Berbagai Kendala Pada Penanaman Kapas Di Lahan Sawah Bero Sesudah Padi Di Sulawesi Selatan
Loading...
Date
1993-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri
Abstract
Berbagai kendala pada usaha penanaman kapas di lahan sawah bero sesudah padi diteliti di Kabupaten Takalar Propinsi Sulawesi Selatan pada tahun 1993 dengan menggunakan metode survey dan analisis program linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mencapai kondisi optimum maka perlu diadakan alokasi sumberdaya baik di lahan sawah maupun di lahan kering. Pada kondisi optimal maka polatanam untuk lahan sawah adalah padil - (kapas+ kedelai) dengan luas masing-masing 0.95 ha, sedangkan pola tanam untuk lahan kering adalah (kapas+kacang hijau) ubikayu, dengan luas masing-masing 0.54 ha. Pada pola optimal ternyata tenaga kerja merupakan kendala pada bulan Januari, Februari, April, Juni, dan Desember artinya pada bulan-bulan tersebut tenaga kerja keluarga tidak cukup untuk mengelola usahatani sehingga perlu menyewa tenaga kerja dari luar keluarga. Sebaliknya pada bulan Maret, Juli, Agus-tus, September, Oktober, Nopember terjadi kelebihan tenaga kerja keluarga. Air merupakan kendala pada bulan Juni, Juli, Agustus untuk tanaman kapas+kedelai di lahan sawah sehingga perlu ada substitusi air dengan menggunakan air tanah. Jumlah substitusi air pada bulan-bulan tersebut berturut-turut adalah 114,8; 793,8; dan 701,5 kiloliter per ha. Kredit kapas yang seharusnya diberikan kepada petani untuk men-capai hasil yang optimal sebesar Rp 234 238/ha.