Potensi Permasalahan Model Usahatani Padi di Wilayah Subak Calon Pelaksana Program Gerbang Pangan di Kabupaten Tabanan Bali 119-126
No Thumbnail Available
Date
2014-06-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Abstract
Kabupaten Tabanan merupakan lumbung berasnya Provinsi Bali, karena 24,5% beras di Bali dipasok oleh daerah ini.
Untuk meningkatkan produksi beras, mulai tahun 2013 Pemda Kabupaten Tabanan memprogramkan gerakan
pembangunan pertanian (Gerbang Pangan). Program ini diawali dengan penelitian untuk menganalisis potensi dan
permasalahan model budidaya padi dengan metode Participatorry Rural Appraisal (PRA). Penelitian dilaksanakan sejak
Juli sampai September 2013, di enam subak, di enam kecamatan. Tiap-tiap lokasi, melibatkan 60 orang yang terdiri
dari petani, PPL, dinas teknis, Bappeda, aparat desa, termasuk kalangan swasta, dan peneliti serta penyuluh BPTP Bali
selaku fasilitator. PRA dilakukan dengan memanfaatkan enam metode, namun pada makalah ini hanya memaparkan
hasil dari dua metode (metode analisis finansial dan sejarah program), dengan pokok bahasan terkait penggunaan
pupuk dan pestisida. Hasil penelitian menunjukkan, petani di enam subak mengeluarkan biaya pupuk 7,3% lebih
rendah dibandingkan biaya usahatani padi pada laboratorium lapang (LL) kegiatan sekolah lapang pengelolaan
tananaman terpadu (SLPTT) padi, namun menggunakan biayə pestisida rata-rata 3,1% lebih tinggi dibandingkan pada
LL SLPTT. Hasil analisis juga menunjukkan, penggunaan biaya pupuk tertinggi (di atas lab lapang) dikeluarkkan oleh
petani di Subak Bulung Daya yang mencapai 33,3%, dan biaya pestisida tertinggi oleh Subak Meliling, yakni mencapai
19,2%; padahal dari metode sejarah program diketahui, seluruh subak yang diteliti telah pernah mendapatkan
program SLPTT padi. Dengan demikian, perlu dilakukan pendampingan yang bersifat spesifik lokasi, sesuai dengan
permasalahan masing-masing.
Kata kunci: Potensi dan permasalahan, usahatani padi, subak