MENGENAL EKOSISTEM MANGROVE DAN PELUANGNYA SEBAGAI SUMBER BAHAN OBAT ALAM : Warta balittro No. 45 Tahun 2002
No Thumbnail Available
Date
2002-06-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Abstract
Sebagai salah satu negara tropis terluas di dunia,
Indonesia dikaruniai oleh Sang
Pencipta dengan kekayaan alam
yang melimpah. Kekayaan flora
yang dimiliki Indonesia tidak
kurang dari 30.000 jenis tumbuhan
(10% dari banyaknya jenis flora
dunia). Banyak diantaranya telah
dimanfaatkan oleh masyarakat
untuk memenuhi kebutuhannya
sejak ratusan tahun silam. Salah
satu manfaat yang bisa dirasakan
adalah sebagai sumber bahan obat,
kosmetika maupun jamu. Menurut
Sutarjadi (1994), kegiatan pemanfaatan tumbuhan sebagai sumber
obat sudah dilakukan oleh
masyarakat di Indonesia sejak
zaman dahulu. Steinman dalam
Sutarjadi (1994) bahkan menyatakan bahwa dalm gambar-gambar
relief yang terdapat pada candicandi Borobudur, Prambanan,
Penataran, Sukuh dan Tegalwangi
Warta BALITTRO No. 45 Th. 2002
ditemukan gambar-gambar pohon
kamboja, maja keling, tengkawang, buni, pucung, nyamplung,
nagasari/cangkok kurung, cendana
wangi, cendana jenggi, kembang
sepatu, sukun, jamblang,
kecubung dan lain-lain. Menurut
Zuhud dan Haryanto (1994), tidak
kurang dari 1260 jenis tumbuhan
obat terdapat di hutan tropika
Indonesia. Dari jenis tumbuhan
sebanyak itu menurut Sangat, et
al. (2000) telah digunakan secara
turun temurun oleh + 370
etnis/suku asli yang hidup dan
tinggal di sekitar kawasan
tersebut, beberapa diantaranya
bahkan telah berhasil dikembangkan sebagai fitofarmaka, sebagian
lainnya telah berhasil diisolasi
berbagai metabolit sekunder yang
sangat potensial sebagai bahan
baku fitofarmaka.