Padi, Tanaman Ekspansif Dari Timur Ke Barat
No Thumbnail Available
Date
2008-06-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
Abstract
Pendahuluan
Pada umumnya hubungan antara kebudayaan dan khususnya perilaku manusia dengan pembudidayaan tanaman padi dapat dipahami melalui cara dan teknik bercocok tanam. Segi-segi kebudayaan lainnya seperti perlambangan (simbolik), penilaian, dan pemujaan, terekam dalam literatur atau ensiklopedi sejak awal abad ke-20 sampai sekarang. Mungkin karena itulah penting untuk lebih banyak mempelajari, merekam, dan mematau segi-segi kebudayaan tersebut. Mengapa?
Sejak awal abad ke-20, padi menghasilkan pangan utama yang dimakan oleh sekitar setengah penduduk dunia. Tidak ada "serealia" (gandum, jagung, dan lain-lain) atau makanan utama lainnya (umbi-umbian) yang penyebaran pembudidayaannya seluas padi. Artinya, dengan jumlah penduduk bumi yang sekitar 6 miliar pada pertengahan abad ke-21, luas pertanaman padi juga perlu bertambah. Seberapa jauh diversifikasi pangan akan mengubah kecenderungan tersebut, sulit diramalkan.
Sedikit banyak hal itu akan bergantung pada penurunan tingkat kemiskinan yang sekarang tampaknya masih diderita oleh sekitar 800 juta orang, di antaranya banyak yang makan nasi seperti di India Selatan, Bangladesh, dan Asia Tenggara. Penduduk Afrika yang masih menderita kemiskinan lebih banyak memakan umbi-umbian dan pisang sehingga relatif kurang relevan dengan budi daya padi.
Description
6 p.; tab.