Sistem Transportasi Perdagangan Ternak Sapi dan Implikasi Kebijakan di Indonesia
| dc.contributor.author | Ilham, Nyak | |
| dc.contributor.author | Yusdja, Yusmichad | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-18T08:26:20Z | |
| dc.date.available | 2026-08-18T08:26:20Z | |
| dc.date.issued | 2004-03 | |
| dc.description.abstract | Selain harga produk dan produk substitusinya, permintaan daging sapi, juga dipengaruhi oleh tingkat pendapatan, jumlah penduduk dan selera masyarakat. Untuk kondisi Indonesia, sentra konsumsi daging sapi masih berada di sekitar wilayah perkotaan. Permintaan di wilayah ini cenderung lebih tinggi, karena jumlah penduduk yang lebih padat dengan tingkat pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah pedesaan. Di sisi lain, sentra produksi sapi potong membutuhkan sumberdaya lahan dan pakan yang memadai, sehingga secara umum berada di wilayah pedesaan. Dengan demikian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat perkotaan diperlukan sarana dan prasarana transportasi dalam kegiatan perdagangan sapi potong antar daerah. Tuntutan selera sebagian besar masyarakat yang lebih menyukai daging segar dibandingkan daging olahan (beku dan kaleng) mengharuskan perdagangan daging sebagian besar masih dalam bentuk ternak hidup. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v2n1.2004.37-53 | |
| dc.identifier.issn | 2549-7278 | |
| dc.identifier.uri | https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/31038 | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian | |
| dc.relation.ispartofseries | Analisis Kebijakan Pertanian; Vol. 2 No. 1 (2004) | |
| dc.subject | E Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan::E72 Domestic trade/Perdagangan dalam Negeri | |
| dc.title | Sistem Transportasi Perdagangan Ternak Sapi dan Implikasi Kebijakan di Indonesia | |
| dc.type | Article |