Sistem Produksi Kacang-kacangan untuk Menghasilkan Benih Bebas Virus

Loading...
Thumbnail Image
Date
2007-12-16
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Abstract
Salah satu penyebab rendahnya produktivitas kacang-kacangan (kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau) di Indonesia adalah karena sebagian besar petani masih menggunakan benih yang tidak terjamin kualitas dari kesehatannya. Kesehatan benih dari infeksi patogen (khususnya patogen virus) sejauh ini belum dimasukkan ke dalam program sertifikasi benih, meskipun telah diketahui banyak virus menginfeksi tanaman kacang-kacangan. Di Indonesia, tujuh di antara lebih dari 15 jenis patogen virus yang menginfeksi tanaman kacang-kacangan ditularkan melalui biji. Penularan virus dari induk tanaman sakit terjadi melalui infeksi sel telur dan atau tepungsari. Dalam biji terinfeksi, virus terdapat di dalam jaringan kulit biji atau embrio (kotiledon dan lembaga). Sejauh ini belum ada usaha perawatan benih secara fisik maupun kimiawi yang secara ekonomis dan praktis dapat menginaktifkan virus dalam embrio tanpa mempengaruhi viabilitas benih tersebut. Penularan virus melalui biji terbukti memegang peranan penting dalam penyebarluasan dan perkembangan epidemi penyakit virus pada tanaman kacang-kacangan. Benih yang bebas virus dapat diproduksi dengan cara meng- hindari sumber infeksi, awal dengan mulai menanam stok benih sehat, meng- hilangkan tanaman terinfeksi dan sumber infeksi lain di lapang, mencegah masuk dan tersebarnya virus ke pertanaman dengan cara melakukan isolasi tempat dan waktu, mengendalikan vektor serta menanam varietas tahan atau yang tidak menularkan virus lewat biji. B enih merupakan modal utama dalam berusahatani tanaman kacang- kacangan. Selain kemurnian varietas, kebersihan dari campuran biji- biji gulma maupun kotoran dan mempunyai daya berkecambah yang tinggi, benih juga harus terbebas dari infeksi dan kontaminasi patogen. Dari benih yang sehat diharapkan akan tumbuh tanaman yang sehat, tumbuh normal yang pada gilirannya dapat berproduksi secara optimal. Sejauh ini persyaratan kesehatan benih (khususnya dari infeksi patogen virus) belum sepenuhnya dilaksanakan dalam program sertifikasi benih.Selain itu, ketersediaan benih kacang-kacangan bersertifikat masih sangat terbatas sehingga sebagian besar petani menggunakan benih yang diperoleh dari tetangga, pasar setempat, atau dari pertanaman mereka sebelumnya.
Description
Buletin Iptek Tanaman Pangan telah memasuki tahun kedua. Di usianya yang muda ini, buletin Iptek Tanaman Pangan masih menuntut redaksi untuk proaktif melobi para peneliti dan kontributor artikel untuk menulis dan mengirimkan tulisannya ke redaksi.
Keywords
Citation
Collections