Emisi Gas Rumah Kaca Dari Pengelolaan Lahan Gambut
No Thumbnail Available
Date
2017-12-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
Abstract
Abstract
Physical and chemical characteristics of peat influence on its role in maintaining the stability of the environment. Peatlands are a source of various environmental problems if the stability of peatland disrupted by human intervention. More than 50% of Indonesia’s GHG emissions come from forest conversion, land and forest fires, including peat and peatland drainage (peat drainage). The biggest contributor to GHG emissions in Indonesia is the LULUCF sector (Land-Use, Land-Use Change and Forestry). Conservation and rehabilitation of peatlands is key to success in Indonesia GHG reduction. Utilization of peatland sustainable and environmentally friendly can be done with due regard to hydrology and hidrometri gatra (typology of an overflow, the quality and quantity of water), soil quality, water tank in backswamp functionality and availability of specific ameliorant.
Abstrak
Karakteristik fisik dan kimia lahan gambut mempengaruhi terhadap perannya dalam menjaga kestabilan lingkungan.Lahan gambut menjadi sumber berbagai masalah lingkungan apabila kestabilan lahan gambut terganggu akibat campur tangan manusia. Lebih dari 50% emisi GRK di Indonesia berasal dari konversi hutan, kebakaran hutan dan lahan, termasuk lahan gambut dan drainase lahan gambut (peat drainage). Penyumbang terbesar emisi GRK di Indonesia Adalah sektor LULUCF (Land-Use, Land-Use Change and Forestry). Konservasi dan rehabilitasi lahan gambut menjadi kunci keberhasilan penurunan GRK di Indonesia. Pemanfaatan lahan gambut secara lestari dan ramah lingkungan dapat dilakukan dengan memperhatikan gatra hidrologi dan hidrometri (tipologi luapan, kualitas dan kuantitas air), kualitas tanah, fungsi tandon air di backswamp dan ketersediaan bahan amelioran spesifik lokasi.
Description
7 p.