Standar Mutu Biji Kedelai
Loading...
Date
2015
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Abstract
Penerapan Standar Nasional Indonesia untuk mutu fisik biji kedelai (SNI 01-3922-1995) di tingkat petani masih menghadapi hambatan akibat belum optimalnya adopsi teknologi pascapanen mekanis serta ketiadaan insentif harga berbasis mutu. Kondisi ini menyebabkan rantai pemasaran di tingkat petani dan pedagang pengumpul cenderung mengabaikan pemisahan mutu (grading), sementara pengrajin industri olahan seperti tempe, tahu, dan kecap memiliki preferensi spesifik terhadap warna, ukuran, dan kadar protein kedelai. Oleh karena itu, pengembangan standar mutu kedelai perlu direvisi dengan mempertimbangkan sifat fisik, kimia, dan viskoelastis biji, serta memperhitungkan aspek keamanan pangan—termasuk ambang batas residu pestisida, kontaminasi aflatoksin, dan kepatuhan terhadap regulasi produk rekayasa genetik (transgenik). Upaya peningkatan mutu ini memerlukan penguatan kemitraan antara petani, penjual jasa alsintan, dan industri pengolahan melalui penerapan Good Agricultural Practices, Good Handling Practices, dan Good Manufacturing Practices yang didukung oleh kebijakan insentif harga jual.
Description
Keywords
Q Food science/Ilmu Pangan::Q01 Food science and technology/Ilmu-ilmu dan teknologi makanan, F Plant production/Produksi Tanaman::F01 Crop Husbandry/Pertanaman, C Education, extension, and advisory work/Pendidikan, Penyuluhan Pertanian::C30 Documentation and information/Dokumentasi dan Informasi