Ramapil: Mesin Pemipil Jagung untuk Pedesaan

Loading...
Thumbnail Image
Date
1996
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Abstract
Salah satu kendala dalam pengembangan usahatani jagung adalah belum berkembangnya teknologi pemipilan. Kapasitas pemipilan jagung dengan cara tradisional sangat rendah sehingga memerlukan waktu yang relatif lama. Dalam kondisi ketersediaan tenaga yang terbatas atau mahalnya upah kerja, pemipilan jagung dengan cara tradisional tidak efisien. Balai Penelitian Tanaman Pangan Malang telah merakit mesin pemipil jagung RAMAPIL, yang dapat diproduksi oleh bengkel lokal di pedesaan. Makalah ini membahas kelayakan operasionalisasi RAMAPIL (diproduksi oleh bengkel lokal di Malang Selatan dan Maumere pada tahun 1992) di tingkat kelompok tani. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada kadar air biji jagung 12-14%, rata-rata kapasitas kerja RAMAPIL mencapai 164,5 kg jagung pipilan/jam, kerusakan biji 1,1%, dan efisiensi pemipilan mencapai 97,8%. Pada tingkat ongkos pemipilan Rp5,00/kg jagung, jam kerja efektif 600 jam/tahun, upah seorang operator Rp3.500/hari, dan harga RAMAPIL Rp250.000/unit, maka keuntungan yang diperoleh dari pemanfaatan RAMAPIL adalah sebesar Rp164.000, nisbah antara keuntungan dengan biaya = 1,12, tingkat pengembalian modal 43,98%, biaya pokok mesin Rp3,7/kg, titik impas operasionalisasi 36,9 t jagung pipilan/tahun, dan waktu pengembalian modal 1,9 tahun. Berdasarkan hasil analisis ini disimpulkan bahwa RAMAPIL produksi bengkel lokal tersebut layak dikembangkan di pedesaan.
Description
Keywords
Citation
Collections