PEMANFAATAN TANAMAN AKWAY (Drymis sp.) OLEH MASYARAKAT LOKAL DI MANOKWARI, PAPUA BARAT
No Thumbnail Available
Date
2007-09-06
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK
Abstract
Manokwari dikenal sebagai salah satu daerah yang kaya akan kekayaan hayati dan
kearifan lokal dalam pemanfaatan tumbuhan sebagai obat. Untuk mengetahui tumbuhan oleh
masyarakat lokal telah dilakukan survei etnobtani pada bulan Agustus tahun 2005 di kabupaten
Menokwari, Papua Barat. Tanamar alwny banyak ditemukan didaerah pegunungan Arfak, dataran
tinggi Myambouw, Kabupaten Manokwari. Masyarakat setempat memanfaatkan kulit dari batang
tanaman akway untuk meningkatkan stamina, afrodisiak dan anti infeksi. Hasil analisis kimia menggunakan GC-MS dari kulit kayu tanaman akway menunjukkan adanya 12 senyawa kimia
berkisar antara 0,57 - 16,72%, dengan konsenytrasi tertinggi adalah 7,11-epoksi isogormakron (16,72%), 9,10-dimetil fenatren (polygodial) (8,12%) 2,5-dimetil-3-etilfuran (7,36%) 7,8- isopropiliden di oksi bisiklo (4,2) (3,43%) dan 5-sedranon (1,87%). Senyawa dari golongan
fenantren diketahui bersifat sebagai afrodisiak, anti inflamasi dan anti alergi. Hasil analisis ini mendukung klaim masyarakat bahwa kulit batang kayu akway berkhasiat sebagai obat afrodisial,
anti infeksi.