Peternakan
Permanent URI for this community
Browse
Browsing Peternakan by Author "A.P. Sinurat"
Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
- ItemPeningkatan Nilai Gizi Solid Heavy Phase sebagai Pengganti Jagung dalam Pakan Unggas(Balai Penelitian Ternak, 2009) Tiurma Pasaribu; A.P. Sinurat; T. Purwadaria; P. KetarenSolid heavy phase (SHP) hasil penyaringan limbah cair industri sawit merupakan bahan yang berpotensi untuk mengganti sebagian jagung dalam pakan unggas. Penelitian dilakukan untuk meningkatkan nilai gizi SHP melalui suplementasi enzim dengan tujuan agar proporsi substitusi jagung dengan SHP dalam ransum unggas lebih banyak. Tiga jenis enzim diuji yaitu: enzim produksi Balitnak (BS4), enzim komersil (enzim tunggal mananase), dan multienzim komesil. Ketiga jenis enzim ditambahkan kedalam SHP dengan berbagai dosis, untuk mengetahui pengaruhnya terhadap daya cerna bahan kering, energi (ME) dan protein. Kemudian dilakukan uji biologis pada ayam petelur untuk mengetahui pengaruh substitusi 25 dan 50% jagung dengan SHP kering yang belum atau sudah ditambah enzim dalam ransum. Disamping itu juga dilakukan uji manfaat penambahan asam amino lisin dan metionin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim dapat meningkatkan energi metabolis solid heavy phase (SHP). Enzim BS4 dan multienzim juga meningkatkan kecernaan protein SHP, sedangkan enzim tunggal komersil hanya meningkatkan energi metabolis. Dosis optimum penambahan enzim adalah 13,3 ml BS4, 2 g enzim tunggal dan 3 g multienzim untuk tiap kg bahan kering SHP. Substitusi 25% jagung dalam ransum ayam petelur dengan SHP kering maupun SHP yang sudah ditambahkan enzim tidak menyebabkan penurunan dalam performan (produksi telur dan FCR) ayam petelur. Substitusi 50% jagung dengan SHP + multienzim komersil atau SHP + enzim tunggal komersil menyebabkan penurunan dalam performan ayam petelur. Penambahan asam amino dapat mengembalikan performa ayam petelur yang diberi SHP + multienzim komersil, tetapi tidak pada SHP + enzim tunggal komersil. Substitusi 50% jagung dengan SHP + enzim produksi Balitnak (BS4) tidak menyebabkan penurunan dalam performan ayam petelur, sehingga tidak diperlukan penambahan asam amino. Substitusi jagung dengan SHP tidak menyebabkan penurunan kualitas telur (HU, warna kuning telur dan tebal kerabang). Dengan demikian disimpulkan bahwa SHP dapat menggantikan 25 hingga 50% jagung dalam ransum ayam petelur, terutama bila SHP ditambah enzim BS4 dapat menggantikan 50% menunjukkan produksi yang sama dengan kontrol.