Karakteristik dan Kelembagaan Tata Niaga Petani Karet di Aceh

Loading...
Thumbnail Image
Date
2015-11-10
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
IAARD Press
Abstract
Penentuan pilihan kelembagaan tata niaga karet dipengaruhi oleh karakteristik kelembagaan dan karakteristik sosial ekonomi petani. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peranan karakteristik petani karet dalam proses penentuan pilihan kelembagaan tata niaga. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Penelitian ini dilakukan di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Timur. Jumlah responden sebanyak 360 petani. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan observasi dan wawancara secara terstruktur kepada sejumlah “key informan” dan dilakukan forum group discussion (FGD) untuk memperkuat serta melengkapi informasi yang dibutuhkan. Hasil penelitian menunjukkan besarnya peluang petani memilih kelembagaan kemitraan terhadap kelembagaan tradisonal dipengaruhi secara nyata dengan arah negatif oleh pengalaman petani dalam usaha tani karet, pendidikan formal petani, jumlah anggota keluarga petani, dan jumlah pohon karet yang disadap, serta dipengaruhi secara nyata dan positif oleh pendidikan nonformal dan total pendapatan keluarga. Peubah total pendapatan keluarga memiliki elastisitas respon yang bersifat elastis.
Description
Pembangunan pertanian merupakan bagian dari pembangunan nasional dan harus dilakukan secara terus menerus serta berdampak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan produksi pertanian tidak hanya dari segi kuantitas saja, tetapi juga kualitasnya sehingga dapat memenuhi bermacam kebutuhan masyarakat dan dapat meningkatkan devisa negara melalui ekspor hasil pertanian. Pembangunan sektor perkebunan merupakan bagian dari pembangunan pertanian yang dapat berperan dan mampu menggerakkan sektor industri. Saat ini perkebunan merupakan salah satu subsistem di lingkungan pertanian yang memberikan sumbangan paling besar terhadap devisa negara dibandingkan dengan subsektor lainnya. Karet adalah salah satu komoditas perkebunan yang paling penting, baik dalam skala nasional maupun internasional. Di Provinsi Aceh, karet merupakan tanaman perkebunan terluas setelah tanaman kelapa sawit, dengan luas arealnya mencapai 109.104 ha (21,86%) dari luas tanaman perkebunan yang ada dengan jumlah produksi sebesar 63,603 ton/ha atau 14,47% dari total produksi perkebunan utama Provinsi Aceh (BPS 2010). Perkebunan rakyat masih dicirikan oleh produksi yang rendah, keadaan kebun yang kurang terawat, serta rendahnya pendapatan petani. Rendahnya produktivitas perkebunan karet rakyat juga disebabkan oleh terbatasnya modal yang dimiliki oleh petani sehingga petani tidak mampu untuk menggunakan teknik-teknik budi daya yang sesuai dengan syarat-syarat teknis yang diperlukan. Karet merupakan komoditas yang mempunyai prospek masa depan yang cukup baik, namun masih diperdagangkan secara tradisional. Mengingat usaha komoditas karet adalah usaha jangka panjang maka peninjauan prospek komoditas tersebut merupakan hal yang sangat penting terutama dari segi pemasaran. Beberapa hal yang merupakan informasi menyangkut komoditas karet tersebut antara lain adalah mengenai perkembangan permintaan dan penawaran, Perkembangan dari beberapa negara produsen dan konsumen karet alam termasuk keunggulan komparatif dan daya saing, serta potensi pengembangannya.
Keywords
E Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan::E10 Agricultural economics and policies/Ekonomi dan Kebijaksanaan Nasional mengenai pertanian, E Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan::E20 Organization, administration and management of agricultural enterprise or farms// Organisasi, Administrasi dan Pengelolaan Perusahaan Pertanian/Usaha tani, kelembagaan, tata niaga
Citation