Varietas Unggul SAMBILOTO SAMBINA 1 : Warta Balittro No.57 tahun 2012
| dc.contributor.author | Sri Wahyuni | |
| dc.date.accessioned | 2026-04-30T01:36:31Z | |
| dc.date.available | 2026-04-30T01:36:31Z | |
| dc.date.issued | 2012-01-01 | |
| dc.description.abstract | Pemanfaatan tumbuhan obat untuk pengobatan tradisional semakin banyak berkembang. Sambiloto telah banyak dipakai untuk bahanjamu dan dipercayai berkhasiat untuk pembersih darah, anti diare, demam, anti fertilitas, dan anti bakteri (Heyne, 1986). Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan) telah menentukan sembilan tanaman obat yang diprioritaskan untuk dikembangkan sebagai fitofarmaka. Kesembilan tanaman obat tersebut adalah sambiloto (Andrographis paniculata), jati belanda (Guazuma umifolia), kunyit (Curcuma domestica), temulawak (Curcumaxanthorrhiza), salam (Syzygium polyantum), cabe jawa (Piper retrofractum), jahe merah (Zingiber officinale var. sunti), jambu biji (Psidium guajava), dan mengkudu (Morinda citrifolia). Tanaman sambiloto (Andrographis paniculata Nees.) atau King bitter berasal dari India dan Srilanka dan penyebaran tanaman meliputi daerah Asia tropik. Penyebaran tanaman di Malaysia, Indonesia, Jawa kemungkinan hasil introduksi (Anon, 2008; Burkill, 1935). Di Jawa, tanaman tumbuh di antara tegakan hutan jati/pinus, tegalan/pekarangan. Sambiloto tumbuh baik sampai ketinggian 700 m dpl (Hanan, 1996), pada tipe iklim A,B,C Schmid dan Ferguson dengan curah hujan 2000-3000 mm/tahun (Anon, 2008). | |
| dc.identifier.issn | 0854-5324 | |
| dc.identifier.uri | https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/29502 | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat | |
| dc.relation.ispartofseries | NO. 57 | |
| dc.title | Varietas Unggul SAMBILOTO SAMBINA 1 : Warta Balittro No.57 tahun 2012 | |
| dc.type | Article |