Pengaruh pH dan waktu ekstraksi terhadap rendeman dan karakteristik pektin buah semu jambu mete

Abstract
Luas areal tanaman jambu mente di Indonesia pada tahun 1993 telah mencapai 380 839 ha dengan produksi 78 057 ton gelondong mente (ANON, 1995). Produksi tersebut akan terus me-ningkat, karena perluasan areal masih terus di-lakukan. Sampai saat ini pengembangan produk mente di Indonesia masih terbatas pada biji mente, sedangkan pemanfaatan buah semu belum mendapat perhatian secara serius. Dari produksi gelondong mente tersebut, diperkirakan akan diperoleh buah semu sebanyak 170 855 ton. Dari jumlah tersebut hanya sekitar 10% yang telah dimanfaatkan, sedangkan sisanya 90% masih ter-buang sebagai limbah.
Description
Untuk mendapatkan pektin dengan mutu yang baik dan rendomen yang tinggi, telah dilakukan penelitian isolasi de-ngan menggunakan metode Towle dan Christensen yang di-modifikasi Penelitian dilaksanakan di laboratorium Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat tahun 1995 Perlakuan yang dicobakan adalah pH larutan masing-masing 1, 2 dan 3 serta waktu ekstraksi yang terdiri atas 30, 45 dan 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pH dan waktu ekstraksi berpengaruh terhadap rendemen, kadar metok sil, derajat esterifikasi dan kadar asam anhidrogalakturonat pektin yang dihasilkan. Sedangkan pH hanya berpengaruh terhadap kadar air, kadar abu dan berat ekuivalen pektin. Ekstraksi pada pH 2 selama 60 menit menghasilkan rende men tertinggi (15.62% berdasarkan berat kering) dengan kadar metoksil, derajat esterifikasi dan asam anhidrogalakturonat secara berurutan masing-masing 7.37%, 95.63% dan 43.73%
Keywords
A Agriculture/Pertanian
Citation
Collections