Kinerja Pemasaran Jagung di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan

dc.contributor.authorSyuryawati
dc.contributor.authorSL, Margaretha
dc.date.accessioned2026-08-27T04:11:17Z
dc.date.available2026-08-27T04:11:17Z
dc.date.issued2015-11-10
dc.descriptionJagung merupakan salah satu komoditas andalan di sektor pertanian karena jagung merupakan bahan pokok makanan di Indonesia yang memiliki kedudukan cukup penting setelah padi. Selain itu, jagung banyak digunakan untuk pakan dan bahan baku industri. Kebutuhan jagung untuk industri pakan setiap tahun terus meningkat sejalan dengan pesatnya perkembangan industri peternakan (Rachman 2003). Selama periode 2001−2006, kebutuhan jagung untuk bahan industri pakan ternak, makanan, dan minuman terus meningkat sekitar 10−15%/tahun (Zubachtirodin et al. 2007). Pada tahun 2010, total kebutuhan pakan bagi populasi ternak sebesar 6,99 juta ton dan produksi pabrik pakan mencapai 9,36 juta ton. Untuk tahun 2020, diprediksi kebutuhan pakan berdasarkan pendekatan populasi ternak sebesar 13,36 juta ton dan proyeksi produksi pakan dari pabrik mencapai 18,64 juta ton (Swastika et al. 2011). Kebutuhan jagung yang terus meningkat perlu mendapat perhatian yang lebih besar dalam upaya peningkatan produksi jagung di Indonesia. Berdasarkan data BPS (2014), produktivitas jagung di Indonesia dalam kurun waktu lima tahun (2009−2013) mencapai rata-rata 4,59 ton/ha dan mengalami peningkatan mulai dari 4,24 ton/ha pada tahun 2009 menjadi 4,80 ton/ha pada tahun 2013. Dalam rentang waktu lima tahun tersebut, luas panen jagung berkisar 4 juta ha/tahun dengan kisaran produksi 17,6−19,4 juta ton. Jika produktivitas jagung dikaji menurut provinsi maka terdapat sembilan provinsi yang mampu mencapai produktivitas di atas rata-rata nasional. Sembilan provinsi tersebut adalah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat. Misalnya, di Sulawesi Selatan produktivitas jagung rata-rata mencapai 4,62 ton/ha per tahun.
dc.description.abstractHasil jagung petani distribusinya mengarah ke pasar. Jagung yang diproduksi petani dapat dipasarkan langsung ke konsumen akhir atau melalui pedagang perantara untuk sampai ke konsumen. Pemasaran jagung secara berkelompok melalui Gapoktan dengan penggabungan beberapa kelompok tani yang berada di wilayahnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui kinerja Gapoktan dalam pemasaran jagung yang berada di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Penelitian dilakukan pada bulan September 2014 dengan menggunakan metode survei. Pengambilan contoh secara sengaja terhadap Gapoktan Aidil Jaya dan Androng Guru. Hasil penelitian menunjukkan kinerja Gapoktan antara lain menjadi penjamin kolektif bagi anggotanya, melalui ketua memberi pinjaman kepada petani yang kekurangan modal. Petani menjual hasil panen ke kelompok tani dan menggabungkannya ke Gapoktan yang akhirnya menjual ke pegadang besar. Dalam waktu empat tahun, rata-rata per tahun volume pembelian dan penjualan jagung 613.701 kg, pemasaran terendah pada bulan Desember sebesar 10.188 kg dan tertinggi pada bulan September sebesar 130.086 kg, dan periode September−Desember sebesar 225.147 kg karena permintaan jagung oleh konsumen banyak utamanya pakan ternak sampai pengiriman ke luar Sulawesi Selatan. Marjin penerimaan hasil pemasaran jagung selama empat tahun rata-rata per tahun Rp181.529.125, per bulan tertinggi pada bulan September Rp39.025.875, dan di periode September−Desember Rp67.543.875. Kinerja pemasaran jagung Gapoktan antara volume pembelian dan penjualan jagung terjadi keseimbangan. Hal ini terjadi agar tidak mengalami kerugian dan disesuaikan dengan permodalan yang dimiliki karena dalam penyimpanan berisiko terserang kumbang bubuk dan harga jagung berfluktuasi dalam tempo yang relatif singkat. Untuk memotivasi peran Gapoktan perlu dukungan permodalan melalui pinjaman kredit di BRI dan penetapan harga jagung oleh pemerintah untuk membantu petani.
dc.identifier.isbn978-602-344-127-3
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/31363
dc.language.isoid
dc.publisherIAARD Press
dc.relation.ispartofseriesProsiding Makalah Penunjang; No.47 2015
dc.subjectE Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan::E20 Organization, administration and management of agricultural enterprise or farms// Organisasi, Administrasi dan Pengelolaan Perusahaan Pertanian/Usaha tani
dc.subjectQ Food science/Ilmu Pangan::Q80 Packaging/Pengepakan Produk Industri Hasil Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan
dc.titleKinerja Pemasaran Jagung di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan
dc.typeArticle
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
pros2015_No47_24PB_Syuryawati.pdf
Size:
169.65 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: