Implikasi Kebijakan Pemberdayaan Petani dalam Pengelolaan Keragaman Sumber Daya Genetik Tanaman Buah di Pulau Maitara, Maluku Utara

Loading...
Thumbnail Image
Date
2015-11-10
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
IAARD Press
Abstract
Keragaman sumber daya genetik tanaman buah Nusantara tersebar dari Sabang hingga Merauke. Seperti diketahui bahwa Indonesia memiliki sedikitnya 40 tipe ekosistem darat alami dan sekitar 30.000 jenis tumbuhan berbunga. Sebagai bagian dari kawasan Indo-Malaya, Indonesia juga merupakan salah satu dari delapan pusat keanekaragaman genetika tanaman di dunia, khususnya untuk buah-buahan tropis seperti durian, rambutan, dan mangga. Keragaman SDG terutama banyak ditemukan di Maluku Utara, di mana daerah tersebut dibatasi dengan garis Wallace, yaitu zona transisi antara flora dan fauna di Benua Asia dan Australia. Keragaman tersebut perlu dilestarikan terutama karena banyaknya permasalahan yang terjadi antara lain penebangan hutan dan alih fungsi lahan. Selain itu, masyarakat belum menyadari sepenuhnya, bahwa buah-buahan tersebut merupakan sumber nutrisi dan sumber pendapatan mendukung kemandirian pangan. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk melihat sejauh mana potensi keragaman buah-buahan asli Maluku Utara khususnya di Pulau Maitara, di samping juga pemberdayaan masyarakat dan dukungan pemerintah daerah dalam melakukan perlindungan pertanian atau konservasi tanaman buah, terutama dalam menerapkan Community Biodiversity Management (CBM) di masa yang akan datang. Penelitian dilakukan melalui metode PRA/GFD, survei, dan studi literatur. Hasil dari penelitian ini adalah masih tingginya keragaman tanaman buah asli Maluku Utara di Pulau Maitara. Dengan demikian, diperlukan kebijakan perlindungan pertanian yang difokuskan pada beberapa tanaman buah potensial, seperti sukun, mangga, pisang, dan nangka dengan pemberdayaan aktif masyarakat, serta pemerintah daerah sehingga akan menunjang kemandirian pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Description
Indonesia merupakan negara kepulauan yang berada pada garis khatulistiwa yang memiliki banyak keistimewaan. Amplitudo suhu rata-rata tahunan yang rendah menjadi ciri khas wilayah yang berada di garis khatulistiwa. Hal ini menjadikan Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi (Zuhud 2009). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Valilov, Indonesia masuk dalam pusat keanekaragaman di wilayah Asia Tenggara. Pengaruh monsun Asia dan Australia menjadikan Indonesia memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau (Aldrian 2000). Adanya kedua musim ini menjadikan buah tropis berkembang. Selain itu, Indonesia yang dilewati jalur pegunungan membuat keanekaragaman hayati sangat tinggi sehingga negara ini disebut dengan negara megadiversitas (Kartawinarta 2010). Sebagai negara megabiodiversity yang memiliki keragaman sumber daya genetik (SDG) terbesar ke tiga di dunia, Indonesia harus dapat memanfaatkannya untuk kemaslahatan masyarakat. Keragaman sumber daya genetik ini tersebar dari Sabang hingga Merauke. Indonesia memiliki sedikitnya 40 tipe ekosistem darat alami dan sekitar 30.000 jenis tumbuhan berbunga. Sebagai bagian dari kawasan Indo-Malaya, Indonesia juga merupakan salah satu dari delapan pusat keanekaragaman genetika tanaman di dunia khususnya untuk buah-buahan tropis, seperti durian, rambutan, dan mangga (Sastrapradja dan Rifai 1989). Selain itu, saat ini terdapat lebih dari 532 jenis buah-buahan yang tersebar di seluruh wilayah nusantara di mana sebagian besar merupakan buah-buahan yang hidup di belantara hutan-hutan Indonesia (Uji 2007).
Keywords
A Agriculture/Pertanian::A50 Agricultural research/Penelitian Pertanian, E Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan::E20 Organization, administration and management of agricultural enterprise or farms// Organisasi, Administrasi dan Pengelolaan Perusahaan Pertanian/Usaha tani, L Animal production/Produksi Hewan::L52 Animal physiology - Growth and development/Fisiologi ternak-pertumbuhan dan perkembangan
Citation