Integrasi Pengembangan Integrasi Tanaman Jagung dengan Ternak Ruminansia

Loading...
Thumbnail Image
Date
2014-11-04
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
IAARD Press
Abstract
Kebutuhan daging meningkat setiap tahun dan saat ini sebagian masih harus diimpor. Upaya yang dilakukan untuk swasembada daging adalah meningkatkan populasi ternak dalam negeri. Salah satu kendala utama peningkatan populasi ternak ruminansia adalah ketersedian pakan, terutama pada musim kemarau. Pemanfaatan biomassa jagung merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi masalah ketersediaan pakan. Program pengembangan jagung di Indonesia adalah untuk swasembada berkelanjutan dan pada tahun 2014 ditargetkan produksi jagung sebesar 20,83 juta ton biji. Produksi jagung sebesar itu akan menghasilkan potensi biomassa sebesar 20,83–36,8 juta ton yang dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak. Biomassa jagung dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan kotoran ternak dijadikan pupuk kandang/organik, menghasilkan sistem integrasi yang bebas limbah. Integrasi tanaman jagung-ternak di samping meningkatkan pendapatan usahatani dari hasil jagung dan ternak, juga meningkatkan efisiensi usahatani karena masing-masing mempunyai limbah yang dapat saling memanfaatkan. Dalam mengintegrasikan pengembangan jagung dengan ternak diperlukan pengelolaan tanaman jagung yang tepat untuk memperoleh biomassa pakan yang tinggi tanpa menyebabkan penurunan hasil biji, di samping bebas residu pestisida. Di samping itu, diperlukan pengolahan biomassa agar ketersediaan dan mutu nutrisi pakan terjamin selama pertumbuhan ternak.
Description
Keywords
Q Food science/Ilmu Pangan::Q70 Processing of agricultural wastes/Pengolahan Limbah Pertanian, M Aquatic sciences and fisheries/Ilmu Peraiaran dan Perikanan::N01 Agricultural engineering/Rekayasa Pertanian, pertanian bioindustri, biomassa jagung
Citation