Pemanfaatan Limbah Pertanian Sebagai Pakan Untuk Menunjang Agribisnis Kelinci
No Thumbnail Available
Date
2005
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Ternak
Abstract
Pada pola pemeliharaan intensif, biaya produksi ternak terbesar berasal dari pakan yaitu sebesar 60–70%. Oleh karena itu, upaya meningkatkan efisiensi pakan atau menurunkan biaya pakan merupakan suatu keharusan. Setiap penurunan biaya pakan Rp. 100 per kg, dengan asumsi kinerja pertumbuhan tak berubah, IOFC meningkat 0,1–0,13. Pada peternak skala rumah tangga dimana akses terhadap pakan konsentrat terbatas, penggunaan pakan hijauan/limbah sayuran akan semakin menekan biaya produksi. Untuk daerah-daerah sentra produksi sayuran dimana suhu udara umumnya rendah seperti Dieng, Tawangmangu, Pangalengan, Lembang, Cipanas, Sarangan, Batu-Malang, dan Tomohon-Sulut, potensi pengembangan kelinci sangat besar. Beberapa penelitian yang bertujuan untuk mempelajari mutu dan pemanfaatan berbagai limbah pertanian sebagai pakan kelinci, telah dilakukan di Balai Penelitian Ternak, dan di lokasi Pembibitan Kelinci milik PT Dirra di Kepakisan, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian dilakukan selama 3 bulan, mulai lepas sapih sampai umur potong. Hasil penelitian terhadap pemanfaatan limbah pertanian daun rami, onggok (dengan/tanpa fermentasi), ampas tahu (dengan/tanpa fermentasi), ampas teh dan ampas bir, disajikan dalam makalah ini.
Description
Keywords
L Animal production/Produksi Hewan::L01 Animal husbandry/Peternakan, Q Food science/Ilmu Pangan::Q54 Feed composition/Komposisi Pakan