Pengembangan Areal Pertanaman dan Sistem Produksi

Loading...
Thumbnail Image
Date
2012
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Abstract
Pengembangan areal pertanaman ubijalar (Ipomoea batatas L.) menghadapi kendala berupa laju peningkatan produksi yang lambat akibat fluktuasi luas panen serta produktivitas yang masih di bawah potensi genetiknya, sehingga memicu defisit untuk memenuhi kebutuhan pangan, pakan, dan industri. Penulisan ini bertujuan mengulas strategi pengembangan areal pertanaman dan sistem produksi ubijalar guna meningkatkan produktivitas serta pemenuhan kebutuhan nasional secara berkelanjutan. Keberhasilan ekstensifikasi bertumpu pada kemampuan mengoptimalkan faktor pendorong internal dan eksternal—seperti keunggulan fisiko-kimia, toleransi kekeringan, ketersediaan lahan sawah IP 100, dan potensi keuntungan usahatani—sekaligus mengatasi hambatan berupa alih fungsi lahan, efek alelopati, peka naungan, serta cekaman hama boleng dan penyakit kudis. Penerapan teknologi budi daya yang akurat pada sistem monokultur, rotasi, maupun tumpangsari—meliputi pembuatan guludan untuk memperbaiki aerasi tanah, penggunaan bibit berkualitas, pemupukan NPK yang berimbang, serta perbaikan fisik-kimia tanah melalui pembenaman bahan organik—terbukti mampu meningkatkan hasil panen dan efisiensi usahatani. Integrasi antara perluasan areal pertanaman yang terfokus di wilayah sentra produksi dan pengembangan industri pengolahan lokal menjadi langkah strategis untuk menjamin kepastian pasar serta memperkuat ketahanan pangan nasional
Description
Keywords
F Plant production/Produksi Tanaman::F01 Crop Husbandry/Pertanaman, F Plant production/Produksi Tanaman::F03 Seed production/Produksi dan Perlakuan terhadap Biji dan Benih, F Plant production/Produksi Tanaman::F08 Cropping patterns and systems/Pola Tanam dan Sistem Penanaman
Citation