Pengaruh Pupuk Hayati dan Dosis Pupuk NPK Anorganik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Padi Inpari 32

Abstract
Abstrak Kerusakan kualitas dan kesehatan tanah karena penggunaan pupuk anorganik secara intensif menyebabkan peningkatan produktivitas padi berada pada titik jenuh. Upaya perbaikan kerusakan tanah dapat dilakukan dengan pemanfaatan pupuk hayati yang juga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk anorganik. Penelitian dilakukan untuk mendapatkan informasi pengaruh dari pemberian pupuk dan dosis pemupukan NPK anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil padi varietas Inpari 32. Percobaan dilaksanakan pada Januari – April 2016 di Kebun Percobaan (KP) Sukamandi, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split plot) dengan dua ulangan. Perlakuan petak utama adalah 7 jenis pupuk hayati dan kontrol (tanpa pupuk hayati), sedangkan perlakuan anak petak adalah 3 dosis pemupukan NPK yaitu 100% rekomendasi, 75% dari rekomendasi dan 50% dari rekomendasi. Rekomendasi pemupukan anorganik diperoleh dari perangkat lunak pengelolaan hara spesifik lokasi (PHSL). Pengamatan dilakukan terhadap peubah pertumbuhan tanaman, komponen hasil dan hasil gabah kering giling (GKG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk hayati dapat meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah anakan per rumpun pada fase awal pertumbuhan serta dapat menurunkan persen gabah hampa. Hasil GKG dipengaruhi oleh perlakuan dosis pemupukan NPK, dimana terjadi penurunan hasil pada perlakuan pemupukan NPK setengah dosis rekomendasi. Penggunaan pupuk hayati dapat mengurangi 50% penggunaan pupuk anorganik untuk pertumbuhan yang optimal dan mengurangi 25% penggunaan pupuk anorganik untuk mendapatkan hasil GKG yang optimal. Abstract Soil degradation due to intensive use of inorganic fertilizers causing levelling-off on rice productivity. Remediation of quality and soil health can be done with utilizing biofertilizer which can also increase the efficiency of inorganic fertilizers. The study was conducted to get information on the effect of biofertilizer and doses of inorganic NPK fertilizer on growth and yield of rice Inpari 32. The experiment was conducted in January-April 2016 at experimental field (KP) Sukamandi, Indonesian Center for Rice Research (BB Padi), using the Split Plot Design with two replications. The main plot treatment is 7 types of biofertilizers and control (without biofertilizer), while the subplot treatment is 3 doses of NPK fertilizer (100%, 75% and 50% of the recommendations). Recommendations of inorganic fertilizer derived from site-specific nutrient management software (SSNM). Data were collected for variable of growth, yield components and yield (GKG). The results showed that the treatment of biofertilizer can increase plant height and number of tillers per hill in the early stages of growth and can reduce percent of hollow grains. Yield affected by doses of NPK fertilization, where a half dose of NPK fertilizer can decrease the GKG. For optimal griwth, utilization of biofertilizers can reduce by 50% the use of inorganic fertilizer and reduce 25% the use of inorganic fertilizers to obtain optimal GKG.
Description
8 p.; ills.; tab.
Keywords
Citation