Kajian Teknik Pemberian Air dan Pengolahan Tanah Pada Kapas di Lahan Sawah Sesudah Padi

dc.contributor.authorPeter Tandisau, M Zain Kanro, dan Moch , Sahid
dc.date.accessioned2026-04-02T02:24:29Z
dc.date.available2026-04-02T02:24:29Z
dc.date.issued1993-04
dc.description.abstractPengaruh teknik pemberian air dan pengolahan tanah terhadap pertumbuhan dan hasil kapas diteliti pada lahan sawah sesudah padi di Desa Bontolangkasa Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Goa, Sulawesi Selatan, dari bulan Mei sampai September 1992. Perlakuan yang diuji terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah teknik pemberian air, yaitu pengairan antar barisan dan antar dua barisan. Faktor kedua adalah cara pengolahan tanah, yaitu tanpa pengolahan, pengolahan setempat dan pengolahan sempurna. Perlakuan disusun dalam rancangan petak berbaris (strip-plot-design), dengan lima ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pengairan tidak berpengaruh, baik terhadap kepadatan tanah, perkembangan akar maupun produksi kapas, sedang pengolahan tanah hanya berpengaruh terhadap kepadatan tanah tetapi tidak berpengaruh terhadap perkembangan akar maupun produksi. Pengolahan tanah, baik pengolahan setempat maupun pengolahan sempurna, nyata menurunkan kepadatan tanah. Dengan demikian, penanaman kapas pada tanah yang tidak diolah dengan pengairan antar dua baris merupakan cara yang paling efisien.
dc.identifier.issn0216-9657
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/29131
dc.language.isoid
dc.publisherPusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri
dc.titleKajian Teknik Pemberian Air dan Pengolahan Tanah Pada Kapas di Lahan Sawah Sesudah Padi
dc.typeArticle
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Kajian Teknik.pdf
Size:
3.18 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:
Collections