Simulasi Kebijakan Insentif Untuk Pabrik Gula dan Pekebun Tebu melalui Penetapan Imbal Jasa Pengolahan Tebu

dc.contributor.authorWahyudi, Agus
dc.contributor.authorPurwono
dc.contributor.authorWulandari, Suci
dc.contributor.authorYusuf, Eddy Supriadi
dc.contributor.authorSujianto
dc.date.accessioned2026-09-08T05:39:56Z
dc.date.available2026-09-08T05:39:56Z
dc.date.issued2022-12
dc.description.abstractSaat ini sistem imbal jasa natura, yaitu pembayaran natura dari hasil gula dan tetes, masih dominan dilaksanakan dalam pengolahan tebu rakyat walaupun sistem penjualan tebu diadakan secara langsung kepada pabrik gula (PG). Dalam kurun waktu 2015-2019 telah terjadi penurunan areal tanam tebu dan produksi gula nasional secara berarti, yang diduga salah satunya karena rendahnya tingkat insentif bagi pekebun akibat sistem imbal jasa natura pengolahan tebu. Oleh karena itu perlu dilakukan simulasi kebijakan insentif untuk pabrik gula dan pekebun tebu melalui penetapan imbal jasa pengolahan tebu. Simulasi ini bertujuan untuk (1) mengevaluasi tingkat insentif yang diperoleh PG dan pekebun tebu pada tingkat imbal jasa pengolahan yang berlaku (aktual), dan (2) menentukan tingkat imbal jasa pengolahan optimal pada target tingkat insentif minimum yang diperoleh PG dan bagian gula pekebun tebu. Dengan metode komparatif antara tingkat insentif (dengan indikator marjin keuntungan) aktual dengan optimal, kemudian dilakukan evaluasi tingkat imbal jasa natura yang sebaiknya diberlakukan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tingkat insentif yang diperoleh PG pada tingkat imbal jasa natura untuk pengolahan tebu aktual terlalu tinggi, yang berakibat tingkat insentif yang diperoleh pekebun tebu menjadi tertekan sehingga tidak mampu bersaing dengan usaha tani lainnya. Walaupun demikian, tidak dengan serta merta PG dapat meraih keuntungan karena kebanyakan PG beroperasi di bawah kapasitas minimum, pada sisi lain banyak pekebun yang mengurangi atau tidak lagi mengusahakan tebu sehingga areal tebu terus menurun. Untuk menghindari semakin berkurangnya areal tebu, maka perlu dilakukan penyesuaian kebijakan tingkat imbal jasa gula untuk pengolahan tebu pada kisaran 25,35%-25,90% dari yang semula 34%. Melalui penyesuaian ini diharapkan marjin keuntungan yang diperoleh pekebun tebu dapat meningkat dan usaha tebu dapat bersaing dengan usaha tani lainnya. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v20i2.137-145
dc.identifier.issn2549-7278
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/31891
dc.language.isoid
dc.publisherPusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
dc.relation.ispartofseriesAnalisis Kebijakan Pertanian; Vol. 20 No. 2 (2022)
dc.subjectE Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan::E10 Agricultural economics and policies/Ekonomi dan Kebijaksanaan Nasional mengenai pertanian
dc.subjectimbal jasa natura
dc.subjectkebijakan insentif
dc.subjectpabrik gula
dc.subjectpengolahan
dc.subjecttebu
dc.titleSimulasi Kebijakan Insentif Untuk Pabrik Gula dan Pekebun Tebu melalui Penetapan Imbal Jasa Pengolahan Tebu
dc.typeArticle
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
1-213-CE+SNS_Imbal+Jasa+Gula-+AKP+Des+22-Final+Ketua+TE+ASR-28+Nov+2022.pdf
Size:
174.11 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: