Gerakan Masyarakat Surplus Beras (Gempar) Dua Juta Ton Tahun 2009 di Sulawesi Selatan
No Thumbnail Available
Date
2009-07-24
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
Abstract
Abstrak
Gerakan Masyarakat Surplus Beras (Gempar) Dua Juta Ton merupakan program strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2009 untuk meningkatkan produksi padi dan memantapkan ketahanan pangan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program Gempar, faktor pendukung dan penghambat, serta dampaknya terhadap kesejahteraan petani dan perekonomian daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi dokumen, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Gempar sukses melampaui target surplus yang ditetapkan melalui peningkatkan produktivitas lahan, modernisasi alat pertanian, dan optimalisasi penyuluhan. Namun, tantangan seperti alih fungsi lahan dan distribusi pupuk bersubsidi yang belum merata masih menjadi kendala di lapangan. Kesimpulannya, program Gempar tidak hanya memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan nasional, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan petani pada tahun 2009.
Abstract
The Rice Surplus Community Movement (Gempar) of Two Million Tons was a strategic program launched by the Regional Government of South Sulawesi in 2009 to boost rice production and strengthen national food security. This study aims to analyse the implementation of the Gempar program, its supporting and hindering factors, and its impact on farmers' welfare and the regional economy. The research method applied is descriptive qualitative, with data collected through documentary studies, interviews, and observations. The results indicate that the Gempar program successfully exceeded its target surplus by improving land productivity, modernizing agricultural machinery, and optimizing agricultural counselling. However, challenges such as land conversion and uneven distribution of subsidized fertilizers remained significant obstacles in the field. In conclusion, the Gempar program not only reinforced South Sulawesi's position as a national food barn but also contributed significantly to increasing farmers' income in 2009.
Description
9 p.; tab.