TEKNIK PESEMAIAN BENIH YLANG-YLANG : Warta Balittro No. 32 dan 33 Tahun 1995
| dc.contributor.author | Wawan Lukman dan Epon Suhertini | |
| dc.date.accessioned | 2026-04-30T01:32:04Z | |
| dc.date.available | 2026-04-30T01:32:04Z | |
| dc.date.issued | 2002-01-01 | |
| dc.description.abstract | rhasilan suatu tanaman sangat tergantung kepada kualitas bibit yang ditanam. Oleh karena itu penyediaan bibit yang baik perlu mendapat perhatian. Saat ini tanaman ylang-ylang diperbanyak secara generatif. Teknik perbanyakan secara vege- tatif masih sulit dilakukan. Karena ylang-ylang mengalami masa dormansi cukup lama (60 hari) maka untuk mempercepat tumbuhnya, biji ylang-ylang digosok dengan abu gosok agar terdapat goresan-goresan pada permukaan biji, sehingga persentase tumbuhnya bisa mencapai 80-90%. Adapun persyaratan tumbuh benih yang baik meliputi : a) benih yang cukup matang, b) media perbenihan yang sesuai dan c) cara penyemaian benih yang baik. Media tanaman menggunakan pupuk kandang, tanah dan pasir, dengan perbandingan 1: 1: 2. setelah bibit berumur 30 hari dengan memiliki daun 4 - 6 helai dengan panjang akar 5 - 10 cm, bibit dipindahkan ke kantong plastik (polybag) dengan media tanah dicampur pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1. Berhubung ylang-ylang ter- masuk tanaman yang perlu peme- liharaan yang intensif, maka selama pembibitan harus dipelihara dengan baik, seperti penyi- raman, pemberantasan hama/ penyakit serta penyiangan ter- hadap gulma yang tumbuh. Setelah bibit berumur 6 - 12 bulan dan sudah kelihatan tumbuh baik baru bibit dipindahkan ke pertanaman. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/29490 | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat | |
| dc.relation.ispartofseries | no. 45 | |
| dc.title | TEKNIK PESEMAIAN BENIH YLANG-YLANG : Warta Balittro No. 32 dan 33 Tahun 1995 | |
| dc.type | Article |