Prosiding seminar perbenihan tanaman rempah dan obat
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Prosiding seminar perbenihan tanaman rempah dan obat by Author "Sukarman dan Melati"
Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
- ItemPengelolaan Benih Rekalsitrant Tanaman Perkebunan 37-44(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2015-04-01) Sukarman dan MelatiBenih rekalsitran meliputi sebagian besar benih tanaman perkebunan yang mempunyai nilai ekonomis sangat penting. Daya simpan relatif singkat, dari beberapa hari sampai beberapa minggu. Berbeda dengan benih orthodok yang mempunyai daya simpan sampai beberapa tahun. Benih rekalsitran juga peka terhadap penurunan kadar air dan suhu penyimpanan yang rendah (dibawah 10 °C). Oleh karena itu benih harus dikelola sebaik mungkin agar viabilitas dan vigornya tidak cepat menurun. Dalam makalah ini akan ditelaah cara pengelolaan benih rekalsitran khususnya benih tanaman perkebunan (kakao, karet, kopi, pala dan cengkeh) untuk mempertahankan viabilitas dan vigor benih yang diawali dari panen, prosesing (ekstrasi buah), pengeringan, penyimpanan, invigorasi, pemanfaatan zat pengatur tumbuh (ZPT) dan cara pengelolaan benih rekalsitran untuk menigkatkan viabilitas dan vigor benih. Secara umum benih harus segera dipanen setelah benih mencapai masak fisiologis, diproses dan dikeringkan dengan kadar air benih tidak lebih rendah dari 30% tergantung spesiesnya. Benih disimpan pada suhu tidak lebih rendah dari 15 °C, dengan kelembaban (Rh 80%). Perlakuan benih dengan skarifikasi, pemberian GA3, KNO3 pada dosis yang tepat dapat meningkatkan viabilitas benih. Sebaliknya, penggunaan paclobutrazol dapat menghambat laju pertumbuhan benih semai yang cepat pertumbuhannya sehingga dapat memperpanjang daya simpan benih semai. Kata kunci: Benih, rekalsitran, pengelolaan, viabilitas, vigor