Pengenalan Pengendalian Terpadu Penyakit Tungro

dc.contributor.authorFausiah T. Ladja
dc.contributor.authorSyahrir Pakki
dc.date.accessioned2025-07-21T04:19:50Z
dc.date.available2025-07-21T04:19:50Z
dc.date.issued2010-12-23
dc.description.abstractPotensi hasil varietas unggul padi yang telah dilepas selama sepuluh tahun terakhir berkisar antara 5 sampai 9 ton GKP/ha, namun rata-rata produktivitas nasional hanya mencapai 4-5 ton GKP/ha. Salah satu penyebabnya adalah penyakit tungro yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh wereng hijau. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, penyakit tungro telah tersebar di 22 provinsi, diantaranya Sulaesi Selatan, NTB, Jawa Barat (2.443 ha), Jawa Timur (1.150 ha), Bali (1.093 ha), Jateng (710 ha), dan Bengkulu (521 ha). Pada awal 2008, penyakit tungro dilaporkan telah menyebar ke daerah Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Pesisir Selatan, Solok, Pasaman Barat. Pada tahun 2008/2009, di Sulawesi Selatan, sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara dilaporkan menyerang sekitar 6.000 ha pertanaman petani. Loka penelitian (lolit) penyakit tungro yang terbentuk pada tahun 2002 merupakan lembaga penelitian yang khusus menangani masalah penyakit tungro. Lolit Tungro telah melakukan berbagai kegiatan penelitian yang bertujuan menciptakan suatu paket teknologi pengendalian terpadu penyakit tungro yang dapat diterapkan pada semua pola tanam.
dc.identifier.isbn978-602-98272-0-0
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/25699
dc.language.isoid
dc.publisherBADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN
dc.titlePengenalan Pengendalian Terpadu Penyakit Tungro
dc.typeBook
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Pengenalan Pengendalian Terpadu Penyakit Tungro.pdf
Size:
10.3 MB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description:
Collections