Efektivitas Pendampingan Teknologi Tanam Jajar Legowo terhadap Perubahan Sikap dan Pengetahuan Petani di Kabupaten Sumedang Jawa Barat
Loading...
Date
2015-11-10
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
IAARD Press
Abstract
Penerapan teknologi tanam jajar legowo di Kabupaten Sumedang perlu terus ditingkatkan dengan kegiatan pendampingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sikap dan pengetahuan petani setelah mengikuti pendampingan teknologi tanam jajar legowo di tiga kecamatan, Kabupaten Sumedang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret−Juli 2014 dengan metode survei di tiga kecamatan, yaitu Situraja, Darmaraja, dan Sukasari. Penarikan sampel responden dilakukan secara acak sederhana, yaitu 60 responden yang terdiri dari 10 petani dan 50 jasa tanam. Responden mendapatkan pendampingan berupa pembinaan, baik teori maupun praktik tanam jajar legowo. Pengisian kuesioner dilakukan sebelum dan sesudah pendampingan untuk mengetahui perubahan sikap dan pengetahuan responden. Kuesioner berisi pengetahuan tentang prinsip dasar teknologi tanam jajar legowo dan manfaat penerapan teknologi tanam jajar legowo, serta sikap responden terhadap teknologi tanam jajar legowo dan motivasi memperluas teknologi tanam jajar legowo. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon terhadap dua sampel berhubungan dengan Program SPSS 20.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan setelah pendampingan teknologi tanam jajar legowo secara nyata terdapat pada prinsip dasar tanam jajar legowo, efek tanaman pinggir, manfaat lorong pada baris tanaman, mempermudah pemupukan, dan pengendalian gulma. Peningkatan sikap petani terhadap cara tanam jajar legowo setelah pendampingan secara nyata terlihat pada sikap ingin semakin banyak penerapan tanam jajar legowo, cara tanam jajar legowo lebih menguntungkan, perintis teknologi jajar tanam legowo, dan penerapan teknologi tanam jajar legowo oleh penggarap. Untuk peningkatan sikap petani, pendampingan teknologi tanam jajar legowo perlu dilakukan lebih dari satu musim tanam.
Description
Peningkatan produksi padi merupakan tuntutan yang harus diupayakan dengan penerapan teknologi sistem tanam jajar legowo yang dapat menambah jumlah populasi tanaman pada luas lahan yang relatif tetap. Teknologi sistem tanam jajar legowo merupakan salah satu komponen teknologi dari pengelolaan tanaman dan sumber daya terpadu (PTT) padi yang cukup strategis untuk meningkatkan produktivitas padi yang saat ini di Jawa Barat cenderung stagnan, bahkan ada yang cenderung menurun (Karmana dan Ayesha 2010). Penurunan produktivitas tersebut dapat ditingkatkan dengan menerapkan sistem tanam jajar legowo. Sistem legowo merupakan upaya menambah jumlah populasi tanaman dengan merapatkan jarak tanam dan memberikan ruang terbuka yang lebih lebar di antara dua kelompok barisan tanaman. Hal ini akan memperbanyak cahaya matahari masuk ke setiap rumpun tanaman padi sehingga meningkatkan aktivitas fotosintesis yang berdampak pada peningkatan produktivitas tanaman. Baris tanaman (dua atau lebih) dan baris kosongnya (setengah lebar di kanan dan di kirinya) disebut satu unit legowo. Bila terdapat dua baris tanam per unit legowo maka disebut legowo 2, sementara empat baris tanam per unit legowo disebut legowo 4, dan seterusnya (Abdulrachman et al. 2013).
Keywords
pendampingan, Kabupaten Sumedang, legowo