Penanganan Pascapanen Tanaman Olahan Karet
| dc.contributor.author | Direktorat Jenderal Perkebunan | |
| dc.date.accessioned | 2026-09-02T05:02:21Z | |
| dc.date.available | 2026-09-02T05:02:21Z | |
| dc.date.issued | 2025 | |
| dc.description.abstract | Tanaman karet merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan strategis. Getah yang dihasilkan dari pohon karet (Hevea brasiliensis) merupakan salah satu komoditi perkebunan yang memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Pada umumnya hasil dari perkebunan rakyat adalah bahan olah karet (bokar) berupa lateks kebun, lum, slab dan sit angin/asap dengan mutu yang masih bervariasi. Bahan olah karet diperoleh dari hasil penyadapan tanaman karet umur 5 tahun ke atas, dengan lilit batang lebih besar dari 45 cm, posisi batang sadap berada 1 meter di atas pertautan okulasi, dan alat sadap yang memadai. Pelaksanaan penyadapan memperhatikan waktu penyadapan pada pagi hari sebelum matahari terbit. Aturan teknis penyadapan terdiri dari: irisan sadap membentuk spiral dari kiri atas ke kanan bawah, panjang irisan sadap setengah spiral (1/2 S), tebal penyadapan kulit tiap kali sadap 1,5–2,0 mm, kedalaman sadap berada pada jarak 2–2,5 mm dari kambium, dan frekuensi penyadapan. Selanjutnya dilakukan pemeliharaan dan pemulihan kulit bagian batang, seperti mengoleskan minyak sawit mentah atau bahan pemulih kulit, memberi pupuk K (KCI atau ZK) 2 x dosisi anjuran. Penyadapan dapat kembali dilakukan setelah 5–6 tahun ketika ketebalan kulit sesudah mencapai sedikitnya 7 mm. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/31580 | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | Pertanian Press | |
| dc.subject | J Handling, transport, storage, and protection of agricultural products/ Penanganan, trasnpor, penyimpanan dan perlindungan hasil pertanian::J11 Handling, transport, storage and protection of plant products | |
| dc.title | Penanganan Pascapanen Tanaman Olahan Karet | |
| dc.type | Other |