RAGAM PENYAMBUNGAN PADA TANAMAN PALA : Warta balittro Vol. 35 No. 69 tahun 2018
No Thumbnail Available
Date
2018-06-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Abstract
Dala mempunyai kedudukan yang cukup strategis untuk Indonesia,
karena sebagian besar diusahakan
dalam bentuk perkebunan rakyat dan
produknya terutama biji, fuli dan
minyak atsiri adalah komoditas
ekspor yang mempunyai nilai
ekonomi cukup tinggi. Indonesia
merupakan produsen pala terbesar di
dunia. Buah, fuli dan minyak atsiri
pala banyak digunakan dalam
industri makan, minuman, farmasi
dan kosmetika. Saat ini baru dua
species pala yang memiliki nilai
ekonomi cukup tinggi yaitu, Myristica
fragrans Hout disebut juga pala
Banda dari Maluku dan Myristica
argentea Warb disebut juga pala
Fakfak dari Kabupaten Fakfak Papua
Barat. Salah satu permasalah pada
budidaya pala adalah belum adanya
teknologi untuk mengidentifikasi jenis
kelamin tanaman pada fase vegetatif,
sehingga pada waktu penanaman
di lapang posisi dan komposisi
tanaman jantan dan betina tidak
bisa ditentukan secara tepat.
Kemungkinan terjadinya kelebihan
tanaman jantan sangat besar dan
posisinya berjauhan sehingga
tanaman betina tidak berproduksi
secara optimal. Hal tersebut akan
merugikan petani karena
produktivitas per hektar menjadi
rendah. Permasalahan tersebut dapat
diatasi antara lain dengan cara
penyambungan antara benih pala
yang tidak diketahui jenis kelaminnya
dengan batang atas dari cabang
tanaman dewasa yang telah diketahui
jenis kelaminnya. Penyambungan
tanaman pala dapat dilakukan pada
batang utama di atas kotiledon dan
di atas daun dewasa serta pada batang cabang.