Potensi Produksi dan Pengembangan VUB Inpari 30 dan Inpari 32 di Jawa Barat

dc.contributor.authorNoviana, Irma
dc.contributor.authorNurbaeti, Bebet
dc.contributor.authorHaryati, Yati
dc.date.accessioned2026-02-14T14:31:52Z
dc.date.available2026-02-14T14:31:52Z
dc.date.issued2018-12-01
dc.description10 p.; ills.; tab.
dc.description.abstractAbstrak Penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) padi berperan penting dalam peningkatan produktivitas dan produksi. Tujuan penelitian adalah mengetahui Potensi Produksi dan Pengembangan Varietas Padi Inpari 30 dan 32 padi di Jawa Barat. Penelitian dilaksanakan di dua kabupaten yaitu Ciamis dan Majalengka pada Bulan Juni hingga September 2016 di lahan sawah irigasi. Tiga varietas padi yang digunakan adalah Inpari 30, Inpari 32 dan Ciherang (kontrol) yang diulang sebanyak 6 kali. Teknologi yang diterapkan adalah Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi. Peubah yang diamati: Karakteristik agronomis tanaman (tinggi tanaman, jml anakan produktif, produktivitas, jumlah malai per rumpun), komponen hasil (jumlah gabah isi dan hampa per malai, bobot 1.000 butir), sebaran varietas Inpari 30, Inpari 32 dan Ciherang di Jawa Barat, distribusi/sebaran varietas hasil produksi BPTP. Hasil penelitian adalah 1) Potensi produksi Varietas Inpari 30 lebih tinggi dari Ciherang di Kabupaten Ciamis dan Majalengka, 2) Inpari 32 memiliki rendemen benih lebih tinggi dari Ciherang, 3) Distribusi benih sumber hasil produksi BPTP Jawa Barat didominasi oleh varietas Inpari 30 dan Inpari 32, 4) Varietas Inpari 30 dan Inpari 32 berpotensi untuk dikembangkan sebagai alternatif VUB menggantikan varietas Ciherang di Jawa Barat. Abstract The new superior variety (NSV) of rice plays an important role in improving productivity and production. The aim of study is to know the potencial production and development of Inpari 30 and Inpari 32 in West Java. The experiment was conducted in two districts of Ciamis and Majalengka in June to September 2016 in irrigated rice fields. Three varieties used were Inpari 30, Inpari 32, and Ciherang (control) with six replications. The applied technology was Integrated Crop Management (PTT) of rice. Observed variables: agronomic characteristics of the crop (plant height, productive seedlings, productivity, number of panicles per hill), yield components (number of grain content and hollow per panicle, weight of 1000 grains), spreading of Inpari 30, Inpari 32 and Ciherang varieties in Java West, distribution of varieties produced by BPTP. The results of the research are 1) The potential production of Inpari 30 in Ciamis and Majalengka district higher than Ciherang, 2) Inpari 32 has seed rendemen higher than Ciherang, 3) Distribution of seed produced by West Java AIAT is dominated by Inpari 30 and Inpari 32, 4) Inpari 30 and Inpari 32 have potential to be developed as an alternative NSV to replace Ciherang in West Java.
dc.identifier.isbn978-979-540-113-1
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/27655
dc.language.isoid
dc.publisherBalai Besar Penelitian Tanaman Padi
dc.titlePotensi Produksi dan Pengembangan VUB Inpari 30 dan Inpari 32 di Jawa Barat
dc.title.alternativeProsiding Seminar Nasional 2017: Dukungan Inovasi Teknologi Padi Untuk Mewujudkan Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia. Buku 1
dc.typeArticle
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
14. Potensi Produksi dan Pengembangan VUB Inpari 30 dan Inpari 32 di Jawa Barat - Irma Noviana, Bebet Nurbaetii, Yati Haryati (BPTP JABAR).pdf
Size:
333.26 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: