajari fenomena mulai dari level internasional sampai lokal, dengan mengkombinasikan data sekunder-statistik dengan data primer dari lapangan. Seluruh hasil penelitian menjadi sumber pengetahuan keilmuan sosial ekonomi dan kebijakan pertanian yang sangat berharga bagi seluruh pihak. Dalam konteks sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam merespon dan memberi masukan kebijakan ke pemerintah, maka seluruh hasil penelitian juga disampaikan dalam bentuk policy brief atau bahan kebijakan lain yang ditulis secara lebih ringkas. Buku sederhana ini merupakan rekapitulasi hasil-hasil pokok penelitian yang dilaksanakan di PSEKP tahun 2015, yang disampaikan dengan format policy brief tersebut.
- ItemTINJAUAN KRITIS KEAMANAN DAN KEHALALAN DAGING AYAM BROILER DI INDONESIA(PSEKP, ) Ariningsih, Ening; Ariani, Mewa; Ilham, Nyak; Rohaeni, Eni Siti; Suhartini, Sri Hastuti; Agustian, Adang; Hidayatina, Achsanah; Sumaryanto; Suandy, Imron