Laporan Pelaksanaan Pembuatan Perangkap Lalat Buah Menggunakan Atraktan Metil dan Botol Plastik Bekas

dc.contributor.authorRizky Amallia
dc.date.accessioned2026-07-19T06:34:40Z
dc.date.available2026-07-19T06:34:40Z
dc.date.issued2025
dc.descriptionLaporan Pelaksanaan Praktikum ini menyajikan panduan pengajaran kontekstual dan teknis operasional mengenai "Pembuatan Perangkap Lalat Buah Menggunakan Atraktan Metil Eugenol dan Botol Plastik Bekas". Laporan ini disusun oleh Rizky Amallia, S.P., M.Sc. pada mata pelajaran Perlindungan Tanaman di SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru sebagai dokumentasi pemenuhan kompetensi dasar siswa dalam mengimplementasikan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
dc.description.abstractLalat buah merupakan salah satu hama utama pada berbagai komoditas hortikultura yang menyebabkan penurunan mutu, pembusukan, hingga kerontokan buah dini. Sebagai bagian dari komponen Pengendalian Hama Terpadu (PHT), teknik penjebakan mekanis menggunakan senyawa penarik (paraferomon) menjadi solusi yang aman dan efisien. Praktikum ini bertujuan untuk membekali 30 siswa kelas XI ATPH dengan pemahaman konsep PHT, prosedur perakitan alat perangkap ramah lingkungan, serta penerapan protokol Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) penanganan bahan kimia. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Desember 2025 di Laboratorium dan Lahan Praktik SMK-PP Negeri Banjarbaru. Metode pelaksanaan berbasis kerja kelompok, meliputi langkah pembersihan limbah botol plastik, pembuatan 2–4 lubang masuk berhadapan pada sisi botol, pengisian air deterjen di dasar botol sebagai cairan penjebak, penetesan metil eugenol pada kapas gantung tengah, serta pemasangan tiang di bagian tajuk tanaman yang teduh. Evaluasi keberhasilan dinilai melalui rubrik observasi proses kerja kelompok, mutu fisik fungsional perangkap, penerapan K3, serta format lembar monitoring berkala. Hasil praktikum menunjukkan bahwa seluruh kelompok siswa terampil menghasilkan perangkap gantung mandiri yang stabil dan fungsional. Di samping penguasaan kompetensi teknis perlindungan tanaman, kegiatan ini berhasil menumbuhkan sikap kolaboratif, ketelitian, serta kesadaran pemanfaatan limbah plastik. Efektivitas perangkap secara kuantitatif direkomendasikan untuk dievaluasi lebih lanjut melalui pencatatan jumlah serangga berkala setiap 3–7 hari guna mengamati dinamika populasi hama di lapangan. Kata Kunci: Paraferomon, Metil Eugenol, Lalat Buah, Botol Bekas, Pengendalian Hama Terpadu.
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/30347
dc.language.isoid
dc.publisherSMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru
dc.subjectA Agriculture/Pertanian::A50 Agricultural research/Penelitian Pertanian
dc.subjectC Education, extension, and advisory work/Pendidikan, Penyuluhan Pertanian
dc.titleLaporan Pelaksanaan Pembuatan Perangkap Lalat Buah Menggunakan Atraktan Metil dan Botol Plastik Bekas
dc.typeTechnical Report
dc.typeLearning Object
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Rizky Amallia Laporan_Pelaksanaan_Praktikum_Perangkap_Lalat_Buah_XI_ATPH.pdf
Size:
346.05 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:
Collections